Search

BYD Menjelajahi Samudra Dunia: Armada Kapal Raksasa Tiongkok Mengangkut Lebih dari Satu Juta Mobil per Tahun

Senin, 6 Oktober 2025

Kapal angkut raksasa BYD (dok. BYD)

Raksasa otomotif Tiongkok, BYD, baru saja menyelesaikan pencapaian logistik yang luar biasa, menegaskan ambisi global mereka yang tak tertandingi.

BYD telah merampungkan pengiriman besar-besaran delapan kapal raksasa pengangkut mobil, memberikan mereka kapasitas angkut tahunan yang mencengangkan, yakni lebih dari 1 juta mobil.

Armada ini bukan hanya sekadar kapal, melainkan simbol baru dari dominasi Tiongkok di pasar kendaraan listrik (EV) global.

Peluncuran kapal terakhir, BYD Jinan, pekan lalu menandai selesainya proyek ambisius ini dalam waktu kurang dari dua tahun, dimulai dengan kapal pertama, BYD Explorer No. 1, pada Januari 2024.

Total delapan kapal—semuanya bertipe “RoRo” (Roll-on/Roll-off)—dirancang khusus untuk mengangkut muatan beroda, memungkinkan mobil naik dan turun dengan mudah tanpa kontainer.

Kapal-kapal ini memiliki kapasitas angkut besar, mulai dari 7.200 hingga 9.000 mobil per kapal.

Logistik Global Menjawab Tantangan Tarif Eropa

Armada kapal ini menjadi tulang punggung bagi strategi ekspor BYD di tengah ketegangan perdagangan global. Saat ini, tujuh dari delapan kapal tersebut sudah aktif memasok produk BYD ke seluruh dunia, terutama Eropa.

Contohnya, BYD Hefei sedang membongkar muatan di Eropa, sementara BYD Xi’an, Shenzhen, dan Changsha sedang dalam perjalanan menuju Barcelona dan benua biru lainnya.

Menariknya, BYD tidak lagi hanya mengandalkan pabriknya di Tiongkok untuk ekspor. Kapal BYD Zhengzhou, misalnya, minggu ini mengangkut mobil setir kanan dari pabriknya di Thailand menuju Inggris dan Belgia.

Langkah cerdas ini merupakan respons langsung terhadap sanksi Uni Eropa (UE), di mana mobil buatan Tiongkok dikenakan tarif tambahan sebesar 17 persen.

Thailand, tidak seperti Tiongkok, tidak dikenakan tarif UE, memberikan BYD rute baru yang lebih efisien biaya ke pasar penting Eropa.

Ekspansi Pabrik yang Merangkul Lokalitas

Meskipun armada kapal raksasa ini menjadi kunci logistik, BYD juga gencar melakukan ekspansi pabrik global sebagai strategi jangka panjang untuk merangkul lokalitas dan mengatasi hambatan dagang.

Pada 1 Juli, BYD memulai produksi di Brasil, dengan hatchback Seagull menjadi mobil pertama yang keluar dari lini produksi.

Di Eropa, pabrik pertama BYD sedang dibangun di Hungaria, meskipun produksi massal di fasilitas Szeged baru ditunda hingga 2026.

Selain itu, BYD membangun pabrik di Pakistan dan telah memulai produksi di Uzbekistan sejak Juni 2024.

Meskipun banyak dari fasilitas ini menggunakan sistem kepingan bongkar pasang (knock-down kits), BYD mengklaim memiliki ambisi serius untuk mencapai tingkat lokalisasi yang tinggi, yang berarti lebih banyak pekerjaan dan komponen lokal di masa depan.

Penjualan Global Menyelamatkan Penjualan Domestik

Komitmen BYD pada ekspansi global ini bukan tanpa alasan internal. Perusahaan ini menghadapi penurunan penjualan yang signifikan di pasar domestik Tiongkok.

Data menunjukkan bahwa hanya performa penjualan luar negeri yang mencegah penurunan laba perusahaan secara tajam.

Pada Agustus 2025, penjualan luar negeri BYD melonjak 157 persen dari tahun ke tahun menjadi 80.813 kendaraan, sementara penjualan di Tiongkok justru turun 22 persen menjadi 284.005 mobil.

Dengan target ambisius mencapai 20 persen dari total penjualannya dari pasar luar negeri pada tahun 2025, BYD berada di jalur yang tepat.

Hingga September 2025, mereka telah menjual 697.072 kendaraan di luar Tiongkok, menunjukkan betapa strategi logistik dan pabrik global kini menjadi urat nadi bagi pertumbuhan raksasa EV Tiongkok ini.

Statement:

Perwakilan BYD melalui pernyataan di WeChat

“Armada delapan kapal raksasa ini melambangkan komitmen kami untuk membawa inovasi energi baru kepada dunia. Dengan ekspansi pabrik di Brasil dan Thailand, kami menunjukkan bahwa BYD tidak hanya mengekspor mobil, tetapi juga merangkul lokalitas dan membangun rantai pasok global yang efisien.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan