Search

Gak Cuma Pantai! Indonesia Timur Go Public dengan Wisata Edukasi, dari Batu Angus Ternate sampai Konservasi Kima

Rabu, 26 November 2025

Kota Ternate (istimewa)

Guys, kalau dengar Indonesia Timur, pasti yang kebayang langsung pantai aesthetic dan laut biru. Eits, tunggu dulu! Kawasan Ternate (Maluku Utara) dan Tolitoli (Sulawesi Tengah) kini lagi serius banget mengembangkan destinasi wisata yang nggak cuma buat healing, tapi juga buat nambah ilmu: wisata berbasis edukasi dan konservasi!

Dua spot yang lagi jadi highlight adalah Geoheritage Laut Batu Angus di Ternate dan Konservasi Kima di Tolitoli.

Dua destinasi ini menawarkan perpaduan epic antara keindahan alam dan cerita sejarah yang berharga. Ternate membawa kita ke masa lalu erupsi, sementara Tolitoli mengajak kita menyelamatkan biota laut langka.

Ini adalah cara keren buat bikin liburan kamu nggak cuma seru, tapi juga bermakna.

Ternate: Trekking di Atas Sejarah Geologi

Di Ternate, kamu bisa merasakan sensasi trekking di atas sisa-sisa letusan Gunung Gamalama pada abad ke-17 di kawasan Laut Batu Angus.

Bayangin, kamu lagi jalan di atas rekaman ilmiah berusia ratusan tahun! Kawasan di lereng Gunung Gamalama ini kini bertransformasi jadi paket lengkap: wisata edukasi, petualangan, dan rekreasi.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Ternate, Rustam Pandjab Mahli, menegaskan bahwa erupsi tahun 1773 itu adalah warisan yang sangat berharga.

Penetapan warisan geologi (geoheritage) Kota Ternate oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tahun 2025 menjadi landasan kuat untuk menjadikan Batu Angus kawasan terpadu.

Tolitoli: Berjuang Sendiri Selamatkan Kima Langka

Geser sedikit ke Tolitoli, Sulawesi Tengah, ada inisiatif yang super mandiri dan mulia: Konservasi Kima. Kima (Tridacna spp.) adalah biota laut yang penting banget buat ekosistem, tapi sayangnya statusnya terancam punah.

Habib Nadjar Buduha, Ketua Tim Konservasi Kima Tolitoli Labengki, menyoroti minimnya perhatian pemerintah terhadap biota laut ini.

Padahal, di negara tropis lain, konservasi Kima mendapat pendanaan penuh. Habib tergerak melakukan riset mandiri, hingga berhasil menemukan spesies Kima Bole, Kima asli Indonesia.

Wisata Tolitoli (istinewa)

Biaya Masuk Demi Biota Tetap Bertahan

Demi menjaga keberlangsungan konservasi dan riset Kima Bole, kawasan ini menerapkan regulasi kunjungan yang ketat.

Tiket masuk ditetapkan Rp100.000 bagi turis asing dan Rp40.000 per orang untuk wisatawan lokal. Uang ini bukan cuma buat jalan-jalan, tapi buat donasi konservasi!

Hal ini menunjukkan upaya serius dari komunitas lokal untuk mandiri dalam melindungi biota langka. Gagasan ini berawal dari keprihatinan Habib terhadap ancaman kepunahan Kima. Semangat inisiatif mandiri ini patut banget kita dukung, guys!

Statement:

Rustam Pandjab Mahli, Kepala Dinas Pariwisata Kota Ternate

“Kawasan ini memiliki nilai geoheritage yang sangat potensial untuk dijadikan sarana pendidikan dan penelitian. Kami menawarkan area Batu Angus dari letusan Gunung Api yang menciptakan hamparan luas dan keunikannya.”

3 Poin Penting

  1. Pengembangan Wisata Edukasi di Timur: Indonesia Timur (Ternate dan Tolitoli) fokus mengembangkan wisata berbasis edukasi dan konservasi, memanfaatkan Geoheritage Laut Batu Angus (Ternate) dan Konservasi Kima (Tolitoli).

  2. Geoheritage Ternate Resmi: Kawasan Laut Batu Angus di Ternate, yang merupakan sisa letusan Gunung Gamalama 1773, telah ditetapkan sebagai geoheritage oleh Menteri ESDM pada tahun 2025, menjadikannya pusat wisata dan penelitian sejarah geologi.

  3. Konservasi Kima Mandiri Tolitoli: Konservasi Kima (biota terancam punah) di Tolitoli dilakukan secara mandiri oleh komunitas lokal (Tim Konservasi Kima Tolitoli Labengki), yang menerapkan biaya tiket masuk untuk turis asing (Rp100.000) dan lokal (Rp40.000) sebagai upaya pendanaan konservasi.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan