Search

Ini Dia Clue Evolusi Ular Modern! Fosil Ular Berusia 37 Juta Tahun Ditemukan

Minggu, 7 Desember 2025

Ilustrasi ular purba (Jaime Chirinos)

Gila, dunia paleontologi lagi heboh! Sebuah fosil ular yang baru diidentifikasi akhirnya ngebongkar petunjuk penting tentang evolusi awal spesies ular.

Ular yang dijuluki Paradosophision richardoweni ini punya ciri-ciri campuran yang nunjukin dia tuh cabang kuno dari pohon keluarga caenophidian—kelompok ular modern paling luas saat ini.

Bayangin, fosil ini pertama kali digali tahun 1981, alias udah lebih dari empat puluh tahun lalu! Tapi identitas aslinya baru terungkap sekarang.

Fosil yang ditemukan di Hordle Cliff, sepanjang pantai selatan Inggris ini, kini diakui sebagai spesies yang belum pernah didokumentasikan.

Ular ini hidup sekitar 37 juta tahun yang lalu, saat Inggris masih punya vibes tropis.

Perpaduan Sifat Unik dan Mimpi Masa Kecil yang Jadi Nyata

Paradosophision richardoweni ini bukan ular biasa, lho. Anatominya nunjukin perpaduan sifat yang enggak biasa yang sekarang tersebar di berbagai ular caenophidian modern.

Kombinasi paradoks inilah yang bikin nama genusnya jadi Paradoksofi—yang artinya ‘ular paradoks’ dalam bahasa Yunani.

Penulis Utama studi ini, Dr. Georgios Georgalis dari Polish Academy of Sciences, curhat kalau nemuin spesies baru di koleksi lama itu kayak mimpi yang jadi kenyataan.

Inggris Dulu Lebih Hangat, Gak Ada Clue Apa yang Dimakan Ular Ini

Lokasi penemuan, Hordle Cliff, tuh ibarat jendela waktu ke periode Eosen (sekitar 56 sampai 34 juta tahun lalu). Dr. Marc Jones, kurator reptil fosil, ngejelasin kalau saat itu Inggris jauh lebih hangat dari sekarang, guys.

Tingkat karbon dioksida atmosfer jauh lebih tinggi dan Inggris sedikit lebih dekat ke khatulistiwa.

Fosil ular emang melimpah di sana. Untuk ngelihat lebih jelas fosil Paradoksofi ini, Marc dan Georgios ngambil CT scan tulang.

Mereka ngidentifikasi 31 vertebra (tulang belakang) dari berbagai bagian. Tapi sayangnya, tanpa tengkorak, gak ada clue pasti apa yang dimakan ular ini.

Kemungkinan Ular Akuatik atau Garis Keturunan Baru?

Meskipun detail gaya hidupnya masih misteri, tulang belakang Paradoksofi mirip banget sama kelompok ular yang dikenal sebagai Acrochordids atau ular belalai gajah (karena kulitnya yang longgar).

Acrochordids ini adalah salah satu cabang paling awal dari keluarga caenophidian.

Tapi, Georgios juga ngasih disclaimer: bisa jadi ular ini milik kelompok caenophidian yang sama sekali berbeda.

Intinya, buat nemuin lebih banyak clue soal Paradoksofi dan evolusi ular awal, mereka butuh neliti lebih banyak fosil lagi. Georgios percaya, masih banyak spesies baru yang nangkring di koleksi lama.

Statement:

Dr. Georgios Georgalis, Polish Academy of Sciences

“Itu adalah impian masa kecil saya untuk dapat mengunjungi Museum Sejarah Alam, apalagi melakukan penelitian di sana.”

“Jadi, ketika saya melihat tulang belakang yang sangat aneh ini dalam koleksi dan tahu bahwa itu adalah sesuatu yang baru, itu adalah perasaan yang luar biasa.”

“Karena Paradoksofi sangat mirip dengan acrochordids, mungkin saja ular ini bisa menjadi anggota tertua dari keluarga ini. Jika demikian, maka itu bisa berarti bahwa hewan ini adalah spesies akuatik.”

3 Poin Penting Penemuan Ular Paradoks

  1. Penemuan Ular Paradoks Baru: Fosil ular yang sudah disimpan sejak 1981 diidentifikasi sebagai spesies baru: Paradosophision richardoweni. Ular berusia 37 juta tahun ini mewakili cabang kuno dari garis keturunan caenophidian (kelompok ular modern).

  2. Ciri Paradoks dan Lokasi Penemuan: Paradosophision (ular paradoks) memiliki perpaduan sifat anatomi yang unik dan ditemukan di Hordle Cliff, Inggris, yang pada zaman Eosen memiliki iklim jauh lebih hangat.

  3. Hipotesis Ular Akuatik: Tulang belakang Paradosophision sangat mirip dengan ular Acrochordids (ular belalai gajah) yang bersifat akuatik. Meskipun belum terbukti, para peneliti menduga ular purba ini mungkin juga merupakan spesies akuatik.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan