Search

Blak-blakan Yenny Wahid Soal Izin Tambang Ormas: Ada Menteri yang Ngotot Banget?

Minggu, 21 Desember 2025

Yenny Wahid (kompas.com)

Dunia politik dan isu lingkungan mendadak ramai setelah Yenny Wahid memberikan pernyataan mengejutkan dalam acara Haul ke-16 Gus Dur.

Di hadapan para jemaah di Pesantren Tebuireng, Jombang, Rabu (17/9/2025) malam, putri Presiden ke-4 RI ini membongkar fakta di balik pemberian izin tambang untuk ormas keagamaan.

Kabar ini tentu saja langsung memicu diskusi hangat di kalangan anak muda yang kritis terhadap isu pengelolaan sumber daya alam.

Yenny mengungkapkan bahwa isu pemberian konsesi tambang ini ternyata memicu perdebatan di internal pemerintahan.

Melalui diskusi mendalam bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, terungkap bahwa tidak semua pejabat setuju dengan langkah tersebut.

Informasi ini menjadi angin segar sekaligus tanda tanya besar bagi publik mengenai siapa sebenarnya dalang di balik kebijakan yang kontroversial ini.

Rahasia di Balik Diskusi Bersama Luhut Binsar Pandjaitan

Dalam keterangannya, Yenny menegaskan bahwa Luhut Binsar Pandjaitan sejak awal memiliki sikap yang konsisten untuk menolak pemberian konsesi tambang bagi organisasi kemasyarakatan (ormas).

Sikap tegas Luhut ini didasari oleh pertimbangan profesionalisme dan risiko tata kelola tambang yang sangat kompleks.

Namun, yang menarik adalah adanya tekanan dari pihak lain agar izin tersebut tetap diloloskan demi kepentingan tertentu.

Rasa penasaran Yenny membawanya pada pertanyaan krusial mengenai siapa sosok yang paling keras kepala atau “ngotot” agar izin tambang ini diberikan kepada ormas, khususnya Nahdlatul Ulama (NU).

Jawaban yang diterima dari Luhut pun cukup mencengangkan, yakni adanya keterlibatan seorang menteri aktif yang secara agresif mendorong kebijakan ini agar segera disahkan oleh pemerintah.

Dugaan Afiliasi Politik dalam Konsesi Tambang

Kejutan tidak berhenti sampai di situ, karena Yenny juga membagikan informasi tambahan yang ia peroleh dari rekan-rekan media.

Berdasarkan penelusuran para wartawan, muncul indikasi bahwa menteri yang bersangkutan memiliki motif tersembunyi.

Diduga kuat, pemberian izin tambang tersebut diarahkan kepada ormas-ormas keagamaan yang memiliki kedekatan atau afiliasi dengan partai politik tempat sang menteri bernaung.

Informasi ini jelas menjadi peringatan bagi tata kelola pemerintahan yang bersih dari praktik transaksional.

Jika benar izin tambang digunakan sebagai alat politik untuk merangkul basis massa melalui ormas, maka transparansi dalam pemberian izin tambang ormas perlu dipertanyakan kembali.

Hal ini sangat krusial mengingat sektor pertambangan memiliki dampak lingkungan dan sosial yang sangat luas bagi masyarakat lokal.

Pesan Moral dari Tebuireng untuk Masa Depan Bangsa

Momentum Haul Gus Dur yang seharusnya kental dengan nuansa spiritual justru menjadi panggung bagi Yenny untuk menyuarakan kegelisahan publik.

Baginya, ormas keagamaan seharusnya tetap menjaga marwahnya dan tidak terjebak dalam pusaran bisnis pertambangan yang penuh risiko.

Pernyataan ini sekaligus mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap bagaimana sumber daya alam Indonesia dikelola oleh para pemangku kebijakan.

Publik kini menanti klarifikasi lebih lanjut mengenai siapa sosok menteri yang dimaksud dalam testimoni Yenny Wahid tersebut.

Di tengah sorotan tajam terhadap transparansi energi dan mineral, pengakuan ini diharapkan menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali regulasi pemberian izin tambang ormas.

Jangan sampai kebijakan yang terlihat mulia justru ditunggangi oleh kepentingan politik praktis yang merugikan kepentingan nasional dalam jangka panjang.

Statement:

Yenny Wahid

“Yang lebih saya khawatirkan lagi adalah bahwa saya tanya kepada Pak Luhut, siapa yang ngotot untuk memberikan izin tambang? Dikatakan ada seorang menteri yang ngotot memberikan tambang. Nah, ternyata sekarang ada beberapa teman-teman wartawan mengatakan, bahwa menteri itu memberikan izin tambang untuk ormas-ormas keagamaan yang berafiliasi dengan partainya.”

3 Poin Penting:

  • Yenny Wahid mengungkapkan adanya menteri yang bersikeras memberikan izin tambang kepada ormas keagamaan meski mendapat penolakan dari pihak lain.

  • Informasi tersebut didapat Yenny setelah berdiskusi dengan Luhut Binsar Pandjaitan yang sejak awal menyatakan ketidaksetujuannya terhadap konsesi tambang ormas.

  • Muncul dugaan bahwa pemberian izin tambang tersebut berkaitan erat dengan kepentingan afiliasi partai politik tertentu untuk mencari dukungan massa.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan