Search

Intip Rencana Keren Stasiun Gambir yang Bakal Bisa Buat Naik KRL

Kamis, 9 Juli 2026

Stasiun Gambir bakal ada KRL (kompas.com)

Ada kabar gembira yang sangat dinanti buat kamu para pejuang komuter dan pencinta transportasi publik di ibu kota. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI secara resmi mulai mempersiapkan proyek pengembangan besar-besaran untuk menyulap Stasiun Gambir.

Kawasan ini tidak lagi sekadar menjadi tempat naik-turun kereta api (KA) jarak jauh, melainkan akan dikembangkan menjadi sebuah simpul transportasi terpadu yang super keren dan modern.

Langkah strategis ini sengaja diambil oleh KAI demi memberikan kemudahan bagi mobilitas masyarakat urban yang ingin menuju ke kawasan pusat Jakarta.

Transformasi ini nantinya akan mengubah Stasiun Gambir menjadi sebuah kawasan transportasi masa depan yang saling terhubung erat.

Pengguna jasa angkutan umum bakal dimanjakan dengan konektivitas antarmoda yang mencakup layanan Transjakarta, MRT, fasilitas komersial canggih, ruang publik, hingga membuka peluang integrasi penuh dengan jalur KRL Commuter Line.

Menghubungkan Bogor Line ke Pusat Kota dan Menata Alur Perjalanan

Arah pengembangan Stasiun Gambir kini sudah bergeser jauh dari paradigma lama yang hanya fokus pada aktivitas kedatangan dan keberangkatan penumpang antarkota saja.

Pihak KAI ingin menata stasiun ini menjadi pusat mobilitas perkotaan terintegrasi yang mampu memenuhi segala kebutuhan gaya hidup para pelanggan secara menyeluruh.

Jadi, ketika kamu datang ke stasiun ini, kamu tidak hanya sekadar transit, tetapi juga disuguhkan alur perjalanan yang ringkas, tempat menunggu yang nyaman, serta pilihan tenant makanan dan minuman yang lengkap.

Saat ini, lintas layang di Stasiun Gambir sebenarnya dilewati oleh sekitar 326 perjalanan KRL Bogor Line setiap harinya, namun sayangnya belum melayani aktivitas naik dan turun penumpang.

Jika nantinya rencana pembukaan layanan Commuter Line ini resmi direalisasikan, masyarakat dari arah Bogor, Depok, Cibinong, hingga Nambo bakal ketiban untung besar.

Mereka akan mendapatkan akses mobilitas yang jauh lebih cepat dan efisien tanpa hambatan untuk menuju ke kawasan Monas, pusat pemerintahan, maupun kawasan perkantoran di jantung ibu kota.

Menyiapkan Infrastruktur Teknis Secara Bertahap Demi Keselamatan

Meski rencana ini terdengar sangat menggiurkan bagi anak muda urban, pembukaan layanan KRL di Stasiun Gambir tentu tidak bisa dilakukan secara instan dalam semalam.

Pihak manajemen menegaskan bahwa proses integrasi ini masih memerlukan tahapan yang matang karena harus didukung oleh kesiapan infrastruktur fisik yang mumpuni.

KAI wajib memperhitungkan aspek pengaturan operasional, kapasitas lintas yang padat, faktor keselamatan penumpang, serta koordinasi intensif bersama regulator terkait.

Rencana integrasi antarmoda ini dinilai semakin krusial dan relevan mengingat data volume pengguna KRL Jabodetabek yang terus melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Data internal menunjukkan adanya pertumbuhan luar biasa sebesar 58,11 persen, dari 217,9 juta perjalanan pada tahun 2022 menjadi 344,6 juta perjalanan pada tahun 2025.

Apalagi, lintas Bogor Line tercatat sebagai rute paling sibuk yang mengangkut lebih dari 155 juta pelanggan sepanjang tahun 2025, sehingga penambahan fasilitas di Gambir akan menjadi solusi tepat guna.

Konsep Modern Station dan Lifestyle Hub yang Membuka Lapangan Kerja

Tidak berhenti pada urusan transportasi saja, KAI juga telah merancang cetak biru Stasiun Gambir sebagai kawasan Modern Station & Lifestyle Hub yang sangat kekinian.

Konsep mutakhir ini dengan apik menggabungkan fungsi moda transportasi, ruang publik terbuka, pelestarian budaya, hingga aktivitas ekonomi kreatif dalam satu wadah kawasan.

Fasilitas yang direncanakan pun tidak main-main, mulai dari penataan jalur pedestrian yang ramah pejalan kaki, pembangunan area komersial, hotel transit, lounge mewah, ruang pertemuan, hingga rooftop park yang estetik.

Berdasarkan hasil kajian pengembangan, proyek ini berpotensi menambah area ritel baru seluas 15.479 meter persegi serta fasilitas penginapan seluas 3.756 meter persegi.

Jika seluruh rencana ekspansi ini berhasil terealisasi dengan mulus, kawasan Stasiun Gambir diperkirakan mampu menampung hingga 310 unit usaha baru.

Hebatnya lagi, proyek ini diproyeksikan bakal membuka sekitar 500 hingga 1.000 lapangan kerja baru di berbagai sektor pendukung seperti logistik, kebersihan, hingga layanan pelanggan.

Statement:

Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI

“Gambir kami siapkan sebagai ruang perjalanan yang lebih lengkap. Pelanggan datang untuk naik kereta api, dan di saat yang sama mereka membutuhkan akses yang mudah, alur yang jelas, tempat menunggu yang nyaman, pilihan makanan dan minuman, layanan perjalanan, serta koneksi ke kawasan sekitar.”

“Pengembangan Gambir diarahkan agar semua kebutuhan itu tertata dalam satu pengalaman yang lebih baik. Bagi pelanggan dari Bogor Line, Gambir akan memberi akses yang lebih dekat ke pusat Jakarta. Bagi pelanggan KA Jarak Jauh, integrasi itu membuka pilihan lanjutan yang lebih luas setelah tiba di Gambir.”

3 Poin Penting:

  • Transformasi Integrasi Antarmoda: Stasiun Gambir tengah dipersiapkan menjadi simpul transportasi terpadu yang menghubungkan KA Jarak Jauh, Transjakarta, MRT, dan peluang pembukaan layanan KRL Commuter Line.

  • Akses Cepat Jalur Bogor Line: Integrasi KRL di Gambir akan memotong waktu perjalanan bagi masyarakat dari Bogor, Depok, dan sekitarnya menuju kawasan perkantoran pusat, Monas, serta area pemerintahan.

  • Konsep Modern Lifestyle Hub: Proyek ini mengusung konsep modern yang dilengkapi dengan rooftop park, hotel, dan area ritel baru seluas 15.479 meter persegi yang berpotensi menyerap hingga 1.000 lapangan kerja baru.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan