Dunia riset kelautan Indonesia kembali mencatat sejarah baru lewat kolaborasi epik antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama OceanX.
Kali ini, kapal riset super canggih OceanXplorer meluncur ke wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di perairan Sulawesi Utara.
Misi bertajuk “Mission Leg 1” ini bukan sekadar jalan-jalan di laut, melainkan upaya serius untuk melakukan karakterisasi gunung bawah laut atau seamounts yang selama ini masih menjadi misteri di kedalaman ribuan meter.
Gokilnya, tim peneliti melakukan pemetaan hingga kedalaman 4.500 meter di bawah permukaan laut untuk mengkaji habitat penting bagi biodiversitas laut dalam.
Wilayah Sulawesi Utara dipilih karena punya karakteristik geologi yang unik dan megafauna laut yang luar biasa kaya.
Eksplorasi ini menjadi krusial mengingat sekitar 70% wilayah laut kita adalah laut dalam yang statusnya masih belum banyak terjamah oleh mata manusia.
Perburuan Data di Kedalaman 4.500 Meter
Direktur Pengelolaan Armada Kapal Riset BRIN, Nugroho Dwi Hananto, menyebutkan kalau riset tahun 2025 ini merupakan kali kedua kolaborasi ilmiah antara OceanX dan Indonesia.
Fokus utamanya adalah mengidentifikasi kriteria ekosistem laut yang rentan di sekitar gunung api bawah laut.
Dengan teknologi canggih yang ada di OceanXplorer, para ilmuwan bisa mendapatkan data visual dan sampel sedimen yang sangat akurat untuk diteliti lebih lanjut oleh talenta lokal.
Satu hal yang pasti bikin kita bangga, seluruh data dan sampel yang dikumpulkan bakal disimpan dengan aman di Repositori Ilmiah Nasional.
Jadi, nggak ada tuh cerita data riset kita “kabur” ke luar negeri tanpa izin. Semua dikelola dan diteliti oleh ilmuwan dalam negeri agar manfaat ekonomi dan ilmu pengetahuannya benar-benar kembali untuk bangsa Indonesia. Kedaulatan data riset benar-benar dijaga ketat di sini!
Kolaborasi Lintas Sektor dan Keamanan Nasional
Menjalankan misi di laut lepas tentu nggak bisa sembarangan, apalagi menyangkut kedaulatan wilayah.
Makanya, misi ini didampingi langsung oleh tim pengamanan dari Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) dan Kementerian Pertahanan.
Kehadiran para Security Officer dan Ship Rider di atas kapal memastikan kalau seluruh operasional riset berjalan sesuai prosedur keamanan nasional, jadi para peneliti bisa fokus bekerja tanpa perlu rasa cemas.
Plt. Kepala Pusat Riset Laut Dalam BRIN, Marina C.G. Frederik, nge-spill dikit soal rutinitas mereka yang padat banget di atas kapal.
Setiap sore ada rapat buat atur jadwal besoknya, malam hari lanjut pemetaan, dan pagi-pagi buta tim sudah mulai ambil sampel di berbagai kedalaman.
Proses ini dilakukan dengan pembagian shift yang ketat supaya kualitas data tetap terjaga dan model elevasi harian bisa langsung dilihat hasilnya.
Pengalaman Luar Biasa Ilmuwan Dunia di Perairan Indonesia
Bukan cuma peneliti lokal yang semangat, Expedition Lead OceanX, Andrew Craig, juga mengaku takjub dengan pengalaman selama tiga minggu di perairan Indonesia.
Dia menilai sumber daya manusia Indonesia sangat siap dan paham betul bagaimana memaksimalkan fasilitas kapal riset teknologi tinggi tersebut.
Kolaborasi ini nggak cuma soal ambil sampel, tapi juga soal transfer ilmu pengetahuan antara peneliti internasional dan periset dari berbagai kampus top di Indonesia seperti ITB, ITS, hingga IPB.
Hasil dari pemetaan rupa bumi ini nantinya bakal diusulkan penamaannya oleh tim BIG dan Pushidrosal.
Kerja sama antara ahli geologi dan biologi di sini benar-benar “nyambung” banget buat dapet gambaran utuh tentang bagaimana rupa bumi bawah laut kita terbentuk.
Eksplorasi ini diharapkan jadi pembuka jalan bagi Indonesia untuk terus menguatkan posisi sebagai pemimpin riset laut dalam di kawasan regional maupun global.
Statement:
Nugroho Dwi Hananto, Direktur Pengelolaan Armada Kapal Riset BRIN
“Tahun 2025 ini merupakan kali kedua riset ilmiah kelautan antara OceanX dan BRIN. Sebanyak 70% wilayah laut Indonesia adalah laut dalam yang belum tereksplorasi. Hal ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menemukan kekayaan alam baru yang bermanfaat bagi dunia ilmu pengetahuan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bangsa.”
3 Poin Penting:
-
Eksplorasi Laut Dalam: Kolaborasi BRIN-OceanX fokus pada karakterisasi gunung bawah laut (seamounts) di Sulawesi Utara hingga kedalaman 4.500 meter untuk menjaga biodiversitas.
-
Keamanan & Kedaulatan Data: Misi dikawal ketat oleh TNI AL dan Kemenhan, dengan jaminan seluruh data riset disimpan di Repositori Ilmiah Nasional Indonesia.
-
Sinergi Riset: Melibatkan periset lintas kampus dan instansi untuk memetakan rupa bumi serta potensi ekonomi biru dari kekayaan laut dalam Indonesia.



