Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengadakan pertemuan bilateral yang sangat penting dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di New Delhi, India.
Pertemuan dua pemimpin negara serumpun ini berlangsung dengan penuh kehangatan di sela-sela KTT BRICS ke-18.
Pertemuan strategis ini membedah sejumlah isu krusial yang menyangkut kepentingan kedua negara.
Pertemuan ini menegaskan komitmen Malaysia dan Indonesia untuk terus memperkuat hubungan bilateral serta bersinergi menghadapi berbagai tantangan global yang makin kompleks.
Karhutla dan Ancaman Asap Lintas Batas Kembali Jadi Sorotan Utama
Salah satu isu sensitif yang menjadi fokus pembahasan serius antara Anwar dan Prabowo adalah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Masalah ini menjadi perhatian khusus Malaysia karena dampak asap lintas batas sering kali memengaruhi kualitas udara di negara tetangga.
Anwar Ibrahim menyampaikan kegelisahan masyarakat Malaysia mengenai dampak asap karhutla yang mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Kedua pemimpin sepakat untuk mencari solusi permanen guna mencegah terulangnya bencana tahunan ini demi kesejahteraan masyarakat di kedua negara.
Perkuat Komitmen Regional dan Stabilitas Kawasan Asia Barat
Selain membahas isu karhutla, Anwar Ibrahim dan Prabowo Subianto juga memanfaatkan momen ini untuk bertukar pikiran mengenai berbagai perkembangan politik dan keamanan di kawasan Asia Barat.
Keduanya menyoroti pentingnya stabilitas regional demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Asia Tenggara dan sekitarnya.
KTT BRICS ini menjadi platform yang sangat relevan bagi kedua negara untuk memperkuat suara negara-negara berkembang di panggung dunia.
Pertemuan ini mempertegas peran aktif Indonesia dan Malaysia dalam mempromosikan perdamaian dan kerjasama internasional di tengah ketidakpastian politik global.
Undangan Kunjungan Resmi ke Malaysia untuk Tuntaskan Masalah Bilateral
Pertemuan di India ini juga menyiratkan komitmen Anwar Ibrahim untuk terus menjalin hubungan baik dengan pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo.
Anwar kembali menyampaikan undangan resmi kepada Prabowo untuk berkunjung ke Malaysia dalam waktu dekat.
Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk menuntaskan berbagai persoalan bilateral yang masih tertunda dan memperkuat kerjasama di berbagai sektor, termasuk ekonomi, perdagangan, serta investasi.
Prabowo menyambut baik undangan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk segera menjadwalkan kunjungan resmi ke Kuala Lumpur.
Statement:
Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia
“Pembahasan karhutla dilakukan dalam jamuan makan malam KTT BRICS pada Sabtu, 12 September 2026. Selain persoalan asap lintas batas yang turut memengaruhi kualitas udara Malaysia, keduanya membahas perkembangan konflik di Asia Barat.”
3 Poin Penting:
-
Pertemuan Bilateral di KTT BRICS: Anwar Ibrahim bertemu Prabowo Subianto di sela-sela KTT BRICS ke-18 di India untuk membahas isu-isu krusial.
-
Fokus pada Isu Karhutla: Masalah kebakaran hutan dan lahan serta dampak asap lintas batas menjadi fokus pembahasan serius untuk mencari solusi permanen.
-
Kerjasama Regional dan Masalah Bilateral: Keduanya membahas perkembangan kawasan Asia Barat serta undangan kunjungan resmi Prabowo ke Malaysia untuk menuntaskan masalah bilateral.



