Komisi XI DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bagi Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, di Gedung DPR, Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Destry secara lugas memaparkan strategi besar dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang tak menentu.
Fokus utamanya tertuju pada penguatan sinergi antarotoritas demi memastikan ketersediaan likuiditas yang memadai serta stabilitas sistem keuangan nasional yang tangguh.
Persidangan yang berlangsung interaktif ini menjadi ajang pembuktian kapasitas kepemimpinan Destry di bank sentral.
Ia mengusung visi besar untuk menjadikan Bank Indonesia sebagai lembaga yang senantiasa relevan, kredibel, dan adaptif dalam mengawal stabilitas moneter.
Tak hanya fokus pada fungsi stabilitas, arah kebijakan yang dirancangnya juga ditujukan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional secara inklusif dan berkelanjutan.
Memperkuat Sinergi Merah Putih demi Ketahanan Ekonomi Nasional
Guna mewujudkan visi besar tersebut, Destry memboyong tiga misi utama yang salah satunya menitikberatkan pada penguatan “Sinergi Merah Putih”.
Misi ini dirancang untuk mempererat kolaborasi strategis antara Bank Indonesia, pemerintah pusat, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), hingga sektor industri keuangan.
Langkah koordinatif yang solid diyakini mampu memitigasi potensi risiko gejolak pasar uang dan perbankan secara efektif.
Sinergi yang erat antarotoritas menjadi kunci vital agar kebijakan moneter dan fiskal berjalan selaras tanpa saling bertabrakan.
Menurut Destry, keharmonisan instrumen kebijakan ini sangat dibutuhkan oleh para pelaku usaha dan investor guna menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Dengan demikian, ketersediaan likuiditas di pasar keuangan tetap terjaga dengan aman untuk menopang sektor riil.
Alignment Lima Inisiatif Strategis dengan Program Asta Cita Prabowo-Gibran
Selain tiga misi utama, Destry juga memaparkan lima inisiatif strategis yang diselaraskan secara langsung dengan program Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Penyelarasan ini bertujuan agar kebijakan bank sentral mampu memberikan daya dukung optimal terhadap prioritas pembangunan nasional, mulai dari hilirisasi industri hingga penguatan ekonomi digital.
Implementasi kelima inisiatif tersebut mencakup pendalaman pasar keuangan, perluasan digitalisasi sistem pembayaran, hingga pengembangan ekonomi hijau.
Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan bahwa Bank Indonesia tidak sekadar menjadi penjaga stabilitas (stabilizer), melainkan juga bertindak sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi (growth promoter) yang responsif terhadap perubahan zaman.
Menjaga Kredibilitas Bank Sentral di Tengah Tantangan Global
Uji kelayakan ini juga menyoroti pentingnya menjaga kredibilitas dan independensi Bank Indonesia di mata publik maupun pasar internasional.
Destry menegaskan bahwa transparansi komunikasi kebijakan dan ketepatan respons instrumen moneter menjadi faktor krusial untuk mempertahankan kepercayaan investor.
Kredibilitas yang terjaga akan menjaga nilai tukar Rupiah tetap stabil di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Proses uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR RI ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan bank sentral ke depan.
Kehadiran strategi yang terukur serta komitmen kolaborasi yang kuat dari calon pimpinan diharapkan mampu membawa Bank Indonesia semakin tangguh dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Statement:
Destry Damayanti, Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia
“Pentingnya sinergi dan koordinasi antarotoritas guna menjaga likuiditas serta stabilitas sistem keuangan nasional. Bank Indonesia harus menjadi lembaga yang relevan, kredibel dalam menjaga stabilitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui penguatan ‘Sinergi Merah Putih’ dan penyesuaian terhadap program Asta Cita.”
3 Poin Penting:
-
Uji Kelayakan Calon Pimpinan BI: Destry Damayanti menjalani fit and proper test bersama Komisi XI DPR RI dengan menekankan pentingnya sinergi antarotoritas untuk menjaga likuiditas dan stabilitas keuangan.
-
Visi dan Misi Strategis: Destry membawa visi menjadikan BI lembaga yang relevan dan kredibel, disokong oleh tiga misi utama termasuk penguatan “Sinergi Merah Putih”.
-
Penyelarasan dengan Asta Cita: Lima inisiatif strategis yang disiapkan bakal diselaraskan secara harmonis dengan program Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

![dpr - ojk [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/69783e5c3d031-300x225.jpg)


![beras bulog [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/67e90111819dc-300x200.jpeg)
