Analisis Tajam Dedi Mulyadi Soal Potensi Longsor Kembali Viral

Senin, 26 Januari 2026

Dedi Mulyadi (Kompas)

Sebuah video lama yang diunggah kembali oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial.

Video tersebut menampilkan sosok Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat melakukan analisis mendalam mengenai dampak pembangunan perumahan Bumi Villa Jatiluhur beberapa tahun silam.

Unggahan ini seolah menjadi pengingat keras bagi masyarakat dan pengembang akan pentingnya menjaga keseimbangan alam demi keselamatan bersama.

Dalam dokumentasi tertanggal 25 Agustus 2021 tersebut, Dedi Mulyadi terlihat sedang meninjau langsung kawasan perbukitan yang telah berubah fungsi menjadi area hunian.

Ia menyoroti hilangnya pepohonan besar yang seharusnya berfungsi sebagai paku bumi alami untuk menahan struktur tanah.

Pesan yang disampaikan dalam video tersebut kini terasa sangat relevan dan “ngena” bagi siapa pun yang peduli terhadap kelestarian lingkungan di wilayah Jawa Barat.

Bahaya Laten Pohon Hilang dan Fondasi Bambu yang Rapuh

Dedi Mulyadi secara gamblang menjelaskan bahwa potensi longsor di kawasan tersebut sangat kuat karena hilangnya vegetasi asli.

Hal yang paling mencuri perhatian adalah temuannya mengenai penggunaan bambu sebagai pengganti pohon untuk menahan tanah di area lereng.

Menurut analisisnya, penggunaan bambu saja tidak akan cukup kuat menahan beban tanah dalam jangka panjang, terutama saat curah hujan sedang tinggi-tingginya seperti sekarang.

Bupati Purwakarta, Om Zein, menegaskan bahwa apa yang dianalisis oleh Dedi Mulyadi beberapa tahun lalu adalah fakta yang tidak bisa dibantah.

Hilangnya resapan air dan rusaknya struktur tanah akibat pembangunan yang kurang memperhatikan aspek ekologis menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja.

Pengunggahan video ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada publik agar lebih selektif dan kritis dalam melihat pembangunan di area rawan bencana.

Belajar dari Tragedi Cisarua dan Mitigasi Bencana Jabar

Momen viralnya video ini bertepatan dengan duka mendalam yang melanda kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Pada Sabtu (24/1/2026), bencana tanah longsor yang dahsyat telah menimbun sedikitnya 30 rumah warga dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Tragedi memilukan ini seolah memvalidasi kekhawatiran yang pernah disampaikan Dedi Mulyadi mengenai kerentanan kawasan perbukitan yang tidak dikelola dengan benar secara lingkungan.

Kejadian di Cisarua menjadi potret nyata betapa mahalnya harga yang harus dibayar akibat kelalaian dalam menjaga ekosistem pegunungan. Longsor tidak hanya merusak harta benda, tetapi juga memutus harapan banyak keluarga dalam sekejap.

Pemerintah daerah kini dituntut untuk lebih tegas dalam mengawasi izin pembangunan di wilayah lereng guna memastikan kejadian serupa tidak terus berulang di masa depan.

Urgensi Evaluasi Pembangunan di Wilayah Perbukitan

Bupati Saepul Bahri Binzein berharap video analisis tersebut bisa menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak, termasuk para pemangku kebijakan dan sektor swasta. Keselamatan warga harus berada di atas kepentingan profit semata.

Pembangunan perumahan di wilayah seperti Jatiluhur maupun area perbukitan lainnya di Jawa Barat wajib mengikuti standar mitigasi bencana yang sangat ketat untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di area dengan kemiringan ekstrem.

Di tengah cuaca yang tidak menentu, kesadaran kolektif untuk menanam kembali pohon dan memperbaiki drainase sangatlah krusial.

Tragedi yang telah terjadi harus menjadi pelajaran berharga agar kita tidak lagi abai terhadap tanda-tanda alam yang sudah diperingatkan sejak jauh-jauh hari.

Statement:

Saepul Bahri Binzein, Bupati Purwakarta

“Analisis Kang Dedi Mulyadi soal potensi longsor ini benar adanya dan sangat tajam. Potensi longsor kuat karena area bukit kehilangan pohon, dan penggantinya justru hanya bambu yang digunakan untuk menahan tanah. Kita harus belajar dari video ini dan juga waspada terhadap kejadian seperti di Cisarua agar keselamatan warga selalu menjadi prioritas utama.”

3 Poin Penting:

  • Peringatan Dini: Video lama Dedi Mulyadi tahun 2021 memperingatkan potensi longsor di Jatiluhur akibat hilangnya pohon besar yang diganti dengan bambu.

  • Validasi Bencana: Analisis tersebut terbukti relevan dengan terjadinya longsor besar di Cisarua, Bandung Barat, pada Januari 2026 yang menimbun puluhan rumah.

  • Mitigasi Lingkungan: Pemprov Jabar dan Pemkab Purwakarta menekankan pentingnya pengawasan izin bangunan di area perbukitan demi mencegah jatuhnya korban jiwa akibat bencana alam.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir