Search

Geger Puntung Rokok di Menu Makan Bergizi Gratis Wonogiri, Kok Bisa?

Rabu, 13 Mei 2026

ditemukan puntung rokok di makanan MBG [dok. web]
ditemukan puntung rokok di makanan MBG [dok. web]

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi angin segar bagi kesehatan anak usia dini justru mendadak viral karena kabar tak sedap.

Di Kelompok Bermain (KB) Pesido, Desa Pesido, Kecamatan Jatiroto, Wonogiri, ditemukan benda asing berupa gabus puntung rokok yang tercampur di dalam kompartemen ompreng makanan.

Temuan ini tentu saja bikin geger, mengingat menu tersebut ditujukan untuk dikonsumsi oleh balita yang sangat rentan terhadap kontaminasi bakteri maupun bahan kimia.

Berdasarkan foto yang beredar luas, puntung rokok tersebut tampak menyatu dengan bumbu masakan oseng teri dan tempe.

Penampakan gabus yang berlumuran minyak ini memicu kekhawatiran orang tua siswa mengenai standar kebersihan dapur produksi.

Pasalnya, menu MBG untuk wilayah tersebut didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatiroto, yang seharusnya menerapkan protokol keamanan pangan paling ketat demi menjaga kualitas gizi anak bangsa.

Reaksi Cepat SPPG dan Misteri di Balik Gabus Kering

Pihak SPPG Jatiroto 1 segera mengambil langkah taktis setelah laporan masuk pada Rabu pagi (6/5).

Kepala SPPG Jatiroto 1, Richard Heidy Pratama, menyatakan bahwa pihaknya langsung menuju lokasi untuk menukar menu yang terkontaminasi dengan paket makanan baru.

Menu yang berisi “bumbu rokok” tersebut ditarik kembali ke pusat untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut bersama tim aslap, ahli gizi, hingga chef profesional guna mencari tahu titik lemah dalam rantai produksi mereka.

Namun, hasil identifikasi awal justru memunculkan kejanggalan baru yang cukup membingungkan.

Richard menjelaskan bahwa meskipun bagian luar gabus tersebut berlumuran minyak, bagian dalam gabus ternyata masih terpantau kering saat dibelah.

Logikanya, jika puntung tersebut ikut masuk ke dalam kuali saat proses memasak yang panas, busa gabus seharusnya menyerap minyak secara menyeluruh hingga ke bagian dalam.

Hal inilah yang membuat pihak pengelola merasa ada sesuatu yang tidak sinkron antara temuan di lapangan dengan proses produksi di dapur.

Standar Sterilisasi dan Ketatnya Pengawasan Dapur

Terkait isu rokok di area dapur, Richard menegaskan bahwa aturan di SPPG Jatiroto sudah sangat jelas dan bersifat final.

Setiap petugas maupun relawan yang masuk ke area pengolahan makanan wajib melalui prosedur sterilisasi dan dilarang keras membawa barang dari luar, termasuk rokok.

Ia memastikan bahwa area tersebut klir dari benda asing, sehingga asal-usul munculnya puntung rokok di dalam ompreng siswa masih menjadi teka-teki besar yang belum terpecahkan hingga saat ini.

Meski merasa ada kejanggalan, pihak SPPG tidak menutup mata terhadap kelalaian yang mungkin terjadi dalam rantai distribusi.

Richard mengakui bahwa insiden ini menjadi tamparan keras sekaligus bahan evaluasi total bagi lembaganya yang belakangan memang sering menjadi sorotan publik.

Investigasi internal tetap dijalankan meskipun bukti fisik berupa puntung rokok tersebut dikabarkan sudah dibuang sebelum sempat diabadikan secara detail saat proses pembedahan gabus.

Langkah Evaluasi dan Jaminan Higienitas ke Depan

Kejadian di KB Pesido ini menjadi momentum bagi penyelenggara MBG untuk memperketat pengawasan di setiap lini, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses distribusi ke sekolah-sekolah.

Pihak SPPG berjanji akan meningkatkan standar higienitas agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Pengawasan terhadap sumber daya manusia yang terlibat dalam proses memasak juga akan diperketat guna memastikan tidak ada aturan yang dilanggar selama jam kerja.

Kepercayaan masyarakat, khususnya para orang tua di Wonogiri, kini menjadi taruhan besar bagi keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis.

Diperlukan transparansi yang lebih tinggi dan audit berkala dari dinas terkait untuk memastikan bahwa setiap butir nasi dan lauk yang sampai ke tangan anak-anak benar-benar aman dan menyehatkan.

Harapannya, insiden “oseng puntung rokok” ini menjadi yang terakhir dan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor gizi publik.

Statement:

Richard Heidy Pratama (Kepala SPPG Jatiroto 1)

“Kita langsung ambil tindakan ke lokasi. Kita tukar dengan menu baru. Yang ada puntung rokoknya kami tarik. Namun, saat dibelah, dalamnya kering. Kalau itu dimasak, busanya itu menyerap minyak kan mas? Saya janggalnya di situ. Ke depan, bahan baku akan kita evaluasi, termasuk meningkatkan lagi higienitas dan memperketat pengawasan distribusi.”

3 Poin Penting:

  • Ditemukan kontaminasi gabus puntung rokok dalam menu Makan Bergizi Gratis (oseng teri tempe) di KB Pesido, Wonogiri, yang didistribusikan oleh SPPG Jatiroto.

  • Pihak pengelola menemukan kejanggalan karena bagian dalam gabus tetap kering, yang secara teknis dianggap tidak lazim jika benda tersebut ikut dimasak dalam suhu panas.

  • SPPG Jatiroto berkomitmen melakukan evaluasi total terhadap bahan baku, standar higienitas, dan pengawasan distribusi untuk mengembalikan kepercayaan publik.

[gas/man]

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan