Search

Ini Dia Kisah Angker Perlintasan KA “Mbah Ruwet” yang Bikin Pengendara Bingung

Kamis, 13 November 2025

lintasan kereta api (shutterstock)

Guys, kalau lagi lewat Klaten, Jawa Tengah, ada satu perlintasan kereta api (KA) yang bener-bener melegenda dan cuma dia satu-satunya yang punya julukan, yaitu Perlintasan Mbah Ruwet!

Lokasinya ada di Desa Jombor, Kecamatan Ceper, Klaten, sekitar 400 meter dari Jalan Jogja-Solo.

Perlintasan ini menghubungkan Desa Jombor dan Desa Pokak, yang kini udah ramai banget dengan pabrik-pabrik.

Nah, julukan Mbah Ruwet ini bukan tanpa alasan. Menurut relawan penjaga, Sutarno, perlintasan ini sering bikin pengendara bingung dan ruwet saat melintas, terutama orang dari luar daerah.

Julukan Turun Temurun dan Kisah Horor Zaman Belanda

Relawan Sutarno menceritakan bahwa jalur kereta api di dekat desa itu udah ada sejak zaman kolonial Belanda. Julukan Mbah Ruwet sendiri udah ada sejak lama, turun temurun dari masyarakat sekitar.

Sebelum seramai sekarang dan banyak pabrik berdiri, perlintasan ini dulunya gelap banget dan dipenuhi ilalang.

Nggak heran kalau banyak cerita-cerita horor yang nempel di lokasi ini. Sutarno nyebutin salah satu cerita angker yang beredar: ada pengendara yang merasa dipanggil-panggil saat lewat, padahal enggak ada orang di sana.

Makanya, ada aturan tak tertulis bagi yang melintas buat izin terlebih dahulu.

Sebelum Dijaga Ketat, Mbah Ruwet Sering Makan Korban Jiwa

Nggak cuma bikin bingung dan angker, lokasi ini emang sangat sering terjadi kecelakaan sebelum akhirnya dijaga ketat oleh petugas.

Sutarno bilang, ada beberapa kejadian di mana pengendara udah menyeberang tapi tiba-tiba puter balik di tengah rel, dan otomatis itu yang menyebabkan kecelakaan tragis.

Salah satu kecelakaan terbesar terjadi beberapa tahun silam, yang diceritakan oleh penjaga perlintasan lain, Slamet. Kecelakaan itu menimpa sebuah bus rombongan pengantin dari Sragen.

Nyesek banget!

Tragedi Bus Pengantin yang Nggak Terlupakan dan Penjagaan 24 Jam

Tragedi bus pengantin yang terjadi pada tahun 2012 ini emang tragis banget. Korban banyak, lebih 15 orang meninggal, bus mengantar pengantin pria, saat hendak melewati perlintasan kereta api tapi macet di tengah sehingga ditabrak kereta. Begitu papar Slamet.

Setelah kecelakaan super fatal itu, Perlintasan Mbah Ruwet akhirnya dijaga dengan ketat. Total ada enam orang penjaga yang dibagi menjadi tiga shift selama 24 jam penuh!

Sayangnya, meskipun udah dijaga ketat, kecelakaan masih aja terjadi. Waluyo, penjaga lain, menceritakan kejadian terakhir di mana salah seorang penjaga perlintasan, Pak Sunar, yang lengah dan tertabrak kereta.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan