Search
Search
Search

Kebakaran Kembali Terjang Bromo! Bukit Pengol dan Bukit Teletubbies Dilalap Si Jago Merah

Jumat, 11 September 2026

Kebakaran savana bromo (Antara Foto)

Kabar duka kembali datang dari destinasi wisata favorit Indonesia, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Kobaran si jago merah dilaporkan kembali menerjang vegetasi kering di area pegunungan indah tersebut sejak Kamis (10/9/2026) sore.

Asap tebal dan kobaran api terlihat membubung tinggi hingga malam hari, membuat petugas gabungan dan warga sekitar harus siaga penuh di lokasi kejadian.

Insiden kebakaran ini pertama kali terdeteksi sekitar pukul 16.30 WIB di kawasan Bukit Pengol, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Kombinasi cuaca kering dan tiupan angin kencang di atas perbukitan membuat lidah api merambat dengan sangat cepat.

Hanya dalam kurun waktu singkat, kobaran api langsung bergerak menjalar menuju kawasan Lembah Watangan yang populer dikenal wisatawan sebagai Bukit Teletubbies.

Faktor Angin Kencang dan Vegetasi Kering Percepat Penyebaran Api

Kondisi tanaman dan rumput savana yang mengering akibat musim kemarau menjadi pemicu utama yang mempercepat penyebaran api di lapangan.

Hembusan angin kencang yang bertiup di sekitar lereng pegunungan makin menyulitkan proses penanganan awal. Titik-titik api baru dapat muncul dalam waktu singkat akibat percikan materi kering yang terbawa angin ke area sekitarnya.

Petugas Koramil Sukapura bersama aparat setempat langsung bergerak menuju lokasi untuk memetakan arah pergerakan si jago merah.

Upaya pemadaman awal dihadapkan pada medan perbukitan yang terjal serta jarak pandang yang makin terbatas saat malam tiba. Meski dalam kondisi sulit, koordinasi ketat terus dilakukan agar kebakaran tidak menyeberang ke kawasan hutan lindung lainnya.

Petugas Gabungan dan Relawan Dikerahkan Tahan Laju Kebakaran

Menanggapi situasi darurat tersebut, tim gabungan dari berbagai unsur langsung diterjunkan ke titik-titik rawan. Personel Kodim 0820 Probolinggo, Balai Besar TNBTS, hingga kelompok relawan lokal bergerak cepat menyisir area terluar kebakaran.

Menggunakan peralatan pemadam portabel dan metode manual, petugas berjuang keras membuat sekat bakar (firebreak) demi menahan laju api.

Pemantauan ketat dilakukan secara berkelanjutan untuk membaca pola pergerakan angin dan potensi perluasan kobaran api. Penanganan di lapangan diutamakan pada titik-titik yang mendekati akses jalan utama serta fasilitas publik.

Tim gabungan juga berupaya menjaga agar area savana vital dapat dilindungi dari dampak kerusakan yang lebih parah.

Hambatan Medan Terjal dan Upaya Pemadaman Lanjutan

Kendala utama yang dihadapi para petugas di lapangan adalah kondisi cuaca yang tidak menentu serta embusan angin yang berubah-ubah arah.

Api yang sempat mereda dapat dengan mudah berkobar kembali ketika diterpa angin kencang. Situasi ini membuat tim pemadam harus ekstra waspada dan tidak boleh gegabah dalam mengambil langkah penyisiran di malam hari.

Hingga Kamis malam, seluruh personel gabungan masih disiagakan di sekitar lokasi guna memantau perkembangan situasi dan menunggu dukungan armada pemadam tambahan.

Pihak otoritas mengimbau para wisatawan serta masyarakat sekitar untuk tetap tenang dan mematuhi arahan dari petugas demi keselamatan bersama di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Statement:

Kapten Infanteri Warsito, Komandan Rayon Militer Sukapura

“Titik awal kebakaran berada di sekitar Bukit Pengol. Kuatnya angin membuat api cepat merambat dan membakar vegetasi kering di sekitarnya.”

3 Poin Penting:

  • Titik Awal Kebakaran: Kebakaran di kawasan TNBTS terdeteksi pertama kali di Bukit Pengol, Desa Ngadisari, Probolinggo pada Kamis (10/9/2026) sore sekitar pukul 16.30 WIB.

  • Penyebaran ke Bukit Teletubbies: Angin kencang dan vegetasi yang mengering membuat kobaran api cepat merambat menuju kawasan Lembah Watangan atau Bukit Teletubbies.

  • Pengerahan Tim Gabungan: Personel Kodim 0820 Probolinggo, Balai Besar TNBTS, dan relawan diterjunkan untuk memantau pergerakan api serta melakukan upaya pengendalian di lapangan.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan