Search
Search
Search

Baterai EV vs Mesin Bensin: Siapa yang Bakal Awet Bertahan di Jalanan?

Senin, 5 Oktober 2026

Baterai EV vs Mesin Bensin (ist)

Tren kendaraan listrik (electric vehicle/EV) memang lagi hits banget dan jadi incaran anak muda yang peduli lingkungan serta pengen tampil modern.

Namun, satu pertanyaan besar yang sering bikin penasaran adalah sejauh mana ketahanan baterai mobil listrik jika dibandingkan dengan mesin bensin konvensional (Internal Combustion Engine/ICE)?

Studi terbaru menunjukkan bahwa baterai EV dapat bertahan antara 10 hingga 20 tahun, sedangkan mobil bensin umumnya memiliki umur pakai rata-rata sekitar 320.000 kilometer.

Perbandingan ini mencerminkan perbedaan yang cukup signifikan, baik dari segi masa pakai maupun estimasi biaya perawatan jangka panjang.

Berdasarkan hasil studi dari Nature Energy yang menganalisis lebih dari 29 juta kendaraan di Inggris sejak 2005 hingga 2022, produsen EV memang sangat optimistis terhadap ketahanan baterai mereka.

Tesla mengklaim baterainya sanggup bertahan hingga 20 tahun, sementara Nissan menyatakan hampir seluruh baterai yang diproduksinya masih berfungsi secara efektif di jalanan.

Garansi Panjang Produsen dan Laju Degradasi Baterai yang Makin Menurun

Untuk memberikan rasa aman bagi para penggunanya, mayoritas pabrikan kendaraan listrik memberikan garansi resmi baterai setidaknya selama delapan tahun atau setara 160.000 kilometer.

Dukungan garansi panjang ini menjadi angin segar bagi konsumen yang masih ragu akan daya tahan komponen utama EV tersebut.

Kualitas riset dan teknologi yang makin berkembang pesat juga terbukti berhasil menekan laju penurunan kinerja baterai dari tahun ke tahun.

Hal ini diperkuat oleh studi terpisah dari Geotab yang melakukan pemantauan terhadap 5.000 unit kendaraan listrik di berbagai negara.

Hasil riset menemukan bahwa tingkat degradasi kapasitas baterai EV berhasil ditekan dari 2,3% per tahun pada 2019 menjadi hanya 1,8% pada 2024.

Penurunan laju degradasi ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi teknologi baterai terus mengalami peningkatan efisiensi dan keandalan yang sangat signifikan.

Ketahanan Mesin Bensin dan Realita Penggantian Baterai Kendaraan Listrik

Di sisi lain, mobil bermesin pembakaran internal atau bensin memiliki rekam jejak daya tahan yang sudah teruji dengan rata-rata masa pakai 320.000 kilometer.

Bahkan, ada kasus menarik seperti Toyota Tacoma yang tercatat sanggup menembus jarak tempuh fantastis hingga hampir 3,2 juta kilometer.

Walau demikian, mesin bensin tetap tidak luput dari masalah keausan komponen teknis yang membutuhkan perbaikan periodik atau penggantian mesin secara berkala.

Meskipun Tesla mengklaim baterainya mampu bertahan lebih lama dari usia fisik mobil itu sendiri, fakta di lapangan menunjukkan dinamika yang berbeda.

Sebagai contoh, seorang pemilik Tesla Model S di Jerman dilaporkan harus mengganti baterai kendaraannya sebanyak empat kali dalam jarak tempuh 250.000 kilometer.

Kasus ini membuktikan bahwa frekuensi serta biaya penggantian baterai masih menjadi tantangan nyata yang perlu diantisipasi calon pembeli.

Perbandingan Biaya Penggantian Komponen dan Prospek Cerah Transisi EV

Dari segi finansial, biaya penggantian baterai kendaraan listrik saat ini berada di kisaran USD 6.500 hingga USD 20.000 (sekitar Rp100 juta hingga Rp300 jutaan).

Angka ini memang relatif lebih tinggi dibanding biaya penggantian mesin bensin yang berkisar antara USD2.000 hingga USD10.000.

Kendati demikian, harga baterai tercatat sudah berhasil turun sekitar 16% berkat kemajuan teknologi manufaktur serta efisiensi skala produksi global.

Pada akhirnya, keputusan memilih antara mobil listrik atau mobil bensin tidak hanya bergantung pada durabilitas mesin semata, tetapi juga memperhitungkan biaya perawatan, nilai guna jangka panjang, dan dampak lingkungan.

Seiring pesatnya perkembangan riset baterai, kesenjangan biaya dan masa pakai antara EV dan mobil bensin diprediksi akan makin menipis, sekaligus mempercepat transisi menuju era transportasi yang ramah lingkungan.

Kutipan:

Hasil Studi Geotab & Nature Energy

“Baterai kendaraan listrik biasanya bergaransi setidaknya selama delapan tahun atau 160.000 km, memberikan ketenangan pikiran kepada pengguna mengenai daya tahan komponen penting ini. Sementara tingkat degradasi kapasitas baterai telah menurun dari 2,3% per tahun pada tahun 2019 menjadi 1,8% pada tahun 2024.”

3 Poin Penting:

  • Daya Tahan Baterai vs Mesin Bensin: Baterai kendaraan listrik diproyeksikan bertahan 10–20 tahun dengan garansi rata-rata 8 tahun, sedangkan mobil bensin memiliki umur pakai rata-rata 320.000 km.

  • Penurunan Laju Degradasi: Teknologi baterai makin canggih dengan tingkat degradasi kapasitas yang membaik dari 1,8 persen per tahun pada 2024 dibanding 2,3 persen pada 2019.

  • Perbandingan Biaya Perawatan: Biaya penggantian baterai EV (USD 6.500–USD 20.000) masih lebih tinggi dari penggantian mesin bensin (USD 2.000–USD 10.000), namun harganya terus menurun seiring skala produksi.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan