Pebalap muda Indonesia, Aldi Satya Mahendra, berpeluang melanjutkan karier ke kelas Moto2 setelah mendapat dukungan dari Managing Director Yamaha Motor Racing, Paolo Pavesio.
Pebalap berusia 20 tahun asal Yogyakarta tersebut saat ini berkompetisi di World Supersport (WorldSSP) bersama AS Racing Team dengan dukungan Yamaha Racing Indonesia.
Meski belum ada kepastian mengenai promosi kelas, peluang ini menjadi kabar menarik bagi penggemar balap motor Tanah Air yang menantikan kiprah pebalap Indonesia di panggung dunia.
Aldi bukan nama baru dalam persaingan balap internasional. Pada 2024, ia mencatatkan sejarah sebagai pebalap Indonesia pertama yang meraih gelar juara dunia World Supersport 300 (WorldSSP300).
Prestasi tersebut menjadi modal penting untuk menapaki jenjang balap yang lebih tinggi.
Kini, Aldi mengendarai Yamaha YZF-R9 bermesin 890 cc di WorldSSP dan terus berupaya meningkatkan kemampuan serta konsistensinya menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Bos Yamaha Nilai Aldi Punya Potensi Besar
Paolo Pavesio menilai Aldi merupakan sosok penting dalam program balap Yamaha, terutama karena keberhasilannya membawa nama Indonesia menjadi juara dunia.
Menurutnya, promosi Aldi ke WorldSSP merupakan langkah yang tepat untuk mendukung perkembangan kariernya.
Pavesio berharap Aldi terus berkembang, baik dari sisi kecepatan maupun profesionalisme. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Yamaha masih memberikan perhatian serius terhadap perjalanan karier Aldi.
Namun, promosi ke Moto2 belum menjadi keputusan final karena pebalap muda tersebut masih harus membuktikan kemampuannya di kelas WorldSSP.
Peluang Naik ke Moto2 Masih Terbuka
Menurut Pavesio, usia Aldi masih cukup memungkinkan untuk mengejar jenjang balap yang lebih tinggi. Meski begitu, jalur menuju Moto2 tidak harus selalu mengikuti pola yang sama dengan pebalap lain.
Yamaha membuka ruang bagi perkembangan karier yang lebih fleksibel, bergantung pada performa, kesiapan, dan peluang yang tersedia. Artinya, Aldi masih memiliki kesempatan untuk berkembang secara bertahap sebelum keputusan mengenai kelas berikutnya ditetapkan.
Pavesio mencontohkan pebalap Spanyol, Manuel Gonzalez, yang mampu berkompetisi di Moto2 tanpa terlebih dahulu membalap di Moto3.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa perjalanan menuju kelas balap yang lebih tinggi tidak selalu harus melalui satu jalur baku, meskipun keputusan akhir tetap bergantung pada berbagai pertimbangan teknis dan pengembangan pebalap.
Performa Aldi di WorldSSP Jadi Modal Penting
Aldi telah memperlihatkan potensi melalui hasil balapan di level internasional. Pada seri pembuka WorldSSP 2026 di Phillip Island, Australia, ia berhasil finis sebagai runner-up Race 2 meski memulai balapan dari posisi ke-28.
Hasil tersebut menjadi catatan positif dalam perjalanannya di kelas WorldSSP setelah menjalani debut pada 2025.
Kemampuan memperbaiki posisi dalam balapan menunjukkan bahwa Aldi memiliki potensi untuk terus bersaing, meski konsistensi tetap menjadi faktor penting dalam perkembangan kariernya.
Di tengah persaingan ketat WorldSSP, Aldi perlu menjaga performa sekaligus meningkatkan pengalaman menghadapi berbagai karakter sirkuit dan lawan.
Hasil positif memang dapat memperkuat peluang promosi, tetapi satu pencapaian belum cukup untuk memastikan langkah menuju Moto2.
Karena itu, perkembangan sepanjang musim, kemampuan beradaptasi dengan motor, dan evaluasi tim akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah kariernya bersama Yamaha.
Yamaha Siapkan Regenerasi Pebalap Indonesia
Selain memantau perkembangan Aldi, Yamaha juga mulai mempersiapkan regenerasi pebalap Indonesia untuk masa depan.
Pavesio menyebut pihaknya perlu mengamati talenta muda yang kini berusia sekitar 13–14 tahun untuk diproyeksikan tampil di kejuaraan internasional.
Rencana tersebut menjadi sinyal bahwa pembinaan pebalap Indonesia tidak hanya berfokus pada satu nama, tetapi juga diarahkan untuk jangka panjang.
Yamaha turut menyiapkan rencana pengembangan kompetisi yang berkaitan dengan penggunaan motor Yamaha YZF-R7 mulai 2028, sebagaimana disampaikan dalam laporan tersebut.
Meski detail penerapannya masih perlu ditunggu, upaya regenerasi ini diharapkan membuka lebih banyak kesempatan bagi talenta muda Indonesia untuk menembus balap dunia.
Bagi Aldi, peluang menuju Moto2 tetap menjadi target yang menarik, sementara keberhasilan di WorldSSP dan konsistensi performa akan menjadi bekal penting untuk menentukan langkah berikutnya.
Statement:
Paolo Pavesio, Managing Director Yamaha Motor Racing
“Untuk saat ini, saya harus katakan bahwa Aldi adalah pebalap yang sangat berarti bagi Yamaha. Dia juara dunia pertama dari Indonesia. Kami sudah mempromosikannya ke Supersport, atau bisa dibilang dia memang layak naik ke Supersport.”
“Saya sangat ingin dia terus berkembang, terus melaju, menjadi semakin profesional, dan menunjukkan kecepatannya.”
“Menurut saya, usianya juga masih memungkinkan, jadi dia bisa naik kelas secara bertahap, tapi bisa juga mengambil jalur lain. Kita punya contoh Gonzalez (Manu), yang belum pernah balapan di Moto3, jadi menurut saya ini bisa menjadi pemicu semangat.”
“Selain itu, kita juga perlu melihat calon pembalap Indonesia berikutnya. Sekarang usianya 13 atau 14 tahun, dan dialah yang akan memulai debut di Moto3 yang baru bersama Pramac.”
3 Poin Penting:
- Peluang menuju Moto2 terbuka: Bos Yamaha Paolo Pavesio menilai Aldi Satya Mahendra masih memiliki waktu untuk berkembang dan berpeluang menempuh jenjang balap yang lebih tinggi.
- Prestasi internasional menjadi modal: Aldi merupakan juara dunia WorldSSP300 2024 dan pernah finis sebagai runner-up Race 2 WorldSSP 2026 di Phillip Island setelah memulai balapan dari posisi ke-28.
- Yamaha fokus pada regenerasi: Selain mendukung perkembangan Aldi, Yamaha juga mengamati calon pebalap Indonesia berusia 13–14 tahun untuk pembinaan jangka panjang.



