Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lagi jadi pembicaraan hangat nih, Sobat Edukasi! Tapi kali ini sorotannya bukan cuma ke siswa, melainkan ke para pahlawan tanpa tanda jasa alias guru.
Badan Gizi Nasional (BGN) baru saja mengeluarkan “ultimatum” buat sekolah-sekolah yang masih pilih-pilih dalam membagikan jatah makan siang gratis ini.
Ternyata, masih ditemukan sekolah yang cuma fokus ke murid, sementara para gurunya cuma bisa menonton dari jauh.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, langsung memberikan teguran keras saat sidak di SMK Negeri 1 Jakarta.
Beliau mengingatkan bahwa sesuai dengan aturan main yang baru, jatah makan ini bukan cuma hak eksklusif para siswa.
Semua yang ada di lingkungan sekolah, mulai dari guru honorer sampai petugas keamanan, seharusnya ikut merasakan manfaat dari program unggulan pemerintah ini tanpa terkecuali.
Aturan Main Perpres Nomor 115 Tahun 2025
Gak main-main, instruksi ini sudah punya payung hukum yang kuat yaitu Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Perluasan Penerima MBG.
Dalam aturan tersebut, ditegaskan bahwa seluruh tenaga pendidik dan kependidikan masuk dalam daftar penerima manfaat.
Nanik menekankan bahwa semua pihak, termasuk tenaga kebersihan dan staf Tata Usaha (TU), wajib mendapatkan porsi yang sama demi kesejahteraan bersama di lingkungan sekolah.
“Masa di sekolah ini belum dapat? Harus dijalankan ya!” tegas Nanik saat menegur Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Beliau bahkan berjanji bakal balik lagi minggu depan buat melakukan pengecekan ulang.
Hal ini dilakukan karena pemberian MBG bagi guru merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang ingin memastikan semua elemen pendidikan memiliki stamina fisik yang prima untuk mengajar.
Kreasi Menu Ikan dan Momen Haru Siswa
Selain soal distribusi, BGN juga kasih tips buat para pengelola SPPG biar lebih kreatif dalam menyusun menu. Nanik menyarankan agar sekolah nggak cuma menyajikan telur terus-menerus.
Selain biar siswa nggak bosan, variasi menu seperti ikan lele atau ikan laut lainnya sangat bagus untuk memenuhi kebutuhan protein otak.
Mengganti menu secara berkala juga berfungsi buat menjaga stabilitas harga pangan di pasar agar tidak melonjak karena satu komoditas tertentu.
Momen mengharukan juga sempat terekam saat salah satu siswi kelas X, Jihan, kedapatan menangis terharu saat menerima jatah makan siangnya.
Bagi banyak siswa, program ini bukan sekadar soal makanan gratis, tapi bentuk perhatian nyata negara terhadap masa depan mereka.
Dengan adanya asupan gizi yang terjamin, diharapkan semangat belajar para siswa makin membara dan tingkat konsentrasi di dalam kelas pun meningkat drastis.
Target Besar Menuju Indonesia Emas 2026
Kepala SPPG Kemayoran II, Adiwiyata Bima Saraswata, langsung gercep merespons teguran tersebut dan berjanji bakal segera memperluas cakupan penerima MBG.
Hingga akhir tahun 2025, BGN mencatat sudah ada 19.188 SPPG yang berdiri tegak di seluruh penjuru Indonesia. Angka ini merupakan prestasi besar mengingat tantangan logistik yang nggak mudah di berbagai daerah pelosok.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, punya target ambisius untuk mencapai 82,9 juta penerima manfaat pada Februari 2026 mendatang.
Program ini nggak cuma menyasar anak sekolah, tapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita demi memutus rantai stunting secara total.
Dengan kolaborasi antara guru yang sehat dan murid yang bergizi, mimpi Indonesia Emas 2045 bukan lagi sekadar angan-angan, melainkan langkah nyata yang sedang kita bangun bersama.
Statement:
Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)
“Semua guru harus dapat ya, sudah tertuang dalam Perpres. Harus dijalankan ya, semua tenaga pendidik, termasuk mau itu tenaga kebersihan, yang menyapu, tenaga Tata Usaha juga harus dapat. Minggu depan saya ke sini lagi, tolong ya benar-benar diberikan untuk guru.”
3 Poin Penting:
-
Perluasan Hak: Sesuai Perpres No. 115 Tahun 2025, guru, staf TU, hingga tenaga kebersihan wajib mendapatkan jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.
-
Variasi Nutrisi: BGN mendorong SPPG untuk lebih kreatif dalam menyusun menu, seperti mengganti telur dengan ikan guna memenuhi kebutuhan protein sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.
-
Target Nasional: Pemerintah menargetkan jangkauan program mencapai 82,9 juta jiwa pada Februari 2026 sebagai langkah konkret peningkatan kualitas SDM nasional.
![pembayaran pajak kendaraan [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/pemprov-dki-jakarta-tambah-layanan-samsat-hingga-sabtu-3-300x200.jpeg)
![jemaah haji dan umroh [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Haji-dan-umroh-adalah-panggilan-Allah-swt-300x225.jpg)
![satpol pp tagih kebijakan kemenkes [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/artikel-9-300x192.webp)
![Kebijakan Dedi Mulyadi - gubernur jawa barat [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/https___asset.kgnewsroom.com_photo_pre_2024_06_03_08e699c2-3427-4e53-81e0-6bd4642ca3fc_jpg-2-300x225.jpg)