Search

Menteri Bahlil Lagi Bersih-Bersih Izin Tambang Gak Jelas Biar Alam Nggak Trauma

Rabu, 3 Desember 2025

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Guys, tahu nggak sih, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia lagi ngegas banget buat ngebenerin tata kelola pertambangan di Indonesia. Nggak cuma soal duit, lho, tapi yang paling penting adalah pelestarian lingkungan hidup!

Gimana nggak, nih, Bahlil sampai nyorot dua hal krusial: penertiban izin usaha yang nggak produktif dan kewajiban negara menjaga kelestarian alam.

Bahlil nggak cuma ngomong doang. Dia beberin kalau dia udah nyabut ratusan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dianggap bermasalah dan nggak beroperasi sebagaimana mestinya.

Ia menyoroti fakta miris bahwa banyak izin itu cuma dikuasain perusahaan yang kantornya cuma ada di Jakarta, tapi nggak ada impact signifikan buat daerah penghasil. Duh, mental kucing garong banget, ya!

Izin Dicabut, Perusahaan Pusat Kena Semprot

Tuh kan, beneran dicabut! Ini adalah statement keras buat perusahaan-perusahaan yang cuma nimbun izin tapi nggak mau kerja, atau yang cuma dateng buat ngambil hasilnya tanpa peduliin daerah.

Selain bersih-bersih administrasi, Bahlil ngotot kalau perbaikan tata kelola ini nggak bisa dilepasin dari aspek keberlanjutan lingkungan.

Berbekal pengalaman masa lalunya sebagai mantan pengusaha di sektor tambang, dia tahu banget kalau pengusaha itu butuh untung gede.

Tapi, sebagai pejabat negara, dia ngingetin biar eksploitasi alam nggak boleh seenaknya sendiri.

Ekonomi Boleh Cuan, Lingkungan Jangan Sampai Ambyar

Jleb! Ini namanya jurus pepesan kosong kalau cuma mikirin untung sekarang, tapi anak cucu kita nanti nggak bisa nikmatin alam yang sehat.

Mantan Ketua Umum HIPMI ini sadar banget kalau penerapan standar lingkungan yang ketat pasti bakal bikin pelaku usaha pusing. Tapi, dia ngajak semua pihak buat terima konsekuensi itu sebagai pilihan mutlak buat ngelestariin alam.

Pertumbuhan ekonomi dan investasi tetep jadi target, tapi tanggung jawab lingkungan itu nggak boleh diabaikan.

Keadilan Sosial dan Bye-Bye Ketimpangan

Di sisi lain, perbaikan tata kelola ini juga nyentuh aspek keadilan sosial, terutama buat pengusaha daerah. Bahlil nyebut kalau mekanisme perizinan lama yang ribet sering bikin pengusaha lokal susah dapat akses legal, sementara pengusaha pusat dengan network kuat malah ngedominasi.

Ini yang bikin ketimpangan ekonomi nggak adil di daerah yang kaya sumber daya alam.

Statement:

Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 

“Sebagai Menteri ESDM, kami telah mengubah Undang-Undang Minerba. Sekarang, Pak Ketua DPD, banyak tambang-tambang yang kemarin saya cabut izin usahanya dan hampir sebagian besar perusahaan tambang itu kantornya ada di Jakarta.”

“Dalam mengelola pertambangan, kita harus berwawasan lingkungan. Jangan lagi kita meninggalkan sejarah kelam bagi anak cucu kita.”

“Ekonomi boleh kita dapatkan, tetapi lingkungan juga harus kita jaga. Semua ini adalah bagian dari usaha kita untuk mewariskan sesuatu yang lebih baik kepada anak cucu kita.”

3 Poin Penting:

  1. Penertiban dan Pencabutan IUP: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mencabut ratusan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dinilai bermasalah dan tidak produktif, menyoroti fakta bahwa banyak izin dikuasai perusahaan berpusat di Jakarta tanpa dampak signifikan ke daerah.

  2. Pertambangan Berwawasan Lingkungan: Bahlil menekankan perbaikan tata kelola harus mengutamakan aspek pelestarian lingkungan. Ia meminta pelaku usaha menerima konsekuensi standar lingkungan yang ketat sebagai pilihan mutlak untuk mewariskan alam yang lebih baik.

  3. Keadilan Sosial dan Daerah: Perbaikan tata kelola juga bertujuan menciptakan keadilan sosial bagi pengusaha daerah yang selama ini kesulitan mendapat akses legal, sekaligus mengatasi ketimpangan yang terjadi di daerah kaya sumber daya alam.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan