Search

Heboh! Bir 0,0% Alkohol Nge-hits di Riyadh, Timbulkan Perdebatan Netizen Soal Gaya Barat

Jumat, 21 November 2025

Bir dijual di Arab Saudi (Tangkapan Layar Video AFP)

Guys, Arab Saudi lagi heboh banget! Sebuah kafe di pusat kota Riyadh mendadak jadi perbincangan karena terang-terangan menjual bir non-alkohol 0,0% asal Jerman.

Video yang beredar luas di Instagram, salah satunya dari akun @royalnewsenglish, bahkan menunjukkan pemandangan yang dulu sulit dibayangkan: perempuan bercadar dan laki-laki berjubah putih asyik menyesap bir di kafe tersebut.

Fenomena ini menunjukkan dinamika baru di Saudi. Meskipun bir ini bebas alkohol, kafe bernama A12 ini sukses menjadi magnet baru, terutama bagi anak muda lokal.

Kafe tersebut menyajikan bir draft 0,0%, kacang, dan layar lebar bertema olahraga, menciptakan suasana pub khas Barat. Kafe A12 langsung penuh sesak sejak mulai menyajikan bir Warsteiner non-alkohol pada April.

Obsesi Gaya Barat vs. Batasan Agama

Kehebohan ini sontak memicu beragam reaksi di kalangan netizen.

Beberapa menyambutnya dengan rasa ingin tahu yang hati-hati, tetapi banyak juga yang melontarkan kritik pedas, mempertanyakan mengapa warga Saudi harus “mengikuti tren Barat” meskipun minuman itu halal.

Ambisi MBS dan Garis Merah Alkohol

Fenomena kafe A12 ini memang muncul di tengah gelombang reformasi besar-besaran yang digagas Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS).

Reformasi ini termasuk pembukaan bioskop, izin mengemudi bagi perempuan, hingga mempermudah masuknya turis asing.

The idea di balik kafe seperti A12, menurut Manajer Kafe Abdallah Islam, adalah: “menawarkan pengalaman orisinal kepada pelanggan yang bisa mereka bagikan di media sosial.”

Namun, di tengah modernisasi ini, alkohol tetap menjadi garis merah. Arab Saudi dan Kuwait masih menjadi dua negara Teluk yang melarang alkohol sepenuhnya, dengan identitas Islam sebagai pertimbangan utama.

Pemerintah Saudi bahkan menegaskan bahwa alkohol tidak akan disediakan selama Piala Dunia 2034, meskipun sudah membuka toko khusus untuk diplomat non-Muslim pada awal 2024.

Menyeimbangkan Dua Dunia: Modernitas dan Syariah

Generasi muda Saudi terlihat antusias mencoba pengalaman baru ini, selama tetap dalam batas syariah. Ahmed Mohammed (18), salah satu pelanggan, menegaskan bahwa mereka tidak menginginkan minuman beralkohol.

Kafe-kafe seperti A12 kini berfungsi sebagai ruang eksperimen yang menyeimbangkan dua dunia: menawarkan gaya hidup modern yang dilihat anak muda Saudi di media sosial, namun tetap patuh pada aturan agama yang menjadi pilar negara.

Menurut Sebastian Sons dari lembaga riset CARPO Jerman, kerajaan harus berhati-hati dengan potensi legalisasi alkohol, karena akan bertentangan dengan citranya sebagai pemimpin dunia Islam yang kredibel.

3 Poin Penting Bir di Arab Saudi

  1. Bir 0,0% Alkohol Viral di Riyadh: Sebuah kafe di Riyadh viral karena menjual bir non-alkohol 0,0%, menarik minat besar anak muda dan menampilkan pemandangan baru seperti perempuan bercadar meminumnya.

  2. Kontroversi Gaya Barat: Fenomena ini memicu perdebatan di media sosial, dengan banyak netizen melontarkan kritik tentang “obsesi mengikuti standar Barat” dan adanya potensi melanggar nilai agama, meskipun bir tersebut bebas alkohol.

  3. Garis Merah dan Modernisasi MBS: Fenomena ini terjadi di tengah reformasi MBS yang masif. Kafe seperti A12 mencoba menyeimbangkan gaya hidup modern yang menarik bagi generasi muda, namun tetap patuh pada aturan ketat negara, di mana alkohol sungguh menjadi garis merah yang tidak boleh dilanggar.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan