Jakarta Darurat Sampah! Proyek ITF Sunter dan RDF Rorotan Siap Gaspol di 2026

Kamis, 19 Februari 2026

Desain maket pembangunan ITF Sunter. (Diskominfotik Pemprov DKI Jakarta)
Desain maket pembangunan ITF Sunter. (Diskominfotik Pemprov DKI Jakarta)

Masalah sampah di Jakarta memang nggak ada habisnya, tapi kali ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta punya jurus baru yang lebih satset buat mengatasinya.

Selama ini kita terlalu bergantung sama TPST Bantargebang yang kapasitasnya sudah mulai megap-megap menampung gunungan limbah warga ibu kota.

Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta tengah mempercepat pengelolaan sampah modern dengan fokus pada teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF) dan meninjau kembali proyek Intermediate Treatment Facility(ITF) agar Jakarta nggak lagi “ekspor” sampah besar-besaran ke Bekasi.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan bocoran bahwa pembangunan fasilitas pengolahan sampah ini bakal dikebut mulai pertengahan tahun 2026.

Langkah ini diambil bukan cuma biar Jakarta terlihat makin keren dan bersih, tapi juga sebagai misi penyelamatan lingkungan untuk menekan emisi karbon.

Dengan adanya fasilitas di dalam kota, efisiensi pengelolaan sampah bakal meningkat drastis dan biaya transportasi yang biasanya mahal banget bisa dipangkas buat kebutuhan warga lainnya.

Skema RDF Rorotan Jadi Solusi Cepat dan Ekonomis

Salah satu proyek yang jadi primadona saat ini adalah pembangunan RDF Plant di Rorotan, Jakarta Utara.

Teknologi RDF ini sebenarnya sangat menarik karena sampah nggak cuma dibuang, tapi diolah menjadi bahan bakar alternatif yang punya nilai ekonomi.

Pemprov sempat memilih fokus ke Rorotan karena proses pembangunannya dianggap jauh lebih cepat dan biayanya lebih masuk akal buat anggaran daerah, sehingga bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.

Sebelumnya, proyek ITF Sunter memang sempat mengalami drama penghentian karena kendala pendanaan dan biaya pengelolaan atau tipping fee yang dianggap terlalu tinggi.

Namun, seiring dengan kebutuhan yang makin mendesak, pemerintah terus mencari jalan tengah agar fasilitas di Sunter ini tetap bisa berjalan berdampingan dengan RDF Rorotan.

Targetnya jelas, pada pertengahan 2026 nanti, Jakarta harus sudah punya sistem pengolahan sampah mandiri yang tersebar di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara, hingga Bantargebang sendiri.

Menuju Kemandirian Kelola Sampah di Pertengahan 2026

Rencana besar ini diproyeksikan bakal menjadi titik balik bagi Jakarta dalam urusan kebersihan.

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di dalam proyek ITF akan menjadi bukti kalau limbah rumah tangga kita bisa disulap jadi energi listrik yang bermanfaat.

Dengan sinergi antara teknologi pembakaran modern di ITF dan pengolahan bahan bakar di RDF, beban TPST Bantargebang diharapkan bisa berkurang secara signifikan sebelum mencapai titik kritisnya.

Pramono Anung juga menekankan bahwa pengelolaan sampah ini harus dilakukan secara merata di berbagai penjuru kota.

Bukan cuma soal teknologi tinggi, tapi juga soal bagaimana menumbuhkan kesadaran warga buat mulai memilah sampah dari rumah.

Jika fasilitas modern ini sudah siap beroperasi penuh pada tahun 2026, maka cita-cita Jakarta sebagai kota global yang bersih dan ramah lingkungan bukan lagi sekadar mimpi di siang bolong.

Dampak Positif bagi Lingkungan dan Ekonomi Warga

Peralihan ke pengelolaan sampah modern ini pastinya bakal membawa dampak positif bagi kualitas hidup kita semua.

Polusi udara akibat pembakaran sampah ilegal di pemukiman bisa berkurang, dan bau menyengat dari truk-truk sampah yang melintas juga bakal berkurang seiring dengan adanya fasilitas pengolahan di dalam kota.

Selain itu, proyek RDF dan ITF ini diprediksi bakal membuka lapangan kerja baru bagi tenaga kerja lokal yang ahli di bidang teknologi lingkungan.

Sebagai anak muda yang tinggal di Jakarta, kita harus dukung penuh langkah pemerintah ini dengan tetap menjaga pola hidup minim sampah.

Teknologi canggih sekalipun nggak bakal maksimal kalau kita masih hobi buang sampah sembarangan.

Mari kita kawal bareng-bareng proyek besar ini agar berjalan lancar di tahun 2026. Jakarta bersih, kita juga yang bakal merasa nyaman dan bangga tinggal di ibu kota!

Statement:

Pramono Anung ( Gubernur DKI Jakarta )

“Kami berkomitmen agar pembangunan ITF dan RDF ini segera dimulai pada pertengahan 2026. Fokus kita adalah kemandirian dalam mengelola sampah tanpa harus terus-menerus membebani wilayah lain. Ini adalah investasi jangka panjang untuk lingkungan Jakarta yang lebih sehat dan bebas dari masalah gunungan limbah yang selama ini menghantui kita.”

3 Poin Penting:

  • Target Konstruksi: Pembangunan ITF Sunter dan fasilitas PLTSa dijadwalkan mulai konstruksi pada pertengahan tahun 2026.

  • Solusi RDF Rorotan: Pemprov DKI memprioritaskan RDF Plant di Rorotan karena lebih ekonomis dan cepat dibangun sebagai solusi jangka pendek-menengah.

  • Misi Pengurangan Beban: Seluruh fasilitas pengolahan sampah modern ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada TPST Bantargebang dan menekan emisi karbon kota.

[gas/man]

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir