Search
Search
Search

Google Disorot, Hutan Finlandia Dibabat untuk Bangun Data Center AI

Selasa, 6 Oktober 2026

Data Center Google (google blog)

Persaingan kecerdasan buatan (AI) yang makin panas membuat raksasa teknologi berlomba membangun pusat data berkapasitas besar.

Namun, ekspansi infrastruktur AI tersebut ikut memunculkan persoalan lingkungan, terutama karena data center membutuhkan energi dalam jumlah besar dan pembangunan fisiknya dapat mengubah kawasan alami.

Salah satu sorotan datang dari Finlandia.

Seperti ditulis surat kabar Finlandia Kaleva, Google mendapat kritik setelah lebih dari 300 hektare lahan atau hampir setara 500 lapangan sepak bola dibuka untuk pembangunan dua data center baru di bagian utara negara tersebut.

Persoalannya, aktivitas pembukaan lahan berlangsung ketika analisis dampak lingkungan masih dalam proses.

Pohon Mulai Ditebang Sebelum Analisis Rampung

Para kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut dilaporkan telah mulai menebang pohon beberapa bulan lalu.

Kondisi itu memicu kekhawatiran Asosiasi Konservasi Alam Finlandia yang meminta aktivitas pembangunan dihentikan sementara sampai proses analisis dampak lingkungan selesai.

Satelit Tunjukkan Lahan Mulai Berubah

Dikutip detikINET dari Futurism, citra satelit menunjukkan setidaknya empat lokasi telah diratakan untuk pembangunan dua data center Google tersebut.

Perubahan bentang lahan dalam skala besar ini menjadi perhatian karena kawasan hutan tidak hanya berfungsi sebagai ruang hijau, tetapi juga memiliki peran ekologis.

Halmeenpaa mengkhawatirkan perataan lahan dapat berdampak terhadap spesies burung lokal. Kawasan hutan tersebut juga disebut menjadi koridor ekologis yang membantu hewan berpindah dari satu habitat ke habitat lainnya.

Jika terputus, jalur tersebut berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem setempat.

Google Punya Versi Berbeda

Google membantah adanya pelanggaran dalam proses pembukaan lahan. Perusahaan teknologi tersebut menyatakan aktivitas penebangan pohon telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-Undang Kehutanan Finlandia.

Google juga menyebut telah menyelesaikan evaluasi lingkungan secara menyeluruh untuk proyek tersebut.

Meski demikian, Asosiasi Konservasi Alam Finlandia tetap meminta otoritas terkait menghentikan sementara aktivitas di kawasan proyek.

Mereka ingin pembangunan menunggu hingga analisis dampak lingkungan yang sedang berjalan benar-benar selesai sehingga potensi dampak terhadap alam dapat dinilai secara lebih komprehensif.

Data Center AI Makin Menjamur

Kasus di Finlandia memperlihatkan tantangan yang muncul ketika kebutuhan komputasi AI berkembang sangat cepat. Data center membutuhkan lahan, listrik, sistem pendingin, serta infrastruktur pendukung dalam skala besar.

Artinya, perkembangan AI tidak hanya menghadirkan perlombaan teknologi, tetapi juga kebutuhan pembangunan fisik yang bisa berdampak terhadap lingkungan.

Persoalan tersebut menjadi semakin relevan karena berbagai perusahaan teknologi global tengah memperluas kapasitas komputasi mereka.

Pemerintah di sejumlah negara harus mencari titik tengah antara menarik investasi teknologi, memenuhi kebutuhan energi, serta memastikan pembangunan tidak mengorbankan kawasan ekologis yang penting.

Google Siapkan Investasi Besar

Di tengah kontroversi tersebut, Google tetap menjadikan Finlandia sebagai salah satu lokasi penting ekspansinya di Eropa.

Perusahaan tersebut berharap negara Nordik itu menjadi lokasi investasi tunggal terbesar Google di Eropa dengan nilai mencapai USD15 miliar.

Statement:

Hanna Halmeenpaa, Chairman Asosiasi Konservasi Alam Finlandia

“Ini bisa jadi merupakan inkompetensi yang luar biasa dari perusahaan proyek Google di Finlandia, Tuike Finland Oy, atau pengabaian secara nyata terhadap undang-undang Finlandia atau kemungkinan terburuknya adalah keduanya.”

3 Poin Penting:

  • Google mendapat sorotan di Finlandia setelah lebih dari 300 hektare lahan dibuka untuk pembangunan dua data center AI di tengah proses analisis dampak lingkungan.
  • Aktivis lingkungan mengkhawatirkan kerusakan ekosistem, terutama dampak terhadap burung lokal dan koridor ekologis yang digunakan satwa untuk berpindah habitat.
  • Google menyatakan proyeknya telah mengikuti aturan kehutanan Finlandia dan evaluasi lingkungan telah dilakukan, sementara perusahaan tetap berencana menjadikan Finlandia sebagai lokasi investasi terbesar di Eropa senilai USD15 miliar.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan