Jakarta kembali menghadapi tantangan klasik yang menguras energi dan kesabaran para penghuninya. Pada Jumat pagi (23/1/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memberikan kabar kurang sedap mengenai kondisi cuaca yang ekstrem.
Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak dini hari membuat sistem drainase kota kewalahan, hingga akhirnya “panggung” Jakarta terpaksa digenangi luapan air yang cukup masif.
Kondisi ini bukan sekadar genangan biasa yang numpang lewat, melainkan banjir yang cukup serius di beberapa titik strategis.
Fenomena alam ini seolah menjadi pengingat bagi warga metropolitan bahwa infrastruktur kota masih berjuang keras melawan debit air yang melimpah.
Meskipun wilayah Jakarta Pusat dilaporkan sudah mulai kondusif dan surut, wilayah-wilayah penyangga lainnya masih harus berjibaku dengan volume air yang terus merangkak naik.
Update Wilayah Terdampak dan Rekor Ketinggian Air
Berdasarkan data terbaru dari BPBD DKI Jakarta, tercatat sebanyak 125 RT dan 14 ruas jalan di wilayah Jakarta terendam banjir dengan ketinggian yang bervariasi. Jakarta Selatan menyandang predikat wilayah paling terdampak dengan total 55 RT yang tergenang.
Sementara itu, Jakarta Barat menyusul di posisi kedua dengan 38 RT, di mana wilayah Rawa Buaya mencatatkan rekor ketinggian air paling dramatis mencapai 150 cm atau setara 1,5 meter.
Kawasan Jakarta Timur dan Utara juga tidak luput dari kepungan air yang meluas akibat buruknya sistem drainase di beberapa titik krusial.
Kombinasi antara hujan lebat yang awet dan saluran air yang tersumbat membuat proses infiltrasi air ke tanah menjadi sangat lambat.
Hal ini memicu keresahan warga yang aktivitas paginya terpaksa terhambat oleh genangan yang tak kunjung menyusut hingga menjelang siang hari.
Akses Jalan Lumpuh dan Mobilitas Warga Terhambat
Dampak banjir kali ini benar-benar terasa pada sektor transportasi dan mobilitas harian anak muda Jakarta yang terkenal produktif.
Sebanyak 14 ruas jalan utama dilaporkan lumpuh dan tidak dapat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat dengan aman.
Jalan Daan Mogot dan Srengseng Raya menjadi dua di antara belasan titik yang mengalami gangguan parah akibat genangan air yang mencapai ketinggian hingga 65 cm.
Banyak pengendara motor yang terpaksa memutar balik atau nekat menerjang banjir hingga berakhir dengan mesin kendaraan yang mogok di tengah jalan.
Kemacetan panjang pun tidak terhindarkan di jalur-jalur alternatif, mengingat banyak warga yang tetap berusaha menuju tempat kerja meski situasi sedang tidak bersahabat.
Pemandangan evakuasi mandiri oleh warga dan petugas di lapangan menjadi dinamika utama di jalanan Jakarta pagi ini.
Penanganan Darurat dan Imbauan Petugas di Lapangan
BPBD DKI Jakarta bersama dinas terkait terus berupaya melakukan penyedotan air menggunakan pompa stasioner maupun mobile untuk mempercepat proses surutnya banjir.
Petugas di lapangan juga dikerahkan untuk membantu evakuasi warga yang rumahnya terendam hingga lebih dari satu meter.
Langkah preventif dan respons cepat menjadi kunci utama agar dampak kerugian material maupun korban jiwa dapat diminimalisasi sekecil mungkin.
Pemerintah menghimbau agar masyarakat tetap waspada dan memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi guna menghindari wilayah-wilayah yang masih tergenang.
Koordinasi antar wilayah terus diperkuat untuk memastikan pintu air dikelola dengan maksimal.
Meski tantangan drainase masih menjadi PR besar, sinergi antara kesiapsiagaan warga dan ketangkasan petugas diharapkan mampu memulihkan kondisi Jakarta dalam waktu singkat.
Statement:
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta
“Kami terus mengerahkan personel dan armada pompa secara maksimal di titik-titik krusial seperti Rawa Buaya dan Jakarta Selatan. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan mempercepat pengeringan ruas jalan utama agar mobilitas ekonomi tidak terhenti total. Kami meminta warga untuk tetap berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.”
3 Poin Penting:
-
Skala Banjir: Sebanyak 125 RT dan 14 ruas jalan di Jakarta terendam banjir dengan ketinggian maksimal mencapai 150 cm di wilayah Rawa Buaya pada Jumat (23/1/2026).
-
Wilayah Terdampak: Jakarta Selatan menjadi area paling parah dengan 55 RT terdampak, diikuti Jakarta Barat, Timur, dan Utara, sementara Jakarta Pusat sudah berangsur surut.
-
Penyebab Utama: Banjir dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi serta kondisi sistem drainase kota yang tidak mampu menampung luapan air secara optimal.
![banjir kampung cogreg [dok. tribun]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/BANJIR-TANGERANG-6H8.jpg-300x169.webp)
![Banjir di U-turn Samsat Jakarta Barat [dok. X/@TMCPoldaMetro]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/full_1772943230180953_806b21a990_berita_pusat-pemberitaan-300x168.webp)
![bantargebang tim sar [Metrotvnews.com/Antonio]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/a_69ad6b9a64b72-300x225.jpg)
![sungai dengkeng [dok. antara]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/KALI-DENGKENG-MELUAP-1-300x200.webp)