Search
Search
Search

BNPB Rilis Data Karhutla Tembus 72 Ribu Hektare, Istana Bidik 4 Korporasi Nakal

Minggu, 23 Agustus 2026

karhutla Kalimantan (ist)

Ancaman bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di berbagai wilayah Indonesia kian menyita perhatian publik setelah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data statistik titik api terbaru.

Berdasarkan catatan resmi BNPB per Agustus 2026, total luas area lahan yang hangus terbakar di seluruh tanah air telah menembus angka fantastis, yakni mencapai 72.798,73 hektare.

Kondisi darurat ekologi ini memicu respons cepat dari berbagai instansi pemerintah untuk memperketat koordinasi pemadaman dan pencegahan krisis udara bersih.

Data statistik tersebut dipaparkan secara rinci oleh Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, yang mengungkapkan peta sebaran wilayah terdampak Karhutla di Indonesia.

Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) tercatat menjadi wilayah dengan dampak kerusakan terparah, di mana luas area terbakar mencapai 38.310,89 hektare.

Menyusul di posisi berikutnya, Provinsi Riau mencatat luas lahan terbakar sebesar 16.249,24 hektare, Kalimantan Selatan 8.019,62 hektare, Kalimantan Tengah 7.634,46 hektare, Sumatera Selatan 1.926,23 hektare, serta Jambi seluas 658,29 hektare.

Mobilisasi Puluhan Ribu Pasukan Satgas Darat dan Kendala Lapangan

Guna menundukkan amukan si jago merah yang terus meluas, pemerintah telah mengerahkan kekuatan penuh dengan meluncurkan sebanyak 57.267 personel Satgas Darat ke berbagai titik rawan.

Pembagian personel difokuskan pada area krusial, meliputi 17.764 petugas di Riau, 11.567 personel di Sumatera Selatan, 10.700 prajurit di Kalimantan Tengah, 10.010 personel di Kalimantan Barat, 5.818 petugas di Jambi, serta 1.408 personel di Kalimantan Selatan.

Kehadiran puluhan ribu petugas ini menjadi garda terdepan dalam meredam pergerakan api agar tidak mendekati area permukiman.

Meski demikian, operasional pemadaman di lapangan menemui hambatan berat akibat faktor cuaca ekstrem dan krisis pasokan air.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) BNPB, Berton Pandjaitan, membeberkan bahwa fenomena kekeringan panjang dengan deretan hari tanpa hujan membuat sumber air mengering drastis.

Petugas di daerah seperti Kalsel kerap kesulitan mendapatkan pasokan air pemadam, sehingga membutuhkan pembuatan sumur bor darurat serta rekayasa normalisasi kanal secara terpadu.

Instruksi Ketat Presiden Prabowo dan Investigasi Empat Korporasi Besar

Maraknya kasus kebakaran lahan ini memicu respons tegas langsung dari pucuk pimpinan pemerintahan pusat.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan khusus dalam dua kali rapat terbatas untuk menindak tegas siapa pun yang terbukti memicu bencana Karhutla.

Tindakan hukum tanpa pandang bulu akan dijatuhkan, baik kepada entitas perorangan maupun korporasi yang sengaja membakar lahan demi pembukaan kawasan baru.

Pemerintah mengonfirmasi bahwa saat ini sudah ada empat korporasi besar di wilayah Kalimantan Barat yang sedang masuk dalam proses penyelidikan intensif aparat penegak hukum.

Langkah investigasi ini membidik tak hanya eksekutor di lapangan, tetapi juga pihak-pihak yang memberikan perintah atau arahan untuk melakukan pembakaran lahan.

Komitmen ini menegaskan bahwa aksi perusakan lingkungan tidak akan lagi ditoleransi atas alasan efisiensi bisnis belakangan ini.

Sinergi Lintas Sektor Demi Pengendalian Krisis Lingkungan

Ancaman bencana asap yang membahayakan kesehatan dan perekonomian nasional mendorong sinergi intensif antara BNPB, TNI, Polri, serta pemerintah daerah.

Fokus utama saat ini berpusat pada penanganan darurat darat dan udara serta percepatan penegakan hukum bagi para pelanggar aturan.

Langkah penindakan hukum secara transparan diyakini menjadi kunci utama dalam memberikan efek jera agar kasus serupa tidak terus berulang setiap musim kemarau datang.

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk turut aktif melaporkan kemunculan titik api awal di sekitar wilayah pemukiman maupun area perkebunan.

Kolaborasi antara pengawasan ketat dari aparat, ketegasan penegakan hukum terhadap korporasi nakal, serta kesadaran menjaga lingkungan menjadi benteng utama dalam menyelamatkan kawasan hutan Indonesia dari kerusakan yang lebih parah.

Statement:

Berton Pandjaitan, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

“Pertama, kekeringan dengan banyak hari tanpa hujan. Kesulitan mendapatkan air di lapangan, termasuk di Kalsel. Butuh sumur dan normalisasi kanal.”

Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara

“Ya, yang tadi dilaporkan ada empat korporasi yang sedang dalam proses penyelidikan. Di Kalimantan Barat.”

“Salah satu penekanan dari Bapak Presiden dan kita semua bahwa bilamana ditemukan ada tindak-tindak pidana yang memang itu melanggar dan menyebabkan terjadinya kebakaran itu harus ditindak baik perorangan maupun korporasi-korporasi maupun individu-individu.”

“Atau siapa pun yang memberikan arahan atau perintah untuk melakukan pembakaran atau melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.”

3 Poin Penting:

  • Luas Karhutla Tembus 72 Ribu Hektare: BNPB mencatat total luas Karhutla di Indonesia mencapai 72.798,73 ha, dengan Kalimantan Barat sebagai area terdampak terluas mencapai 38.310,89 ha.

  • Kekeringan Hambat Pemadaman: Sebanyak 57.267 personel Satgas Darat diterjunkan, namun menghadapi kendala serius berupa kekeringan dan minimnya pasokan air di lapangan.

  • Penyelidikan Korporasi & Instruksi Presiden: Presiden Prabowo menginstruksikan penindakan hukum tegas tanpa pandang bulu, di mana empat korporasi di Kalbar saat ini resmi diselidiki.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan