Bertepatan dengan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pembangunan infrastruktur digital nasional terus dipacu secara masif oleh pemerintah.
Langkah ini dilakukan demi mewujudkan pemerataan akses internet berkecepatan tinggi yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama para penyelenggara telekomunikasi mencatatkan pencapaian impresif dengan berhasil menggelar jaringan fiber optik sepanjang lebih dari 1,19 juta kilometer di seluruh pelosok Tanah Air.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa bentangan infrastruktur kabel optik ini terdiri atas Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) sepanjang 131.325,99 km serta jaringan darat (inland) yang menembus angka 1.061.727,57 km.
Jaringan ini menjadi tulang punggung konektivitas digital yang menghubungkan antarpulau, kota, kabupaten, hingga menjangkau kawasan pedesaan.
Jangkauan Fiber Optik Capai Puluhan Ribu Desa dan Penetrasi Sinyal 4G
Dampak dari masifnya pembangunan jaringan fiber optik ini telah dirasakan secara nyata oleh masyarakat di berbagai pelosok daerah.
Meutya menyebutkan bahwa infrastruktur kabel optik tersebut kini telah menjangkau setidaknya 53.382 desa atau setara 63,79% dari total 83.687 desa yang ada di Indonesia.
Kehadiran titik distribusi Optical Distribution Point (ODP) yang mencapai lebih dari 2,7 juta titik turut memperlancar aliran sinyal internet langsung ke rumah warga, sekolah, dan perkantoran.
Ekspansi Sinyal 4G Makin Luas dan Langkah Awal Jaringan 5G Berkecepatan Tinggi
Di sektor komunikasi seluler, jangkauan sinyal 4G menunjukkan catatan yang sangat solid dari sisi jumlah pengguna. Hingga kuartal I 2026, penetrasi layanan 4G telah menyentuh angka 98,96% populasi atau melayani sekitar 267 juta jiwa.
Meski jika diukur berdasarkan luas daratan wilayah Indonesia baru mencakup 54,23% (sekitar 1,03 juta kilometer persegi), ekspansi pemancar sinyal terus digalakkan secara bertahap.
Sementara itu, untuk teknologi jaringan 5G yang pertama kali dikomersialisasikan sejak Mei 2021, saat ini masih dalam tahap awal pengembangan.
Jangkauan area 5G memang baru menyentuh 2,38 persen dari luas wilayah daratan, tetapi sudah mampu menjangkau sekitar 109 juta jiwa populasi di titik-titik pusat pertumbuhan ekonomi.
Target Kecepatan Internet 100 Mbps dan Misi Merdeka Sinyal di Wilayah 3T
Mengacu pada Rencana Strategis (Renstra) Komdigi 2025–2029, pemerintah mematok target ambisius untuk mendongkrak kecepatan internet nasional secara bertahap hingga menyentuh angka 100 Mbps pada 2029 mendatang.
Untuk mobile broadband, rata-rata kecepatan internet nasional diplot naik menembus 60 Mbps pada tahun 2026 ini guna menunjang kebutuhan aktivitas digital masyarakat yang kian melonjak.
Pemerintah juga menaruh perhatian besar pada kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dalam kunjungan kerja ke Pulau Miangas yang menjadi titik paling utara Indonesia, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mengentaskan persoalan blank spot dengan menargetkan 2.500 desa di wilayah 3T agar bisa menikmati kemerdekaan sinyal.
Statement:
Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia
“Kami akan memperkuat jaringan supaya handphone bisa beroperasi di sini.”
Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital RI
“Dengan cakupan tersebut, infrastruktur fiber optik kini telah menjangkau 53.382 desa atau 63,79 persen dari 83.687 desa di Indonesia… Jaringan 5G masih dalam tahap awal pengembangan, dengan cakupan sekitar 2,38% wilayah, namun sudah mampu melayani sekitar 109 juta jiwa, menunjukkan langkah awal yang positif menuju transformasi digital berkecepatan tinggi di seluruh pelosok Indonesia.”
3 Poin Penting:
-
Jaringan Fiber Optik Masif: Komdigi bersama operator telekomunikasi telah membangun lebih dari 1,19 juta kilometer fiber optik yang menjangkau 63,79% desa di Indonesia.
-
Penetrasi 4G dan Jaringan 5G: Layanan 4G telah menjangkau 98,96% populasi (267 juta jiwa), sementara jaringan 5G mulai melayani 109 juta jiwa sebagai langkah menuju transformasi digital cepat.
-
Pemerataan dan Target Kecepatan: Pemerintah menargetkan pemerataan internet di 2.500 desa 3T (termasuk Pulau Miangas) serta peningkatan kecepatan rata-rata internet hingga 100 Mbps pada 2029.
![beras bulog [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/67e90111819dc-300x200.jpeg)




