Search
Search
Search

Film Memburu Pemangsa Sajikan Aksi Empat Jurnalis Cewek Ungkap Kasus Predator Anak

Selasa, 22 September 2026

Film Memburu Pemangsa (ist)

Sinemaku Pictures kembali menggebrak industri perfilman Tanah Air lewat karya terbarunya bertajuk Memburu Pemangsa.

Film yang mengusung ramuan genre horror-crime-action ini siap memberikan warna baru bagi pencinta sinema lokal karena secara berani mengangkat isu krusial mengenai kejahatan serta kekerasan pada anak.

Digarap oleh Umay Shahab sebagai produser sekaligus sutradara, film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.

Animo publik terhadap film ini sudah terlihat sangat membara bahkan sebelum tanggal rilis resminya.

Lewat agenda penayangan khusus bertajuk Nonton Duluan yang digelar di tujuh kota besar—mulai dari Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok, Yogyakarta, Medan, hingga Makassar—tiket dilaporkan ludes terjual disabu bersih para penonton yang penasaran.

Gabungan Genre Ciamik dan Sajian Horor Manusia

Daya tarik utama film ini terletak pada jajaran pemeran utamanya yang diisi oleh empat aktris berbakat, yaitu Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem.

Mereka berempat beradu akting sebagai jurnalis perempuan gigih yang nekat membongkar investigasi kelam terkait misteri hilangnya anak-anak serta keberadaan sosok predator mengerikan yang mengintai masyarakat.

Berbeda dari film hantu pada umumnya, Memburu Pemangsa justru menjadikan manusia sebagai sumber ancaman kejahatan utama.

Formula cerita memadukan unsur kriminal, proses investigasi yang intens, adegan aksi yang memicu adrenalin, serta sentuhan supranatural yang makin menambah ketegangan di tiap babaknya.

Ambisi Umay Shahab dan Pesan Moral Penting

Umay Shahab membeberkan bahwa proyek sinematik ini menjadi milestone penting dalam perjalanan kariernya untuk terus berkembang.

Melalui pendekatan visual yang segar dan jalan cerita mendalam, Umay ingin memberikan sensasi pengalaman menonton yang jauh lebih menegangkan dibanding karya-karyanya terdahulu.

Selain menyuguhkan hiburan yang berkualitas, poin utama yang ingin disuarakan lewat film ini adalah keprihatinan atas tingginya angka kekerasan pada anak di Indonesia.

Umay berharap film ini tak sekadar menjadi tontonan layar lebar, melainkan mampu membuka mata masyarakat luas agar lebih peka terhadap isu sensitif tersebut.

Perspektif Pemain dan Budaya Diam di Masyarakat

Laura Basuki yang memerankan tokoh Agnes mengungkapkan antusiasmenya karena bisa merasakan pengalaman berakting di perpaduan genre yang terbilang baru baginya.

Sementara itu, Prilly Latuconsina yang berperan sebagai Cia menyoroti fenomena “budaya diam” di tengah masyarakat, di mana kasus kekerasan sering kali hanya menjadi viral sesaat tanpa ada tindakan nyata atau penanganan yang tepat.

Di sisi lain, tuntutan adegan fisik yang tinggi juga dirasakan oleh Taskya Namya sebagai pemeran Brina, serta Yasamin Jasem yang mendalami peran Anya dengan ketertarikan khusus pada bidang demonologi.

Guna memperkuat bobot cerita, para pemeran bahkan sempat bertatap muka langsung dengan Komnas Perlindungan Anak selama proses pendalaman karakter.

Statement:

Umay Shahab, Sutradara dan Produser Memburu Pemangsa

“Sebagai manusia dan pembuat film, tentunya saya ingin bertumbuh. Memburu Pemangsa adalah karya saya dalam bentuk yang baru, lewat sajian horror-crime-action yang akan memberikan pengalaman menonton penuh ketegangan dan warna yang berbeda dari karya-karya saya sebelumnya.”

“Film ini membawa isu yang penting, tentang kejahatan pada anak yang angkanya hingga saat ini juga masih sangat tinggi.”

Laura Basuki, Pemeran Agnes

“Semua cinematic experience akan kalian rasakan di film ini, saat horror-crime-action menyatu, dan ini pengalaman yang baru bagiku. Semoga film ini juga bisa memberikan ruang diskusi untuk orang-orang, agar semakin menyadarkan mereka harus meminta bantuan ke mana ketika hal-hal serupa terjadi pada mereka.”

Prilly Latuconsina, Pemeran Cia

“Saya melihat isu kekerasan seksual pada anak yang terjadi di Indonesia bukan karena pemberitaan minim, informasi sudah banyak tapi kita juga perlu melihat ada budaya diam. Jadi viral sehari, dua hari, tidak ada penanganan yang tepat. Padahal harus ada aksi ketika ada berita-berita tersebut.”

Taskya Namya, Pemeran Brina

“Butuh tenaga berlebih, karena capeknya dua kali lipat. Penonton sepertinya juga akan ikut merasakan ngos-ngosannya mengikuti kami berempat menginvestigasi predator di film ini.”

Yasamin Jasem, Pemeran Anya

“Aku dan Anya memiliki kedekatan. Anya adalah jurnalis yang melakukan riset dan memiliki minat pada demonologi. Sementara aku juga banyak menonton documentary crime dan berbau cult.”

3 Poin Penting:

  • Formula Genre Baru: Film Memburu Pemangsa mengusung perpaduan horror-crime-action dengan menjadikan sosok manusia sebagai ancaman kejahatan utama alih-alih hantu.

  • Misi Edukasi Kesadaran Sosial: Mengangkat isu kekerasan dan predator anak untuk memutus “budaya diam” serta mendesak penanganan dan respons nyata saat kasus terjadi.

  • Kolaborasi Aktris Papan Atas: Dibintangi oleh Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem yang berperan sebagai empat jurnalis perempuan penyingkap investigasi kelam.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan