Search

Bikin Pemancing Takjub! Hiu Paus Raksasa Muncul di Bawah Jembatan Suramadu

Jumat, 31 Juli 2026

Suramadu (ist)

Suasana santai memancing di bawah Jembatan Suramadu, Jawa Timur, mendadak jadi momen heboh yang tak terlupakan. Seekor hiu paus atau hiu tutul berukuran raksasa terekam kamera sedang asyik mondar-mandir di perairan Selat Madura.

Kemunculan mamalia laut bertubuh megah ini langsung menyedot perhatian warga setempat karena dinilai sangat jarang terjadi di area tersebut.

Salah seorang pemancing lokal yang berhasil mengabadikan momen langka ini, Abdul Malik, menyebutkan bahwa peristiwa menarik tersebut terjadi pada 19 Juli 2026.

Kala itu, ia sedang asyik menanti umpan disambar ikan, sebelum akhirnya dikejutkan oleh pergerakan hewan laut raksasa dengan corak totol khas yang melintas santai di dekat posisinya.

Ukuran Melebihi Perahu Nelayan dan Berburu Udang Kecil

Berdasarkan pengamatan langsung di lokasi, ukuran hiu paus tunggal tersebut benar-benar luar biasa besar. Malik mengungkapkan bahwa dimensi tubuh sang hiu paus bahkan melebihi ukuran perahu nelayan pesisir yang biasa berlalu-lalang di perairan Selat Madura.

Sontak, pemandangan spektakuler ini membuat dirinya terpana sekaligus takjub luar biasa.

Meskipun kerap memancing di wilayah tersebut, Malik mengaku baru pertama kali menyaksikan fenomena menakjubkan ini secara langsung.

Ia menduga kuat bahwa hiu paus tersebut sengaja mendekat ke area bawah Jembatan Suramadu untuk berburu mangsa. Pasalnya, perairan di kawasan tersebut memang dikenal kaya akan potensi pasokan udang-udang kecil.

Penjelasan Pakar Biologi Laut Mengenai Perilaku Soliter

Menanggapi fenomena viral ini, Ahli Biologi Laut sekaligus dosen Program Studi Kelautan Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Insafitri, memberikan pandangan ilmiahnya.

Ia menjelaskan bahwa hiu paus pada dasarnya memiliki kecenderungan untuk bergerak secara mandiri atau soliter saat sedang mencari makan, alih-alih selalu bergerombol dalam kelompok besar.

Kendati demikian, pola perilaku spesies ini dapat menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar.

Jika suatu perairan menyediakan ketersediaan pasokan makanan yang sangat melimpah, tak jarang kawanan hiu paus akan berkumpul di titik lokasi yang sama untuk memanfaatkan momen berburu tersebut.

Migrasi Musim Kemarau di Perairan Hangat dan Dangkal

Lebih lanjut, Insafitri memaparkan bahwa habitat favorit hiu paus adalah perairan yang cenderung hangat, dangkal, serta memiliki ruang jelajah yang luas.

Wilayah Selat Madura sendiri sering kali menjadi jalur lintasan strategis bagi spesies ini untuk melakukan rute migrasi tahunan sekaligus mencari sumber nutrisi.

Proses migrasi alami ini umumnya berlangsung rutin pada periode musim kemarau, tepatnya sekitar bulan Juli hingga Oktober, serta gelombang berikutnya pada Desember hingga Maret.

Dalam rentang waktu tersebut, hiu paus akan aktif mengarungi laut dangkal dengan kedalaman di bawah 200 meter, menyusuri kawasan perairan luas seperti Samudra Hindia maupun Laut Jawa.

Statement:

Abdul Malik, Pemancing & Perekam Video

“Itu ada tutulnya dan mondar mandir bergerak. Itu hanya satu ekor. Lebih besar dari perahu, makanya saat lihat itu saya takjub sekali. Banyak udang kecilnya di bawah Suramadu mungkin karena itu hiu pausnya ke sana.”

Insafitri, Ahli Biologi Laut & Dosen Prodi Kelautan UTM

“Mereka lebih suka cari makan sendiri, tapi kadang kalau ketersediaan makanan melimpah mereka akan berkelompok. Mereka makannya secara filter feeder, makannya plankton, seperti kril, udang kecil, dan ikan kecil.”

3 Poin Penting:

  • Penampakan Raksasa di Suramadu: Seekor hiu paus tunggal berukuran lebih besar dari perahu nelayan terekam kamera warga saat melintas di bawah Jembatan Suramadu pada 19 Juli 2026.

  • Faktor Ketersediaan Makanan: Hiu paus mendekat ke area dangkal Selat Madura didorong oleh melimpahnya pakan alami seperti udang kecil, kril, plankton, dan ikan-ikan kecil.

  • Pola Migrasi Musim Kemarau: Menurut ahli biologi laut UTM, kemunculan hiu tutul ini merupakan bagian dari rute migrasi rutin di perairan hangat dan dangkal (<200 meter) yang berlangsung antara bulan Juli–Oktober dan Desember–Maret.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan