Sebuah rumah bawah tanah tahan bencana atau bunker di Los Angeles, Amerika Serikat, baru saja berpindah tangan dengan harga sekitar USD4,5 juta atau Rp80 miliar.
Properti unik tersebut dibeli Zak Bagans, bintang acara Ghost Adventures yang dikenal sebagai detektif paranormal dan memiliki ketertarikan terhadap berbagai lokasi berbau mistis.
Alih-alih langsung menjadikan bunker tersebut sebagai tempat tinggal pribadi, Bagans justru berencana membukanya untuk umum.
Bangunan yang memiliki sejarah panjang sejak era Perang Dingin itu akan dimanfaatkan layaknya museum, sehingga masyarakat dapat melihat langsung seperti apa kehidupan di dalam rumah bawah tanah yang dirancang untuk menghadapi ancaman bencana.
Dibangun Saat Perang Dingin
Bunker tersebut berada sekitar 7,9 meter di bawah permukaan tanah dan pertama kali dibangun pada 1978.
Menurut Koleksi Khusus Universitas Nevada, Las Vegas (UNLV), bangunan itu dibuat untuk seorang filantropis sekaligus pendiri Dawson School sebagai tempat perlindungan dari ancaman nuklir di tengah ketegangan Perang Dingin Amerika Serikat dan Uni Soviet.
Sosok di balik pembangunannya adalah Jay Swayze, seorang penginjil yang memiliki pengalaman mengembangkan bunker.
Konsep rumah bawah tanah yang dibuat Swayze bukan sekadar ruang persembunyian, tetapi dirancang agar penghuninya tetap bisa menjalani kehidupan dengan nyaman meski berada jauh di bawah permukaan tanah.
Isinya Bikin Geleng Kepala
Dari luar, properti tersebut mungkin tidak terlihat seperti hunian supermewah.
Namun, luas lahannya mencapai lebih dari satu hektare, sementara bagian bawah tanahnya memiliki luas sekitar 1.358 meter persegi. Rumah ini juga dilengkapi lima kamar tidur dan enam kamar mandi.
Yang membuat bunker tersebut makin menarik adalah fasilitas di dalamnya. Terdapat kolam renang dalam ruangan, lapangan golf mini, teater, lantai dansa, bar, sauna, jacuzzi, mural buatan tangan, hingga pepohonan palsu yang dipahat.
Bahkan, terdapat langit buatan yang dapat berubah dari suasana terang menjadi gelap mengikuti waktu siang dan malam di permukaan.
Serasa Las Vegas Tahun 1970-an
Dengan berbagai fasilitas tersebut, bunker ini jauh dari kesan ruang perlindungan yang gelap dan sempit. Interiornya justru dirancang menyerupai tempat hiburan futuristik.
Nuansa yang dihadirkan bahkan disebut mirip dengan atmosfer tempat hiburan di Las Vegas pada era 1970-an.
Konsep tersebut memang menjadi bagian dari visi Swayze ketika mengembangkan rumah bawah tanah.
Bersama saudaranya, Kenneth, ia sebelumnya membangun sejumlah hunian bawah tanah di Plainview, Texas, sebelum mendirikan World Underground Homes Corporation.
Bunker Jadi Gaya Hidup Masa Depan
Menurut arsip UNLV, Swayze memiliki gagasan membuat rumah bawah tanah layaknya “kapal dalam botol”.
Ide tersebut muncul dari kebutuhan menyediakan perlindungan terhadap ancaman nuklir, termasuk setelah meningkatnya kekhawatiran global pada masa Perang Dingin.
Menariknya, Swayze tidak berhenti pada konsep bunker untuk keluarga. Ia bahkan membayangkan masa depan ketika fasilitas publik seperti sekolah dan pusat perbelanjaan juga dibangun di bawah tanah.
Pameran yang dibuatnya kala itu berusaha memperkenalkan kehidupan bawah tanah sebagai sesuatu yang modern dan nyaman.
Zak Bagans Bawa Bunker ke Publik
Kini, bunker bersejarah tersebut memasuki babak baru setelah dibeli Zak Bagans.
Keputusan Bagans untuk tidak langsung menempatinya dan justru membuka properti kepada publik membuat bangunan ini berpotensi menjadi destinasi unik bagi orang yang penasaran dengan arsitektur era Perang Dingin.
Kisah bunker ini juga menunjukkan bahwa hunian bawah tanah di Los Angeles bukan sekadar konsep fiksi. Pada masa Perang Dingin, pembangunan tempat perlindungan semacam ini menjadi bagian dari respons terhadap kekhawatiran akan ancaman nuklir.
Lebih dari setengah abad kemudian, bangunan tersebut justru berubah menjadi properti bernilai jutaan dolar dengan daya tarik sejarah dan budaya yang kuat.
3 Poin Penting:
- Bunker di Los Angeles terjual sekitar US$4,5 juta atau Rp80 miliar dan dibeli Zak Bagans, bintang Ghost Adventures.
- Bangunan sedalam 7,9 meter ini dibangun pada 1978 dengan tujuan awal sebagai perlindungan dari ancaman nuklir pada era Perang Dingin.
- Bunker memiliki fasilitas layaknya tempat hiburan mewah, termasuk kolam renang indoor, teater, bar, sauna, jacuzzi, dan langit buatan, serta rencananya dibuka untuk umum.



