Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, langsung gerak cepat menyiapkan strategi buat mengurai kemacetan di Kota Bandung.
Kota Kembang yang selalu jadi destinasi favorit wisatawan ini memang diprediksi bakal diserbu jutaan kendaraan.
Dalam perbincangan santai dengan awak media di Bandara Husein Sastranegara pada Minggu (21/12/2025), pria yang akrab disapa KDM ini melontarkan ide yang cukup unik sekaligus mengejutkan publik.
KDM mengusulkan agar operasional angkutan kota (angkot) di Bandung diliburkan sementara waktu, khususnya saat puncak perayaan malam tahun baru.
Langkah ini dinilai bisa mengurangi beban volume kendaraan di jalan-jalan protokol yang sering kali terkunci kemacetan parah.
Menurutnya, ide ini bisa berjalan mulus asalkan Pemerintah Kota Bandung memiliki kesiapan anggaran untuk memberikan kompensasi kepada para pengemudi yang tidak narik.
Sopir Angkot Tetap Cuan Meski Libur Tarik Penumpang
Rencana libur sementara ini bukan berarti para sopir angkot bakal kehilangan penghasilan harian mereka. KDM menegaskan bahwa para pengemudi harus tetap mendapatkan “uang saku” sebagai ganti rugi karena tidak beroperasi.
Ia mengusulkan nominal sebesar Rp500 ribu per angkot untuk diberikan selama masa libur Nataru tersebut. Dengan begitu, para sopir tetap bisa merayakan tahun baru bersama keluarga tanpa harus pusing memikirkan setoran yang kosong.
Ia berharap Wali Kota Bandung bisa menyambut baik usulan ini demi kenyamanan bersama para pengguna jalan.
Skema ini dianggap sebagai solusi win-win agar jalanan Bandung lebih lega bagi wisatawan dan warga lokal, namun kesejahteraan para pekerja transportasi umum tetap terjaga dengan adanya insentif tersebut.
Antisipasi Kemacetan Parah di Titik Rawan Wisata
Kota Bandung memang selalu punya masalah klasik berupa kemacetan horor setiap kali masuk musim liburan.
Beberapa titik seperti arah Setiabudi menuju Lembang, kawasan Dago, hingga area sekitar Alun-Alun biasanya mengalami kepadatan yang luar biasa.
Dengan meliburkan sementara angkot dan menggantinya dengan uang saku, diharapkan arus lalu lintas menjadi lebih teratur dan hambatan di pinggir jalan akibat angkot yang berhenti sembarangan bisa diminimalisasi secara signifikan.
Gubernur juga menekankan pentingnya koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Kota Bandung untuk mematangkan skema teknis pendistribusian dana kompensasi tersebut.
Transparansi data jumlah angkot yang beroperasi menjadi kunci agar anggaran yang dikeluarkan tepat sasaran.
KDM ingin memastikan bahwa momentum Nataru 2026 menjadi pengalaman wisata yang menyenangkan bagi siapa saja yang datang ke Jawa Barat tanpa perlu terjebak macet berjam-jam.
Strategi Transportasi Modern untuk Wajah Baru Bandung
Usulan ini juga menjadi bagian dari evaluasi besar terhadap tata kelola transportasi di ibu kota Jawa Barat. Selain membatasi operasional kendaraan tertentu saat momen puncak, pemerintah juga terus mendorong penggunaan transportasi massal yang lebih terintegrasi.
Meskipun bersifat sementara, kebijakan meliburkan angkot ini bisa jadi eksperimen sosial untuk melihat seberapa besar pengaruh pengurangan jumlah kendaraan umum jenis tersebut terhadap kelancaran arus lalu lintas di pusat kota.
Menutup perbincangannya, KDM berharap seluruh pihak bisa bekerja sama demi kelancaran libur akhir tahun. Ia mengajak masyarakat untuk tetap tertib berlalu lintas dan mendukung setiap kebijakan yang diambil pemerintah daerah.
Dengan sinergi yang kuat, Bandung diharapkan tetap menjadi kota yang ramah dan nyaman untuk dikunjungi, sekaligus memberikan contoh pengelolaan krisis kemacetan yang inovatif bagi kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Statement:
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat
“Mungkin nanti angkutan kota Bandung bisa libur dulu, mudah-mudahan anggaran Pak Wali cukup. Malam tahun baru dan tahun baru sopir angkot diliburkan, diberikan ongkos Rp500 ribu, dan kemudian biaya kita bicarakan bersama.”
3 Poin Penting:
-
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengusulkan penghentian sementara operasional angkot di Bandung selama malam Tahun Baru 2026 guna menekan angka kemacetan.
-
Pemerintah berencana memberikan kompensasi atau uang saku sebesar Rp500 ribu per angkot bagi sopir yang terdampak kebijakan libur sementara tersebut.
-
Kebijakan ini merupakan strategi antisipasi lonjakan volume kendaraan wisatawan yang diprediksi akan memadati titik-titik rawan macet di Kota Bandung selama masa Nataru.
![pembayaran pajak kendaraan [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/pemprov-dki-jakarta-tambah-layanan-samsat-hingga-sabtu-3-300x200.jpeg)
![jemaah haji dan umroh [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Haji-dan-umroh-adalah-panggilan-Allah-swt-300x225.jpg)
![satpol pp tagih kebijakan kemenkes [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/artikel-9-300x192.webp)
![Kebijakan Dedi Mulyadi - gubernur jawa barat [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/https___asset.kgnewsroom.com_photo_pre_2024_06_03_08e699c2-3427-4e53-81e0-6bd4642ca3fc_jpg-2-300x225.jpg)