Search

Indonesia Kurangi Ketergantungan Internet ke Singapura, Jalur Digital Baru Disiapkan demi Kedaulatan Data

Jumat, 12 Juni 2026

Internet (ist)

Pemerintah Indonesia mulai bergerak cepat untuk mengurangi ketergantungan terhadap Singapura dalam urusan konektivitas internet dan infrastruktur digital.

Langkah ini dilakukan dengan memperluas jalur jaringan alternatif melalui pengembangan kabel bawah laut, jaringan terestrial, pusat data, hingga spektrum frekuensi radio.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi besar memperkuat kedaulatan digital nasional di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital dan kecerdasan buatan (AI).

Menurut Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Denny Setiawan, sekitar 90 persen lalu lintas internet Indonesia saat ini masih bergantung pada Singapura.

Kondisi ini terjadi karena negara tetangga tersebut telah lama menjadi pusat digital utama di Asia Tenggara dengan dukungan kabel bawah laut internasional, pusat data berskala global, serta layanan komputasi awan dari perusahaan teknologi dunia.

Kedaulatan Digital Jadi Prioritas

Denny menegaskan Indonesia membutuhkan lebih banyak jalur konektivitas agar akses internet nasional tidak hanya bertumpu pada satu titik utama.

Menurutnya, penguatan infrastruktur digital harus dilakukan secara merata, baik melalui pembangunan kabel bawah laut maupun jaringan darat yang menghubungkan berbagai pulau di Indonesia.

Kebutuhan tersebut semakin mendesak seiring meningkatnya permintaan kapasitas jaringan untuk mendukung pengembangan AI, pusat data, serta transformasi digital nasional.

Pemerintah saat ini tengah memfinalisasi sejumlah proyek strategis yang mencakup pengembangan data center, jaringan kabel internasional, hingga penguatan spektrum frekuensi untuk menjamin konektivitas yang lebih andal dan aman.

Singapura Tetap Jadi Mitra Strategis

Meski berupaya mengurangi ketergantungan, Indonesia tetap membuka peluang kerja sama dengan Singapura dalam pengembangan ekosistem digital regional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah sedang menjajaki kemitraan melalui koridor pertumbuhan Singapura-Johor-Riau yang difokuskan pada pengembangan pusat data dan infrastruktur digital.

Airlangga menilai sektor digital berpotensi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang relatif lebih tahan terhadap gejolak geopolitik global.

Karena itu, kolaborasi regional tetap diperlukan untuk memperkuat rantai pasok digital sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi Asia Tenggara di tingkat internasional.

Risiko Ketergantungan dan Tantangan Masa Depan

Di sisi lain, sejumlah analis menilai ketergantungan Indonesia terhadap Singapura masih menyimpan risiko strategis.

Dosen dan Koordinator Program Keamanan Siber Monash University, Muhamad Erza Aminanto, menjelaskan bahwa secara geografis Singapura memang menjadi pilihan paling logis sebagai titik koneksi utama karena lokasinya yang sangat dekat dengan Jakarta dan telah lama berfungsi sebagai pusat internet global.

Data GeoCables menunjukkan Indonesia memiliki 72 kabel bawah laut yang terdiri dari 42 kabel domestik dan 30 kabel internasional. Hampir seluruh kabel internasional tersebut terhubung ke Singapura.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah menghadapi tantangan besar untuk membangun jalur alternatif yang mampu meningkatkan ketahanan jaringan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan digital baru di kawasan.

Statement:

Denny Setiawan, Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi

“Kita perlu memiliki lebih banyak jalur konektivitas, baik melalui kabel bawah laut maupun kabel terestrial, dan hal yang sama perlu diterapkan di setiap pulau.”

Muhamad Erza Aminanto, Monash University

“Jika ingin menjangkau Jakarta maka menghubungkannya dengan Singapura menjadi pilihan yang logis karena negara tersebut sudah menjadi pusat internet global.”

3 Poin Penting:

  • Indonesia masih bergantung sekitar 90 persen pada Singapura untuk lalu lintas internet dan konektivitas digital internasional.
  • Pemerintah menyiapkan jalur alternatif melalui kabel bawah laut, jaringan terestrial, pusat data, dan spektrum frekuensi untuk memperkuat kedaulatan digital.
  • Meski mengurangi ketergantungan, Indonesia tetap membuka kerja sama strategis dengan Singapura dalam pengembangan pusat data dan ekonomi digital regional.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan