Air Mata Sumatra Belum Usai! Masih Terdampak Banjir Bandang, Kini Gempa Darat Guncang Gayo Lues hingga Agam

Selasa, 30 Desember 2025

Bencana Aceh (kompas.com)

Belum juga reda duka akibat banjir dan longsor yang menerjang Sumatera, kini masyarakat kembali dibuat waspada oleh aktivitas tektonik.

Pada Ahad malam, 28 Desember 2025, lindu kembali mengguncang daratan Gayo Lues, Aceh. Gempa dengan

Magnitudo 3,9 ini terasa cukup nyata hingga ke wilayah Aceh Tamiang, yang notabene merupakan salah satu titik paling parah terdampak bencana banjir baru-baru ini.

Berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat dengan kedalaman yang sangat dangkal, yakni hanya 10 kilometer.

Kondisi gempa dangkal seperti ini biasanya memicu guncangan yang lebih intens di permukaan, meski magnitudonya tidak terlalu besar.

Di Gayo Lues, getaran terasa pada skala III MMI, yang diibaratkan seperti ada truk besar sedang melintas tepat di depan rumah kita.

Rentetan Lindu di Tengah Pemulihan Pasca Bencana

Kejadian ini seolah menjadi rentetan peristiwa yang tidak ada habisnya, karena sebelumnya pada Jumat, 26 Desember, wilayah yang sama juga sempat diguncang gempa serupa.

Guncangan kali ini merambat hingga ke Aceh Tamiang dan Kota Langsa, membuat benda-benda yang digantung di dalam rumah bergoyang.

Fenomena gempa darat yang berulang ini tentu membuat warga yang sedang berusaha bangkit dari bencana banjir menjadi semakin khawatir akan potensi kerusakan bangunan.

Gak cuma di Aceh, Sumatra Barat pun ikut merasakan ketegangan yang sama. Di Kabupaten Agam, lindu terasa jauh lebih kuat dengan Magnitudo 4,7 pada Ahad pagi.

Pusat gempa ini terletak di dekat Bonjol, Pasaman, dengan kedalaman 10 kilometer.

Karena posisinya yang berada di darat, guncangan ini sangat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, bahkan mampu membuat jendela dan pintu berderik kencang.

Aktivitas Sesar Kajay-Talamau Picu Kerusakan Bangunan

Analisis dari Stasiun Geofisika Padang Panjang menunjukkan bahwa gempa di Sumatra Barat ini dipicu oleh aktivitas Sesar Kajay-Talamau.

Dampak guncangan terasa sangat nyata di Pasaman, Pasaman Barat, hingga Bukittinggi. Laporan awal dari tim lapangan menyebutkan bahwa kekuatan gempa kali ini cukup untuk menyebabkan retakan pada dinding bangunan, yang menambah beban bagi warga yang rumahnya mungkin sudah rapuh akibat rendaman banjir sebelumnya.

Data dari MDMC Muhammadiyah Kecamatan Palembayan mencatat sedikitnya ada 10 rumah yang mengalami kerusakan akibat getaran tersebut.

BMKG juga mencatat adanya satu kali aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan kekuatan yang hampir sama, yakni M4,7, hanya berselang empat menit setelah gempa utama.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap bangunan yang strukturnya sudah terlihat mengalami kerusakan fisik.

Mitigasi Dini dan Imbauan BMKG bagi Masyarakat

Menghadapi situasi geologis yang dinamis di penghujung tahun 2025 ini, literasi bencana menjadi kunci utama buat kita semua.

BMKG terus melakukan monitoring ketat terhadap setiap aktivitas sesar aktif yang ada di sepanjang Bukit Barisan.

Penting bagi warga untuk memastikan jalur evakuasi di dalam rumah tetap clear dan tidak menaruh benda berat di tempat yang tinggi guna meminimalisir risiko cedera saat terjadi guncangan mendadak.

Sampai saat ini, BMKG meminta masyarakat untuk tidak termakan berita bohong atau hoaks yang sering beredar pascagempa.

Selalu pantau kanal resmi untuk mendapatkan informasi real-time. Meski guncangan telah berhenti, kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan tetap harus dijaga, terutama bagi mereka yang tinggal di dekat zona patahan aktif.

Tetap aman dan selalu siaga menghadapi tantangan alam di Sumatra, ya!

Statement:

Suaidi Ahadi, Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang BMKG

“Gempa bumi yang terjadi di Agam dan sekitarnya merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Kajay – Talamau. Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu kali aktivitas gempa bumi susulan dengan Magnitudo 4,7 yang berselang empat menit dari gempa utama. Kami mengimbau masyarakat agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.”

3 Poin Penting:

  1. Aktivitas Gempa Darat: Wilayah Gayo Lues (Aceh) dan Agam (Sumatera Barat) diguncang gempa darat dangkal pada 28 Desember 2025 dengan magnitudo masing-masing M3,9 dan M4,7.

  2. Dampak Kerusakan: Gempa di Sumatera Barat yang dipicu Sesar Kajay-Talamau menyebabkan setidaknya 10 rumah rusak dan dinding sejumlah bangunan retak di wilayah Agam.

  3. Kewaspadaan Ganda: Bencana gempa ini terjadi di wilayah yang sebelumnya sudah terdampak parah oleh banjir dan longsor, sehingga meningkatkan risiko kerentanan bangunan dan masyarakat.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir