Indonesia Kembali Berduka: Banjir Bandang Terjang Kalsel Saat Sumatra Belum Pulih

Senin, 29 Desember 2025

Banjir Balangan Kalsel (ulasan.co)

Dunia kebencanaan kita lagi benar-benar diuji nih, Sobat. Belum kering air mata kita melihat duka di Pulau Sumatra akibat banjir bandang yang menelan ribuan korban jiwa, kini giliran Provinsi Kalimantan Selatan yang dihantam bencana serupa.

Kabupaten Balangan menjadi titik paling terdampak dalam musibah ini. Air datang begitu cepat dan nggak terduga, bikin suasana akhir tahun 2025 yang harusnya ceria berubah jadi mencekam bagi warga di sana.

Hujan dengan intensitas super tinggi yang mengguyur sejak Jumat malam (26/12/2025) jadi pemicu utamanya. Air sungai meluap drastis dan menyapu permukiman warga pada Sabtu (27/12).

Bayangin aja, air yang naik dengan cepat memaksa warga melakukan aksi nekat demi bertahan hidup.

Ada yang naik ke atas lemari, menumpuk perabot, sampai harus memanjat atap rumah karena ketinggian air mencapai lebih dari 2 meter di beberapa titik.

Tebing Tinggi Jadi Titik Terparah Banjir Balangan

Kecamatan Tebing Tinggi tercatat sebagai wilayah yang paling hancur dihantam banjir bandang ini. Di sini, air bukan cuma sekadar merendam lantai, tapi sudah mencapai atap rumah warga.

Desa-desa seperti Juuh, Sungsum, dan Gunung Batu menjadi saksi bisu betapa dahsyatnya terjangan air bah kali ini.

Berdasarkan data sementara, ada sekitar 1.466 rumah yang terendam cuma di satu kecamatan ini saja, sebuah angka yang cukup bikin kita elus dada.

Selain Tebing Tinggi, Kecamatan Halong dan Awayan juga nggak luput dari terjangan air. Di Halong, desa-desa seperti Mauya dan Mantuyan juga terdampak cukup signifikan.

Total ada sekitar 1.615 Kepala Keluarga (KK) yang merasakan langsung pahitnya kehilangan harta benda karena terendam air dan lumpur.

Untungnya, meskipun kerugian material sangat besar, hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam musibah di Balangan ini.

Aksi Heroik Evakuasi dan Kondisi Terkini

Di tengah situasi darurat, tim gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD bergerak cepat melakukan aksi heroik.

Banyak warga yang sebelumnya terjebak di atap rumah hingga bertahan di dahan pohon berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Solidaritas petugas dan relawan di lapangan benar-benar jadi penyelamat bagi ribuan warga yang panik. Sejak Sabtu sore hingga Minggu (28/12), debit air dilaporkan mulai berangsur surut di beberapa lokasi terdampak.

Kini, pemandangan di Balangan berubah menjadi hamparan lumpur dan material sisa banjir. Warga mulai bahu-membahu bersama petugas untuk membersihkan rumah dan fasilitas umum.

Meskipun air mulai turun, perjuangan belum selesai karena proses pembersihan pascabencana biasanya memakan waktu dan energi yang nggak sedikit.

Semua pihak berharap agar cuaca segera membaik supaya proses pemulihan bisa berjalan lebih lancar tanpa gangguan hujan susulan.

Siaga Darurat dan Antisipasi Banjir Susulan

Melihat kondisi yang masih fluktuatif, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemkab Balangan nggak mau kecolongan. Status siaga darurat resmi ditetapkan untuk memastikan penanganan korban berjalan maksimal.

Petugas tetap disiagakan di titik-titik rawan untuk memantau pergerakan debit air. Hal ini penting banget karena cuaca di akhir tahun sering kali nggak menentu, dan risiko adanya kiriman air susulan masih tetap menghantui.

Kejadian ini jadi pengingat keras buat kita semua untuk selalu waspada terhadap fenomena cuaca ekstrem.

Bencana hidrometeorologi seperti ini menuntut kita buat lebih peduli sama lingkungan dan sistem peringatan dini.

Semoga saudara-saudara kita di Balangan, Kalimantan Selatan, diberikan kekuatan untuk bangkit kembali, dan semoga tahun 2026 nanti diawali dengan kabar yang lebih baik bagi alam Indonesia.

Statement:

Laporan BNPB

“Kecamatan Tebing Tinggi menjadi wilayah terdampak paling parah, dengan ribuan rumah dan kepala keluarga terdata terdampak banjir. Tim gabungan telah bekerja maksimal untuk mengevakuasi warga yang terjebak di atap rumah maupun pohon, dan saat ini status siaga darurat tetap diberlakukan untuk mengantisipasi banjir susulan.”

3 Poin Penting:

  • Dampak Masif di Balangan: Banjir bandang merendam ribuan rumah di Kabupaten Balangan, Kalsel, dengan ketinggian air mencapai atap rumah (lebih dari 2 meter) di Kecamatan Tebing Tinggi.

  • Evakuasi Tanpa Korban Jiwa: Meski ribuan rumah terdampak dan ribuan KK menderita kerugian, hingga 28 Desember 2025 dilaporkan tidak ada korban jiwa berkat aksi cepat tim evakuasi.

  • Status Siaga Darurat: Pemerintah telah menetapkan status siaga darurat karena cuaca masih fluktuatif, sementara warga mulai membersihkan sisa lumpur seiring air yang mulai surut.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir