Wih, ngeri-ngeri sedap! Warga Desa Branta Pesisir, Pamekasan, Jawa Timur, lagi dapat kejutan gede dari lautan. Lima ekor hiu tutul (ikan terbesar di dunia, lho!) tiba-tiba nongkrong di sekitar Dermaga Branta pada Rabu sore (26/11/2025), yang lokasinya enggak jauh-jauh dari pantai dan pemukiman warga setempat.
Fenomena ini langsung bikin Polisi Air (Polair) Polres Pamekasan bergerak cepat. Kasatpolairud Polres Pamekasan, Ipda Isrok Wahyudi, langsung ngasih imbauan keras ke warga setempat: dilarang keras mandi di laut!
Biar aman, guys!
Hiu Tutul Enggak Ganas, Tapi Better Safe Than Sorry
Ipda Isrok Wahyudi menjelaskan bahwa hiu tutul itu pada dasarnya tidak berbahaya dan enggak ganas buat manusia.
Tapi, meskipun enggak ganas, kemungkinan terburuk bisa aja terjadi. Jadi, lebih baik mencegah daripada menyesal, kan?
Makanya, Polair mengimbau warga dan pengunjung dermaga buat berhati-hati di sepanjang pesisir pantai Desa Branta dan sekitarnya.
Imbauan ini juga nyampe ke pengunjung dermaga. Dermaga itu memang lagi ramai banget dan sering dijadiin tempat memancing.
Selain itu, Polair juga ngasih pesan penting ke nelayan: dilarang keras menangkap lima hiu tutul itu, karena mereka adalah hewan yang dilindungi oleh negara. Jadi, biarkan mereka berenang bebas ya, Pak Nelayan.
Cuma Nongol Sejam, Warga Auto Dokumentasi
Menurut Isrok, lima hiu tutul itu muncul sekitar pukul 16.30 hingga 17.15 pada Rabu sore. Jadi, mereka cuma ‘nongol’ sekitar sejam lebih sedikit. Saat itu, Dermaga Desa Branta memang lagi ramai banget oleh warga yang lagi santai.
Warga setempat pun enggak panik, malah sibuk mendokumentasikan momen langka itu. Mereka merekam lima hiu tutul yang berenang dan berputar-putar santai di ujung dermaga.
Polair juga nge-warning para nelayan yang ketemu ikan besar di tengah laut untuk segera menghindar demi keselamatan. Meskipun dilindungi, tetap harus waspada!
Pentingnya Edukasi: Hiu Bukan Musuh, Tapi Harus Dihindari
Kejadian ini menunjukkan pentingnya edukasi bahwa meskipun hiu tutul adalah spesies yang dilindungi dan dikenal jinak, kehadiran mereka di dekat pemukiman tetap memerlukan tindakan pencegahan serius dari pihak berwenang.
Ini bukan cuma soal menjaga manusia, tapi juga menjaga keberadaan hiu yang langka itu agar tidak diganggu. Semoga lima hiu tutul itu segera kembali ke habitatnya yang lebih aman ya!
Statement:
Ipda Isrok Wahyudi, Kasatpolairud Polres Pamekasan
“Warga sudah kami imbau tidak boleh mandi ke laut. Hiu tutul memang tidak berbahaya dan tidak ganas. Namun kemungkinan terburuk bisa saja terjadi sehingga warga setempat diimbau berhati-hati di sepanjang pesisir pantai Desa Branta dan sekitarnya.”
3 Poin Penting
-
Imbauan Larangan Mandi: Polair Polres Pamekasan melarang warga Desa Branta Pesisir mandi di laut setelah lima ekor hiu tutul muncul dan berkeliaran di dekat Dermaga Branta pada Rabu sore (26/11/2025).
-
Hewan Dilindungi dan Waspada: Meskipun hiu tutul tidak dianggap ganas, Polair mengimbau nelayan dan pengunjung untuk waspada dan tidak berusaha menangkap hiu tersebut karena merupakan hewan laut yang dilindungi.
-
Fenomena Langka: Kemunculan lima hiu tutul ini terjadi selama kurang lebih satu jam di dermaga yang ramai dan didokumentasikan oleh warga, menunjukkan perlunya peningkatan kewaspadaan di area pesisir.



