Gawat Nih! China Nge-riset Cara Lumpuhin Starlink: Butuh Ribuan Drone Jammer Buat Putusin Internet Taiwan!

Minggu, 14 Desember 2025

Satelit Starlink (ist)

Ada kabar super panas dari dunia teknologi pertahanan! Peneliti di China lagi ngejajal metode baru buat melumpuhkan jaringan internet satelit konstelasi kayak Starlink.

Riset ini emang disiapin buat ngantisipasi potensi konflik di masa depan. Temuan dari studi akademis terbaru ini bener-bener bikin geleng-geleng kepala, Guys!

Makalah yang diterbitkan dalam jurnal Systems Engineering and Electronics itu ngungkapin bahwa memutus sinyal dari jaringan satelit memang bisa dilakuin, tapi biayanya sangat besar.

Melansir dari Dark Reading, studi tersebut mensimulasikan bahwa buat memutus sinyal Starlink ke wilayah seluas Taiwan, militer bakal butuh pengerahan 1.000 hingga 2.000 drone yang dilengkapi perangkat jammer secara bersamaan!

Bayangin, sebanyak itu cuma buat ngaco doang!

Peran Vital Satelit dan Strategi Langkah Pembuka

Kenapa sih satelit konstelasi kayak Starlink jadi target utama? Kita udah liat bukti nyata di perang Rusia dan Ukraina.

Satelit terbukti jadi urat nadi buat pasukan Ukraina, ngejaga konektivitas internet dan komunikasi militer tetap hidup di tengah gempuran serangan.

Ini nunjukin kalau infrastruktur satelit udah jadi target utama dalam konflik modern.

Clémence Poirier, peneliti pertahanan siber senior di Center for Security Studies (CSS) ETH Zürich, negesin kalau riset China ini adalah realita nyata strategi perang masa depan.

Menurutnya, kalau konflik pecah di Asia (terutama yang melibatkan China dan Taiwan), pemutusan konektivitas satelit bakal jadi strategi langkah pembuka yang paling dulu dilakuin.

Grey Zone Tactics: Siber Lebih Diminati daripada Serangan Fisik

Nggak heran kalau serangan siber dan perang elektronik terhadap satelit makin diminati daripada serangan fisik.

Clayton Swope, Wakil Direktur Proyek Keamanan Dirgantara di CSIS, ngejelasin taktik ini punya risiko kerusakan tambahan yang lebih kecil dan kemungkinan eskalasi ketegangan yang lebih rendah.

Serangan fisik (kinetik) dianggap terlalu memicu eskalasi perang terbuka.

Sebaliknya, pengacauan sinyal dan serangan siber sering terjadi sebagai taktik “zona abu-abu” yang dianggap nggak mengancam eskalasi yang nggak diinginkan secara langsung.

Ini nunjukin pergeseran strategi militer global, di mana ngancurin konektivitas jauh lebih efektif daripada ngancurin fisik bangunan.

Starlink Sakti Tapi Nggak Kebal

Meskipun China lagi gencar nyari cara buat ngelumpuhin satelit, jaringan satelit konstelasi kayak Starlink itu sangat sulit untuk dilumpuhkan secara total.

Karakteristik satelit ini yang bergerak cepat, berjumlah banyak, dan menggunakan berbagai teknik koreksi sinyal bikin interferensi jadi tantangan berat.

Bayangin, Starlink udah mengoperasikan sekitar 9.000 satelit di low-earth orbit!

Namun, riset China ini tetep jadi sinyal peringatan serius. Perusahaan antariksa wajib banget memantau sistem mereka dengan ketat, memisahkan jaringan antara pelanggan sipil dan militer, dan nge-update model ancaman mereka.

Intinya: di masa depan, perang elektronik bakal jadi kunci buat menguasai internet!

Statement:

Clémence Poirier, peneliti pertahanan siber senior di CSS ETH Zürich

“Perusahaan antariksa harus memantau sistem mereka dengan ketat, memisahkan jaringan antara pelanggan sipil dan militer, serta memperbarui model ancaman mereka jika konflik terjadi. Riset ini adalah realita nyata mengenai strategi perang masa depan.”

3 Poin Penting:

  1. Riset China dan Biaya Tinggi Jamming: Studi akademis China menemukan bahwa memutus sinyal jaringan satelit konstelasi (seperti Starlink) di wilayah seluas Taiwan membutuhkan pengerahan 1.000 hingga 2.000 drone jammer, menunjukkan biaya perang elektronik yang sangat besar.

  2. Perang Elektronik sebagai Strategi Grey Zone: Serangan siber dan pengacauan sinyal terhadap satelit kini lebih diminati daripada serangan fisik (kinetik) karena memiliki risiko eskalasi ketegangan yang lebih rendah dan dianggap sebagai taktik zona abu-abu.

  3. Satelit Konstelasi Target Vital: Satelit menjadi urat nadi komunikasi militer di zona konflik (terbukti di Ukraina), menjadikannya target utama, meskipun jaringan seperti Starlink sulit dilumpuhkan total karena jumlahnya yang banyak (sekitar 9.000 satelit).

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir