Siapa yang nggak tahu gedung ikonik bergaya Romawi yang berdiri tegak di Jalan MT Haryono, Jakarta ini?
Menara Saidah bukan sekadar bangunan terbengkalai biasa, melainkan pusat dari berbagai cerita horor yang melegenda di kalangan anak muda ibu kota.
Meskipun sudah resmi ditutup sejak tahun 2007, aura mistis yang menyelimuti gedung 28 lantai ini justru semakin kuat, menjadikannya destinasi favorit bagi mereka yang hobi menguji nyali atau sekadar kepo dengan sejarah kelamnya.
Gedung yang dibangun pada periode 1995 hingga 1998 ini awalnya memiliki arsitektur yang sangat mewah dengan patung-patung impor langsung dari Italia.
Namun, kemewahan itu kini sirna, berganti dengan lumut dan kesan suram yang menyelimuti setiap sudut temboknya.
Sejak masa sewa para penghuninya habis dan isu konstruksi miring mulai mencuat, Menara Saidah seolah menjadi “kerajaan” tersendiri bagi makhluk-makhluk tak kasat mata di tengah hiruk-pikuk kemacetan Jakarta.
Teror Wanita Berbaju Merah dan Lift Berhantu
Kisah paling populer yang sering dibicarakan adalah penampakan sosok wanita berbaju merah di lantai-lantai kosong.
Banyak warga sekitar maupun pengendara yang lewat mengaku pernah melihat bayangan merah berdiri di jendela lantai atas, seolah sedang menatap ke bawah ke arah jalan raya.
Keberadaan sosok kuntilanak berbaju merah ini sudah menjadi urban legend yang sangat melekat, bahkan konon sering mengganggu siapa saja yang mencoba masuk tanpa izin ke dalam area gedung.
Tak hanya penampakan, gangguan teknis yang di luar nalar juga sering terjadi, salah satunya adalah misteri lift yang bergerak sendiri.
Beberapa saksi yang pernah masuk ke area lobi menceritakan bahwa lift sering kali terbuka dan tertutup di setiap lantai tanpa ada yang menekan tombolnya.
Suara denting lift yang menggema di dalam gedung yang sunyi dan gelap memberikan sensasi horor yang sangat nyata, seolah-olah ada penumpang gaib yang sedang berpindah antar lantai.
Lampu Misterius dan Isu Lahan Kuburan
Hal aneh lainnya yang sering tertangkap mata kamera netizen adalah lampu gedung yang tiba-tiba menyala sendiri pada malam hari.
Padahal, secara logika, aliran listrik di gedung tersebut sudah diputus sejak lama. Cahaya temaram yang sesekali muncul di lantai-lantai tinggi ini memicu spekulasi bahwa ada aktivitas “lain” yang terjadi di sana saat manusia terlelap.
Fenomena ini sering kali viral di media sosial, memicu perdebatan antara logika teknis dan kejadian supranatural.
Banyak pula yang percaya bahwa keangkeran gedung ini berakar dari lokasinya yang konon dibangun di atas lahan bekas kuburan.
Rumor tentang tempat pesugihan juga sempat berhembus kencang, menambah lapisan kengerian pada bangunan setinggi 28 lantai ini.
Meskipun pihak pengelola sempat membantah isu fondasi miring pada tahun 2013, kenyataan bahwa gedung ini tetap dibiarkan kosong dan tidak dirobohkan justru membuat masyarakat semakin yakin bahwa ada sesuatu yang “salah” dengan tempat ini.
Alasan Teknis di Balik Berdirinya Sang Ikon Horor
Secara resmi, Menara Saidah memang tidak dirobohkan karena alasan teknis pembongkaran yang sangat berisiko bagi bangunan dan infrastruktur di sekitarnya.
Namun, bagi pencinta horor, alasan tersebut terasa kurang cukup untuk menjelaskan mengapa gedung semegah itu dibiarkan membusuk selama belasan tahun.
Keberadaannya yang kokoh namun sunyi justru menjadi pengingat bahwa di balik megahnya Jakarta, selalu ada ruang bagi kegelapan yang tak terjelaskan.
Hingga tahun 2026 ini, Menara Saidah tetap tegak berdiri sebagai monumen misteri yang tak lekang oleh waktu.
Gedung ini seolah memiliki nyawanya sendiri, terus “menjaga” Jalan MT Haryono dengan segala rahasia yang terkunci rapat di dalamnya.
Selama bangunan ini belum rata dengan tanah, cerita-cerita tentang wanita berbaju merah dan lampu yang menyala sendiri akan terus menjadi bahan obrolan hangat saat nongkrong malam bagi anak muda Jakarta.
[gas/man]

![makam kemangi jungsemi [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/makam-300x169.png)

