Search

Kisah Inspiratif Cynthia Chaerunnisa: Sosok Srikandi di Balik Raksasa Kopi Kenangan

Senin, 18 Mei 2026

Edward Tirtanata dan Cynthia Chaerunnisa (ist)

Skena kopi kekinian di Indonesia jelas tidak bisa dilepaskan dari nama besar Kopi Kenangan yang sudah sangat melekat di hati para pencinta kafein.

Di balik kedigdayaan merek lokal ini, ada sosok pengusaha perempuan sukses yang perannya sangat krusial, yaitu Cynthia Chaerunnisa.

Bersama dua rekannya, Edward Tirtanata dan James Prananto, perempuan lulusan Curtin University ini berhasil meramu strategi jitu hingga membawa bisnis minuman lokal bertransformasi menjadi salah satu unicorn F&B terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Kesuksesan luar biasa yang didekap oleh Cynthia saat ini tentu tidak jatuh begitu saja dari langit secara instan. Sebelum dirinya sukses mengibarkan bendera Kenangan Brands, ia telah menempuh perjalanan karier yang sangat panjang dan berliku di dunia profesional.

Latar belakangnya yang sangat kuat di bidang marketing, manajemen branding, hingga seluk-beluk operasional startup digital menjadi modal utama yang membentuk ketajaman insting bisnisnya dalam membaca peluang pasar urban.

Perjalanan Karier Moncer dari Agensi Premium Hingga Raksasa Teknologi

Langkah awal Cynthia di dunia profesional dimulai setelah ia menyelesaikan studi Mass Communication pada tahun 2011.

Ia tercatat pernah mengasah kemampuannya di PT Mitra Adiperkasa Tbk sebagai Retail Marketing Assistant, lalu berpindah ke Ismaya Group untuk mengelola Pizza e Birra.

Jiwa kepemimpinannya semakin teruji saat ia nekat menceburkan diri ke industri digital dengan mendirikan Lolabox, sebuah startup beauty subscription box yang uniknya sempat mencuri perhatian media bisnis internasional sekelas TechCrunch dan Forbes Indonesia.

Konsistensi dan reputasinya yang cemerlang di dunia pemasaran digital kemudian membawa Cynthia dipercaya menduduki posisi strategis di berbagai perusahaan multinasional terkemuka.

Ia sempat menjabat sebagai Head of Marketing Indonesia di Sephora pada tahun 2014, sebelum akhirnya memutuskan pindah ke Uber Indonesia sebagai Marketing Manager hingga tahun 2018.

Tidak berhenti di situ, raksasa e-commerce Shopee juga pernah mencicipi tangan dingin Cynthia saat ia bergabung sebagai manajer pemasaran di sana.

Modal Sederhana di Bawah Tangga Gedung Menuju Panggung Dunia

Berbekal portofolio mentereng tersebut, Cynthia akhirnya mantap bersinergi dengan Edward dan James untuk merilis Kopi Kenangan pada tahun 2017.

Ide bisnis ini lahir dari keresahan mereka yang melihat absennya kopi berkualitas premium namun dengan harga yang tetap ramah di kantong masyarakat urban.

Mereka mengusung konsep grab-and-goyang super praktis, sebuah terobosan baru yang sangat adaptif dengan gaya hidup anak muda metropolitan yang serbacepat dan anti-ribet.

Menariknya, gerai pertama yang mereka rilis sama sekali jauh dari kesan mewah seperti kafe-kafe estetik zaman sekarang.

Bermodalkan dana awal sekitar Rp150 juta, gerai perdana mereka berdiri di atas lahan super sempit seluas 12 meter persegi di bawah elevator Menara Standard Chartered, Jakarta Selatan.

Berkat keahlian branding dari Cynthia, strategi promosi hari pertama berhasil menjual 700 gelas kopi dan membuat modal awal mereka sepenuhnya balik modal hanya dalam waktu tiga bulan saja.

Inovasi Digital Kilat Saat Pandemi Hingga Sah Menyandang Status Unicorn

Ketangguhan bisnis Kopi Kenangan diuji secara nyata saat badai pandemi COVID-19 melanda Indonesia beberapa tahun lalu.

Kebijakan PPKM membuat gerai-gerai mereka di area perkantoran sepi instan, namun Cynthia bersama tim bergerak kilat dengan memperkuat ekosistem pemesanan online via aplikasi mandiri.

Mereka juga memindahkan fokus ekspansi dari kawasan bisnis ke wilayah residensial, sebuah langkah taktis yang justru membuat jumlah gerai mereka melonjak hingga dua kali lipat pada akhir tahun 2020.

Puncak prestasi dari kerja keras ini berbuah manis pada tahun 2021, di mana Kopi Kenangan resmi menyandang status sebagai New Retail F&B Unicorn pertama di Asia Tenggara setelah meraih pendanaan Seri C senilai Rp1,6 triliun.

Kini, ekspansi mereka tidak hanya terbatas pada produk kopi dengan biji lokal pilihan seperti Gayo dan Toraja saja.

Di bawah komando manajemen yang solid, gurita bisnis mereka terus melebar ke produk Cerita Roti, Chigo, hingga sukses membuka puluhan gerai internasional di Malaysia dan Singapura.

Statement:

Cynthia Chaerunnisa, Co-Founder Kopi Kenangan

“Kopi Kenangan hadir dari keinginan kami untuk menghadirkan kopi berkualitas premium dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Perjalanan dari gerai kecil berukuran 12 meter persegi di bawah tangga hingga bisa menjadi unicorn F&B pertama di Asia Tenggara adalah bukti bahwa kualitas biji kopi lokal dan integrasi teknologi aplikasi bisa bersaing di level global.”

3 Poin Penting:

  • Cynthia Chaerunnisa merupakan salah satu tokoh perempuan penting di balik suksesnya Kopi Kenangan mencapai status unicorn F&B pertama di Asia Tenggara.

  • Sebelum mendirikan bisnis kopi, Cynthia memiliki rekam jejak karier yang impresif di berbagai perusahaan besar seperti Uber, Shopee, Sephora, hingga mendirikan startup kecantikan.

  • Strategi adaptasi digital lewat aplikasi mandiri dan pemindahan fokus gerai ke area residensial menjadi kunci utama Kopi Kenangan tetap bertahan dan tumbuh subur saat pandemi.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan