Awal tahun 2026 ini warga Rusunawa PIK 2, Kelurahan Penggilingan, Cakung, lagi kena ujian hidung nih, Sobat! Tumpukan sampah yang meluber sampai ke badan jalan bikin lingkungan jadi nggak estetik dan aromanya sampai tercium ke lantai 12 rusun.
Fenomena “lautan sampah” ini sempat viral di aplikasi Jaki setelah warga melaporkan bau menyengat yang sangat mengganggu aktivitas harian mereka, apalagi akses jalan di samping rusun sampai tertutup dan becek parah.
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Timur, Julius Monangta, akhirnya angkat bicara soal penyebab kekacauan ini.
Ternyata, usut punya usut, lokasi tersebut jadi “langganan” pembuangan sampah warga dari luar Kelurahan Penggilingan.
Banyak oknum dari kelurahan tetangga yang diam-diam membuang sampah di sana, sehingga volume sampah jadi membeludak dan nggak sebanding dengan kapasitas tempat penampungan yang tersedia.
Jurus Baru Sudin LH Pakai Truk Kompaktor Biar Nggak Bau
Biar masalah ini nggak berlarut-larut, Sudin LH Jakarta Timur lagi gencar mengubah pola angkut sampah. Julius menjelaskan kalau sekarang mereka mulai mengurangi titik TPS yang modelnya “tumpah tanah” karena selain bikin kotor, baunya juga susah hilang.
Sebagai gantinya, petugas mengarahkan para penarik gerobak untuk langsung memindahkan sampah ke truk kompaktor (truk pemadat sampah) agar lebih higienis dan terlihat lebih rapi secara estetika kota.
Selama ini, Kelurahan Cakung Barat dan Cakung Timur ikut-ikutan menyumbang sampah di Penggilingan, padahal mereka sebenarnya sudah punya layanan TPS sendiri.
Dengan pola baru ini, diharapkan setiap kelurahan bisa lebih mandiri mengelola sampahnya di titik masing-masing.
Jadi, truk kompaktor bakal standby sesuai jadwal, sampah langsung naik dari gerobak ke truk, dan kendaraan langsung jalan tanpa meninggalkan sisa air lindi yang bikin jalanan becek dan bau.
Lemahnya Pengawasan Bikin Pembuang Sampah Liar Merajalela
Julius nggak menampik kalau salah satu alasan kenapa sampah di PIK Penggilingan ini bisa sampai meluber adalah karena pengawasan yang masih kendor.
Lokasi tersebut nggak dijaga 24 jam penuh, walhasil banyak warga “nakal” yang datang pakai motor malam-malam cuma buat numpang buang sampah.
Bahkan, ada laporan kalau warga dari lingkungan sekitar juga ikut-ikutan membuang sampah secara sembarangan di luar jam operasional petugas.
Kondisi lapangan di sekitar Rusunawa PIK 2 memang sempat memprihatinkan dengan antrean truk yang mengular dan genangan air yang kotor.
Masalah ini jadi makin pelik karena sampah yang meluber sampai menutupi akses jalan menuju Perumahan Taman Jatinegara.
Sudin LH pun memastikan bakal terus berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk melakukan penataan ulang agar fungsi jalan kembali normal dan warga rusun bisa bernapas lega tanpa gangguan bau sampah.
Harapan Baru Warga Penggilingan Lewat Penataan Ulang TPS
Rencana ke depannya, Sudin LH Jakarta Timur pengen mengunci arus sampah agar kembali ke “habitat” masing-masing.
Warga Cakung Barat diminta kembali ke TPS Cakung Barat, begitu juga dengan Cakung Timur. Fokus layanan di lokasi Rusunawa PIK 2 nantinya bakal dikhususkan hanya untuk melayani warga Kelurahan Penggilingan saja.
Langkah tegas ini diambil demi mengembalikan hak warga rusun untuk mendapatkan lingkungan yang bersih dan sehat.
Warga sangat berharap janji penataan ulang ini bukan cuma wacana saja, karena bau semerbak sampah sudah sangat menyiksa hingga ke unit-unit hunian atas.
Dengan pola angkut langsung ke truk kompaktor dan pengawasan yang lebih ketat, wajah Rusunawa PIK 2 diharapkan bisa segera berubah jadi lebih kinclong.
Kita tunggu saja nih, Sobat, semoga aksinya secepat kilat biar warga nggak perlu lagi tutup hidung setiap kali lewat atau buka jendela rumah.
Statement:
Julius Monangta, Kepala Sudin LH Jakarta Timur
“Iya, betul banyak dari luar. Jadi kita sepakati jamnya, jadi naik langsung ke kompaktor dan kendaraannya jalan. Kita pengen nanti yang berasal dari Kelurahan Cakung Barat ya kembali ke TPS yang ada di Cakung Barat. Yang ada di Cakung Timur ya sudah kembali ke Cakung Timur. Kita melayani yang ada di Kelurahan Penggilingan karena memang lokasinya di Kelurahan Penggilingan. Memang kita sudah mulai kurangi nih titik-titik TPS yang ditumpah-tumpahin karena kalau ditumpahin itu kan tidak bagus ya secara estetika.”
3 Poin Penting:
-
Penyebab Penumpukan: Melubernya sampah di Rusunawa PIK Penggilingan disebabkan oleh banyaknya warga dari luar kelurahan (Cakung Barat dan Cakung Timur) yang ikut membuang sampah di lokasi tersebut.
-
Perubahan Pola Angkut: Sudin LH Jakarta Timur mulai menghapus TPS model “tumpah tanah” dan beralih menggunakan truk kompaktor (gerobak langsung ke truk) demi menjaga estetika dan mengurangi bau.
-
Penataan dan Pengawasan: Lemahnya pengawasan 24 jam memicu aksi buang sampah liar pada malam hari, sehingga Pemkot Jaktim berencana menata ulang TPS agar hanya melayani sampah dari wilayah Kelurahan Penggilingan saja.



