Bukan Cuma Salah Hujan! Ada Tangan Nakal di Balik Bencana Banjir Sumatra

Senin, 29 Desember 2025

Bencana Sumatra (AFP)

Belakangan ini, kabar soal banjir dan longsor di Sumatra sering banget lewat di timeline kita. Banyak yang mengira ini murni karena cuaca ekstrem atau takdir alam yang lagi nggak bersahabat.

Tapi, tahu nggak sih kalau ternyata ada “peran” manusia di balik deretan bencana hidrometeorologi tersebut?

Alam sebenarnya punya cara sendiri buat memproteksi diri, namun sayangnya benteng alami itu perlahan mulai runtuh karena ulah tangan-tangan nggak bertanggung jawab.

Isu ini dikupas tuntas oleh Prof. Bambang Hero Saharjo, Kepala Pusat Studi Bencana (PSB) IPB University. Beliau menyoroti betapa parahnya kondisi hutan yang mulai gundul di beberapa titik di Sumatra.

Tanpa adanya pepohonan yang berfungsi sebagai penahan air, air hujan nggak lagi meresap ke dalam tanah, melainkan langsung terjun bebas ke bawah dengan arus yang deras.

Inilah yang akhirnya memicu banjir bandang dan tanah longsor yang merugikan banyak orang.

Aktivitas Ilegal yang Jadi “Biang Kerok” Bencana

Bencana hidrometeorologi ini sebenarnya bukan cuma soal hujan di atas normal, tapi soal hilangnya keseimbangan ekosistem.

Prof. Bambang menjelaskan bahwa ada aktivitas manusia yang sengaja maupun lalai yang menjadi pemicu utamanya. Mulai dari pembalakan liar hingga pembukaan lahan secara masif untuk kepentingan ekonomi singkat.

Saat hutan gundul, fungsi hidrologi daerah aliran sungai (DAS) jadi rusak parah, bikin pola musim jadi makin nggak menentu dan susah diprediksi.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013, pembalakan liar bukan sekadar potong pohon sembarangan, tapi pemanfaatan hasil hutan kayu secara tidak sah dan terorganisasi.

Selain itu, banyak juga pihak yang menggunakan kawasan hutan tanpa izin atau menyalahgunakan izin yang ada.

Dampaknya nggak main-main; jutaan hektare hutan hilang, cadangan karbon lepas ke atmosfer, dan pemanasan global pun makin parah.

Jadi, jangan heran kalau cuaca sekarang makin terasa panas dan nggak menentu.

Tanggung Jawab Hukum dan Pentingnya Menjaga Hutan

Satu hal yang ditegaskan oleh Prof. Bambang adalah soal keadilan. Pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas ilegal ini nggak boleh lepas tangan begitu saja.

Mereka nggak bisa berlindung di balik alasan “bencana alam” untuk menghindari tanggung jawab hukum.

Kerusakan infrastruktur, hilangnya harta benda, hingga jatuhnya korban jiwa adalah konsekuensi nyata dari keserakahan yang merusak lingkungan.

Pertanggungjawaban hukum harus ditegakkan supaya ada efek jera bagi para perusak hutan.

Sebagai generasi muda, kita harus makin melek soal isu lingkungan seperti ini. Menjaga Sumatra bukan cuma tugas pemerintah, tapi tugas kita semua untuk menyuarakan perlindungan hutan.

Hutan bukan cuma sekumpulan pohon, tapi sistem pendukung kehidupan yang menjaga kita dari bencana.

Kalau hutannya sehat, risiko banjir dan longsor bisa ditekan, dan kita bisa hidup lebih aman tanpa rasa waswas setiap kali hujan deras turun.

Statement:

Prof. Bambang Hero Saharjo, Kepala Pusat Studi Bencana (PSB) IPB University

“Ada aktivitas manusia di baliknya, baik yang dilakukan secara sengaja maupun akibat kelalaian. Ketika kondisi ini dipicu oleh hujan di atas normal, terjadilah bencana yang menelan korban jiwa, merusak lingkungan dan infrastruktur, serta menimbulkan penderitaan bagi banyak keluarga. Pihak-pihak di balik aktivitas ilegal tersebut tidak bisa berlindung dari tanggung jawab hukum.”

3 Poin Penting:

  • Faktor Manusia: Bencana hidrometeorologi di Sumatra tidak murni faktor alam, melainkan dipicu oleh aktivitas manusia seperti pembalakan liar dan perusakan hutan.

  • Kerusakan Ekosistem: Hilangnya tutupan hutan menyebabkan rusaknya fungsi hidrologi DAS dan pelepasan karbon yang memperparah pemanasan global.

  • Tegakkan Hukum: Pelaku aktivitas ilegal di kawasan hutan harus dimintai pertanggungjawaban hukum secara tegas karena dampaknya yang fatal bagi masyarakat dan lingkungan.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir