Banjir Kembali Landa Denpasar dan Sejumlah Titik di Bali

Senin, 15 September 2025

Banjir di Kota Denpasar, Bali (Komps.com)

Hujan deras kembali mengguyur Kota Denpasar, Bali, pada Senin (15/9) pagi, menyebabkan beberapa area tergenang banjir.

Salah satu lokasi yang terdampak adalah Gang Pandan Sari, Jalan Kebo Iwa Selatan, di mana ketinggian air mencapai paha orang dewasa.

Warga Semakin Waspada

Mengutip Detik Bali, warga setempat, seperti I Wayan Subawa, mengaku kini lebih waspada setelah mengalami banjir besar pada pekan sebelumnya.

Ia sudah mengamankan barang dagangannya ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerugian, seperti yang terjadi pada telur dagangannya yang sempat hanyut terbawa arus.

Menurut warga lain bernama Yogi, banjir ini terjadi karena saluran air yang kecil dan tersumbat oleh banyaknya sampah.

Selain itu, video yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa genangan air juga terlihat di sejumlah titik lain seperti Jalan Bukit Tunggal dan Jalan Tukad Badung.

Imbauan BPBD dan BMKG

Menanggapi kondisi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga untuk mewaspadai potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

BPBD Bali juga mengimbau warga untuk menjaga lingkungan dengan membersihkan saluran air guna mengurangi risiko banjir.

BMKG memprediksi hujan akan terjadi disertai petir dan angin kencang dengan intensitas sedang hingga lebat.

Jasad Korban Banjir Pekan Lalu Ditemukan

Di tengah banjir yang kembali terjadi, satu jasad korban banjir besar pekan lalu berhasil ditemukan di pinggir Tukad Badung, Denpasar, pada Senin pagi.

Korban yang diketahui bernama SI (60) asal Magetan, Jawa Timur, ditemukan tanpa busana dan dalam kondisi membusuk.

Menurut keterangan polisi, korban diduga terseret arus banjir pada 10 September lalu. Jasadnya ditemukan di bawah tumpukan sampah oleh seorang saksi yang mencium bau busuk.

Sebelumnya, lima korban banjir lainnya masih dalam pencarian. Berdasarkan data per Sabtu (13/9), total korban meninggal dunia akibat banjir di Bali mencapai 17 orang.

Statement:

I Wayan Subawa, warga pemilik toko kelontong

“Khawatirnya airnya masuk ke dalam. Kemarin sempat telur-telurnya kebawa arus. Tapi sekarang sudah diamankan,”

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya

“Menjaga lingkungan sekitar dengan membersihkan saluran air guna mengurangi risiko banjir.”

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi

“Dilihat dari tempat lokasi kejadian, diperkirakan korban meninggal hanyut akibat terseret arus banjir.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir