Search
Search
Search

Aksi Nyata Sherina Munaf Turun Ke Jalan, Ajak Mahasiswa Padamkan Karhutla di Palangka Raya

Jumat, 4 September 2026

Sherina Munaf padamkan api (ist)

Musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang kawasan Kalimantan Tengah memanggil jiwa kemanusiaan publik figur tanah air.

Penyanyi sekaligus aktivis lingkungan, Sherina Munaf, turun langsung ke lokasi bencana bersama Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).

Saat mengunjungi Universitas Palangka Raya (UPR), Sherina tanpa ragu mengajak seluruh civitas akademika untuk bergotong royong memadamkan kobaran api yang makin mendekati area kampus.

Aksi tanggap darurat ini dilakukan Sherina saat mendapati api membakar kawasan hutan yang berjarak hanya sekitar 200 meter di belakang gedung Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UPR.

Melihat gigihnya para mahasiswa yang bertaruh tenaga hingga malam hari, Sherina tergerak untuk menyuarakan ajakan terbuka agar semakin banyak anak muda yang peduli dan mau terlibat langsung menjaga kelestarian alam.

Sherina Munaf Turun Tangan Padamkan Karhutla di UPR, Ajak Anak Muda Gaungkan All Hands on Deck

Aksi nyata ditunjukkan oleh penyanyi kenamaan Sherina Munaf yang mendatangi Kalimantan Tengah bersama Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).

Tidak sekadar berkunjung, Sherina turun langsung ke area hutan di belakang Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Palangka Raya (UPR) untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Medan gambut yang sangat panas dan bara api yang masih aktif tidak menyurutkan semangatnya bersama civitas akademika di lokasi.

Melihat gigihnya perjuangan para mahasiswa yang sudah bekerja hingga malam demi menjaga ekosistem kampus, Sherina melontarkan ajakan terbuka.

Ia mendorong lebih banyak generasi muda untuk bergerak dan mengambil peran nyata dalam menjaga kekayaan alam Indonesia dari ancaman karhutla yang kian memprihatinkan.

Gerakan Bersama Lindungi Ekosistem Kampus

Area hutan seluas ribuan meter di belakang kampus UPR tersebut bukan sekadar ruang hijau biasa, melainkan laboratorium alam bagi mahasiswa dan dosen.

Hutan gambut tersebut menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati, seperti 63 spesies burung hingga berbagai jenis reptil yang menandakan kesehatan ekosistem lokal.

Namun, kebakaran yang melanda membuat banyak fauna kehilangan habitat aslinya dan bergeser mendekati pemukiman.

Ajakan Sherina menjadi amunisi semangat baru bagi para relawan yang bertarung di lapangan. Kehadirannya membakar motivasi mahasiswa untuk tetap melestarikan lingkungan yang kini terancam rusak parah akibat si gulung merah.

Medan Gambut Menantang dan Perjuangan Melawan Bara

Proses pemadaman di area lahan gambut membutuhkan teknik khusus dan kewaspadaan ekstra tinggi. Sherina menceritakan bahwasanya medan yang dihadapi sangat menantang karena struktur tanah gambut menyimpan bara panas di balik permukaan.

Setiap langkah harus dipastikan aman dengan membasahi area berpijak terlebih dahulu agar api tidak kembali menyala dari bawah tanah.

Sifat tanah gambut yang mudah terbakar membuat pemadaman sering kali menguras fisik dan mental para relawan secara signifikan. Api yang terlihat sudah padam di satu titik kerap muncul kembali di titik lain akibat embusan angin dan tingginya suhu area lahan.

Evaluasi Lahan Terbakar dan Dukungan Personel Gabungan

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah per 3 September, dinamika sebaran hotspot dan kejadian karhutla masih terus dipantau intensif.

Tercatat ada 2.864 titik hotspot dengan 70 kejadian karhutla yang memicu luasan lahan terbakar mencapai 195,91 hektar di berbagai sudut wilayah.

Meskipun angka hotspot menunjukkan penurunan dibandingkan hari sebelumnya, penanganan di lapangan tetap dioptimalkan secara maksimal.

Total 10.700 personel gabungan dikerahkan bersama armada penunjang berupa enam unit helikopter dan satu unit pesawat patroli guna menekan risiko luasan kebakaran agar tidak meluas.

Statement:

Sherina

“Para mahasiswa lain ayo ikutan bergabung memadamkan hutan. Supaya kita bisa melindungi, melestarikan kekayaan alam negeri kita. Di sini ada teman-teman yang luar biasa sudah sampai malam. Jadi all hands on deck, kita butuh bantuan kalian. Luar biasa sekali semangat mereka untuk berkontribusi dan juga mengamankan area kampus mereka.”

“Jujur buat aku ini adalah terrain yang lebih challenging lagi, karena banyak sekali batang-batang kayu yang di atas gambut yang sangat panas. Being here, aku merasakan sendiri betapa susahnya memadamkan api.”

“Gambut itu sangat mudah terbakar. Kemudian yang kita padamkan nyala lagi. Kita ke kanan padamkan yang kanan, yang kiri nyala lagi. Bantuan kalian matters untuk kita semua. Mari kita pulihkan hutan milik kita semua ini bersama-sama.”

3 Poin Penting:

  • Aksi Nyata Sherina Munaf: Sherina mengunjungi Universitas Palangka Raya (UPR) bersama BOSF dan mengajak mahasiswa bergabung memadamkan kebakaran hutan gambut di sekitar kampus.

  • Ancaman Ekosistem: Karhutla di area hutan UPR merusak lokasi praktikum dan habitat keanekaragaman hayati, termasuk puluhan spesies burung dan reptil.

  • Tantangan Pemadaman Gambut: Pemadaman lahan gambut sangat sulit karena bara api tersembunyi di bawah permukaan tanah dan mudah menyala kembali, didukung pengerahan 10.700 personel gabungan oleh BPBD Kalteng.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan