Search
Search
Search

Sigit Wardana Potret Sisi Jujur Kehidupan Jakarta dalam Video Bis Kota

Selasa, 22 September 2026

Sigit Wardana (ist)

Musisi Sigit Wardana kembali menyapa penikmat musik Tanah Air lewat rilisan video lirik terbaru untuk lagu miliknya yang berjudul “Bis Kota”.

Berbeda dari klip pada umumnya, video lirik kali ini menyajikan visual yang sangat dekat dengan realitas kehidupan masyarakat urban Jakarta.

Mengambil latar di sejumlah fasilitas publik dan moda transportasi umum ibu kota, video tersebut merekam dinamika warga yang berpacu dengan waktu setiap hari.

Mulai dari melangkah di trotoar, menaiki eskalator halte, hingga berdiri berdesakan di dalam bus TransJakarta, seluruh visual dirancang secara autentik.

Potret Perjuangan Warga Urban dan TransJakarta sebagai Ikon Kota

Bagi penyanyi kawakan ini, lagu “Bis Kota” tidak sebatas menceritakan perjalanan menaiki moda transportasi umum semata.

Lebih dari itu, karya ini menyimpan pesan mendalam mengenai cara seseorang bertahan hidup di tengah kepungan kepadatan serta ritme kota besar yang serba cepat.

Layanan TransJakarta secara khusus dipilih menjadi elemen utama untuk menerjemahkan narasi lagu ke dalam konsep visual modern.

Kehadiran bus, halte, eskalator, serta lalu lalang penumpang merepresentasikan ruang perjumpaan berbagai karakter masyarakat urban Jakarta masa kini.

Pengalaman Personal yang Relatable dan Estetika Street Style

Kedekatan konsep video lirik ini dengan realitas bukan tanpa alasan, sebab Sigit sendiri merupakan pengguna aktif transportasi publik.

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, ia terbiasa mengandalkan armada TransJakarta, Kereta Rel Listrik (KRL), MRT, LRT, hingga ojek daring untuk mobilitas harian.

Guna menghadirkan suasana Jakarta apa adanya, proses pengambilan gambar digarap menggunakan pendekatan candiddan street style bersama tim AFE Records.

Kehadiran warga yang terekam secara alami justru menjadi penguat utama yang membangun nostalgia dan kenangan dalam setiap perjalanan.

Statement:

Sigit Wardana

“Ide utamanya adalah menangkap realitas dan denyut nadi keseharian masyarakat urban. Walaupun liriknya bercerita tentang betapa melelahkannya berebut kursi dan berdesakan, pesan yang ingin saya sampaikan justru tentang ketangguhan dan kebahagiaan.”

“TransJakarta saat ini adalah ikon mobilitas yang paling mewakili wajah kota modern. TJ menjadi ruang bertemunya berbagai macam karakter orang dari berbagai latar belakang, yang persis seperti cerita dalam lagu ini.”

“Saya juga pernah dan masih merasakan momen-momen perjuangan yang sama—harus berdesakan, mengejar waktu, dan menembus hiruk-pikuk. Ini adalah potret jujur dari pengalaman yang saya yakin juga dirasakan hampir semua orang.”

Rifqi Kumsi, videografer klip “Bis Kota”

“Kami ingin menunjukkan hiruk pikuk kota Jakarta yang meskipun selalu ramai dan padat namun tetap ada kenangan di setiap perjalanannya.”

3 Poin Penting:

  • Visual Keseharian Murni: Video lirik “Bis Kota” garapan Sigit Wardana menyajikan potret jujur dinamika masyarakat urban Jakarta di ruang publik dan transportasi umum.

  • TransJakarta sebagai Simbol Modern: Integrasi moda TransJakarta berfungsi sebagai latar utama yang menggambarkan ruang perjumpaan warga dari pelbagai latar belakang.

  • Pendekatan Sinematik Realistis: Penggarapan visual mengusung gaya candid serta street style guna merekam perjuangan, ketangguhan, dan kebahagiaan para penglaju secara alami.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan