Search
Search
Search

Geger Temuan Senjata di Sekolah Kebayoran Lama: Siswa PJJ Sepekan, Yayasan Minta Perlindungan KPAI dan Kemendikdasmen

Senin, 10 Agustus 2026

Ruangan tempat temuan Senjata di Sekolah Kebayoran Lama (ist)

Dunia pendidikan Tanah Air mendadak diguncang oleh temuan yang sangat mengejutkan di lingkungan sekolah swasta kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Pihak yayasan sekolah secara tak terduga menemukan ratusan pucuk senjata yang tersimpan rapi di dalam salah satu ruangan yang sebelumnya difungsikan sebagai gudang.

Tak main-main, dari hasil identifikasi aparat kepolisian, terdapat sebanyak 995 unit airsoft gun serta satu unit senjata api asli jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA di lokasi tersebut.

Sontak saja, temuan mencengangkan ini langsung direspons cepat oleh pihak pengelola demi menjamin keamanan warga sekolah.

Pihak yayasan mengambil keputusan tegas untuk memberlakukan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara total bagi seluruh siswanya mulai Senin (10/8/2026) hingga Jumat (14/8/2026).

Langkah ini diambil agar aparat Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan dapat bergerak leluasa melakukan sterilisasi serta penggeledahan mendalam di seluruh sudut area gedung sekolah.

Sterilisasi Lingkungan Sekolah dan Desakan Penggeledahan Ruangan Terkunci

Keputusan meliburkan aktivitas tatap muka sementara waktu ini murni didasari oleh faktor keselamatan 580 siswa dan 140 tenaga pengajar di lingkungan sekolah.

Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, menegaskan bahwa PJJ selama sepekan bertujuan memberikan ruang bagi aparat kepolisian untuk memastikan seluruh kompleks sekolah benar-benar bersih dari keberadaan senjata jenis apa pun.

Pihak sekolah juga mendesak polisi untuk segera membongkar dua ruangan lain yang masih dalam kondisi terkunci rapat.

Sebelumnya, penelusuran di ruangan lain yang sempat terkunci juga menyibak fakta yang makin mencemaskan.

Petugas menemukan tiga pucuk airsoft gun model penyerbu seperti FN90, AK-47, dan M4 Carbine, amunisi berbagai kaliber, alat pembuat peluru, taser gun, peredam, hingga barang haram berupa dua linting ganja, paket sabu, serta puluhan keping VCD porno.

Seluruh barang bukti tersebut kini telah diamankan dan ditangani intensif oleh Polda Metro Jaya.

Yayasan Sambangi KPAI dan Kemendikdasmen demi Perlindungan Ratusan Siswa

Guna memastikan hak pendidikan dan psikologis anak-anak tetap terlindungi dari dampak trauma kasus ini, tim kuasa hukum yayasan merapat ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Langkah koordinasi juga dilakukan dengan berkirim surat resmi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Langkah proaktif ini diambil agar proses hukum yang berjalan tetap menempatkan kepentingan terbaik peserta didik di posisi paling utama.

Kuasa hukum yayasan lainnya, Annisa Ismail, mengungkapkan bahwa pertemuan dengan KPAI pada Senin (10/8/2026) disambut secara sangat terbuka oleh pihak komisi.

Pihak yayasan berharap adanya pendampingan ketat dari otoritas terkait agar ketika proses sterilisasi oleh kepolisian usai, seluruh kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung aman, kondusif, dan tanpa diwarnai kecemasan dari para orang tua murid.

Riwayat Polemik Pengurus Yayasan dan Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Usut punya usut, keberadaan gudang senjata rahasia di dalam area sekolah ini ternyata berkaitan erat dengan konflik internal kepengurusan yayasan yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Yayasan yang berdiri sejak 7 Juni 1979 di atas lahan milik Presiden Ke-3 RI, Adam Malik, ini mulanya berawal dari kegiatan pengajian luhur.

Namun, dinamika internal mulai memanas setelah kedatangan oknum berinisial IWD yang perlahan memasukkan anggota keluarganya ke dalam struktur pembina yayasan.

Pihak yayasan menduga IWD telah merancang pengambilalihan aset dan wewenang sekolah secara terstruktur untuk kepentingan pribadi.

Setelah IWD beserta istrinya resmi dipecat oleh yayasan pada April 2026 atas dugaan penyelewengan dana sekolah, barulah keberadaan ratusan senjata tersebut terkuak di ruangan gudang yang dulunya diakses oleh yang bersangkutan.

Kasus ini kini ditangani sepenuhnya oleh pihak kepolisian untuk mengusut tuntas motif di balik penumpukan senjata tersebut.

Statement:

Hermawanto, Kuasa Hukum Yayasan Sekolah

“Kami meminta kepolisian segera melakukan sterilisasi. Jadi minggu depan tadi disampaikan sekolah akan PJJ total selama satu minggu untuk memastikan keamanan dan keselamatan peserta didik di sekolah. Polres Metro Jakarta Selatan sudah menyatakan berjanji dan tunggu waktunya kami akan lakukan segera.”

Annisa Ismail, Kuasa Hukum Yayasan Sekolah

“Kami sudah meminta waktu untuk bertemu dengan KPAI besok dan alhamdulillah sudah disambut dengan baik. Kami insyaallah akan bertemu mereka untuk membahas perlindungan peserta didik.”

Kombes Pol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya

“Dari 996 pucuk yang diduga senjata tadi, kami sampaikan bahwa 995 pucuk merupakan senapan angin/airsoft gun, bukan senjata api, sedangkan satu lainnya merupakan senjata api.”

3 Poin Penting:

  • Temuan Ratusan Senjata: Sebanyak 995 unit airsoft gun dan 1 unit senjata api ditemukan di ruangan sekolah swasta Kebayoran Lama, bersama narkoba dan barang bukti lainnya.

  • PJJ Sepekan & Sterilisasi: Sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (10–14 Agustus 2026) demi memberikan waktu bagi polisi mensterilkan seluruh area sekolah dari senjata.

  • Perlindungan KPAI & Konflik Internal: Pihak yayasan mengadu ke KPAI dan Kemendikdasmen untuk perlindungan siswa, serta mengungkap temuan senjata terkait konflik dugaan pengambilalihan yayasan oleh mantan pengurus berinisial IWD.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan