Guys, ada peringatan serius nih buat warga Jawa Barat! Kawasan hutan di Pegunungan Sanggabuana, Karawang, lagi mengkhawatirkan banget setelah Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) menemukan lahan terbuka dari citra satelit!
Situasi ini dikhawatirkan bisa memicu bencana seperti yang terjadi di Sumatera!
Akun Instagram @gunungsanggabuana ngasih warning keras: kalau terus dibiarkan, tidak menutup kemungkinan banjir dan longsor bisa menimpa pemukiman di sekitar Pegunungan Sanggabuana.
Padahal, ada empat kabupaten besar di sekitar situ: Karawang, Purwakarta, Bogor, dan Cianjur!
Alih Fungsi Lahan yang Gak Ada Hentinya
Masalah utamanya adalah alih fungsi lahan yang masif buat perkebunan dan pertanian dengan menebang tegakan hutan secara liar.
Founder SCF, Bernad T. Wahyu Wiryanta, mengonfirmasi kalau situasi ini udah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Luas pembabatannya pun bervariasi, dari kurang dari setengah hektar sampai satu hektar.
Bernard menjelaskan kalau mengalihfungsikan lahan menjadi perkebunan seperti jengkol, petai, dan kopi tuh diperbolehkan, dengan catatan tidak menebang pohon yang ada di hutan.
Tapi, fakta di lapangan adalah banyak pohon-pohon besar yang dibabat habis secara langsung atau dicurangi dengan mengupas kulitnya dulu agar kering.
Pemukiman Rawan dan Edukasi yang Gagal
Wilayah kecamatan terdekat yang rawan banjir dan longsor tuh meliputi Pangkalan, Tegalwau, Sukasari, Cigunungherang, dan Tanjungsari.
Ribuan warga di sana hidup di bawah ancaman bencana akibat kerusakan hutan.
SCF sendiri sudah berupaya menyosialisasikan praktik buruk ini. Bahkan, kepala desa di sana kerap mengadakan edukasi kepada masyarakat.
Tapi, sampai kini, perilaku itu masih tetap saja terjadi di Pegunungan Sanggabuana. Fakta di lapangan yang diambil dari citra satelit dan ground check juga membuktikan banyak hutan yang sudah dibabat.
Statement:
Bernad T. Wahyu Wiryanta, Founder Sanggabuana Conservation Foundation (SCF)
“Celakanya kan banyak yang kemudian menebang pohon-pohon di hutan, bisa secara langsung, bisa juga kemudian dikupas kulitnya dulu kambiumnya supaya kering, kalau udah kering mereka punya alasan untuk menebang pohon tadi.”
3 Poin Penting:
-
Ancaman Bencana Ala Sumatera: Pegunungan Sanggabuana mengalami deforestasi parah (ditemukan lahan terbuka dari citra satelit), yang berpotensi memicu bencana banjir dan longsor serupa dengan tragedi Sumatera di Karawang, Purwakarta, Bogor, dan Cianjur.
-
Alih Fungsi Lahan Ilegal: Alih fungsi lahan didominasi untuk ladang perkebunan (jengkol, petai, kopi), namun oknum masyarakat menebang pohon-pohon besar atau mencurangi tegakan hutan untuk membuat lahan terbuka, padahal diperbolehkan berkebun tanpa menebang pohon.
-
Gagalnya Sosialisasi dan Bukti Ground Check: Meskipun kepala desa kerap mengadakan edukasi dan SCF melakukan sosialisasi, praktik penebangan masih tetap terjadi, dibuktikan oleh data terakhir dari citra satelit dan ground check TNI AD.


![hari konservasi dunia [dok. Getty Images/iStockphoto/Farknot_Architect]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/hari-strategi-konservasi-sedunia_169-300x169.jpeg)
![berkebun [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/3841bb55-tin-700x394-1-300x169.jpg)