Presiden RI Prabowo Subianto kembali menunjukkan komitmen “gercep” dalam menangani dampak bencana alam di tanah air.
Pada Rabu (17/12/2025) sore, pesawat Kepresidenan yang membawa orang nomor satu di Indonesia tersebut mendarat mulus di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang Pariaman.
Kehadiran Prabowo kali ini bertujuan untuk memantau langsung kondisi terkini wilayah Sumatra Barat yang dihantam banjir besar pada akhir November lalu.
Sekitar pukul 18.30 WIB, Presiden Prabowo yang tampak bersemangat langsung disambut hangat oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, setibanya di bandara.
Tidak sendirian, kunjungan kerja kali ini juga didampingi oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya.
Kehadiran jajaran pimpinan tinggi negara ini menjadi angin segar bagi warga setempat yang sedang berjuang bangkit dari masa-masa sulit akibat bencana alam.
Konsistensi Pantau Lapangan dan Rencana Kunjungan Rutin Sepekan Sekali
Bagi Presiden Prabowo, kunjungan ke Sumatra Barat ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan bagian dari pemantauan berkelanjutan.
Beliau tercatat sudah berkali-kali menginjakkan kaki di tanah Sumatera demi memastikan bantuan dan penanganan berjalan sesuai rencana.
Fokus utamanya jelas, yakni memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah pusat tanpa birokrasi yang berbelit-belit.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna sebelumnya, Presiden sempat menegaskan ambisinya untuk hadir lebih dekat dengan rakyat Sumatera.
Beliau berencana mengunjungi daerah-daerah terdampak, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat, minimal satu minggu sekali.
Langkah ini diambil agar pemerintah pusat mendapatkan data terkini dan bisa langsung mengambil keputusan strategis di lapangan guna mempercepat proses normalisasi daerah.
Harapan Besar untuk Rekonstruksi dan Doa bagi Kepulihan Sumatera
Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya sinergi dan doa bersama untuk kekuatan warga Sumatera. Beliau mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap optimistis bahwa situasi akan segera pulih seperti sediakala.
Fokus pemerintah saat ini sudah mulai bergeser dari masa tanggap darurat menuju tahap rekonstruksi dan rehabilitasi infrastruktur yang rusak akibat terjangan banjir dan tanah longsor.
Bekerja keras menjadi kata kunci yang terus digaungkan oleh Presiden dalam setiap arahannya kepada jajaran kabinet.
Dengan pengawasan langsung setiap pekan, diharapkan pembangunan kembali jembatan, jalan, dan rumah warga tidak mengalami penundaan.
Langkah proaktif ini diharapkan dapat menjadi standar baru dalam manajemen penanggulangan bencana di Indonesia yang lebih responsif dan berpihak pada keselamatan rakyat.
Statement:
Prabowo Subianto, Presiden RI
“Saya merencanakan minimal seminggu sekali akan saya lihat daerah itu, untuk memantau perkembangan. Kita berdoa saudara-saudara kita segera bisa pulih, dan kita bekerja keras untuk memulihkan keadaan sehingga rekonstruksi dan rehabilitasi bisa segera dimulai.”
3 Poin Penting:
-
Kunjungan Strategis: Presiden Prabowo mendarat di Sumatera Barat pada 17 Desember 2025 untuk meninjau langsung progres penanganan pasca-banjir besar.
-
Komitmen Rutin: Kepala Negara berencana mengunjungi wilayah terdampak di Sumatera (Aceh, Sumut, Sumbar) minimal satu kali dalam sepekan demi pengawasan yang intensif.
-
Fokus Rehabilitasi: Pemerintah kini memprioritaskan langkah rekonstruksi infrastruktur dan pemulihan ekonomi masyarakat agar situasi daerah terdampak segera kembali normal.
![banjir kampung cogreg [dok. tribun]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/BANJIR-TANGERANG-6H8.jpg-300x169.webp)
![Banjir di U-turn Samsat Jakarta Barat [dok. X/@TMCPoldaMetro]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/full_1772943230180953_806b21a990_berita_pusat-pemberitaan-300x168.webp)
![bantargebang tim sar [Metrotvnews.com/Antonio]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/a_69ad6b9a64b72-300x225.jpg)
![sungai dengkeng [dok. antara]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/KALI-DENGKENG-MELUAP-1-300x200.webp)