Search

Kebiasaan Scrolling di Toilet Tingkatkan Risiko Wasir: Ponsel Mengancam Kesehatan Anus

Selasa, 30 September 2025

Ilustrasi main ponsel saat BAB (istimewa)

Siapa sangka, kebiasaan modern yang tampak sepele—yaitu menggulir media sosial di ponsel saat buang air besar (BAB)—ternyata menyimpan risiko kesehatan yang serius.

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One menemukan adanya kaitan kuat antara kebiasaan membawa ponsel ke kamar mandi dengan peningkatan risiko menderita wasir atau ambeien.

Penemuan ini menjadi peringatan keras bagi jutaan orang yang menjadikan toilet sebagai ruang hiburan pribadi.

Wasir atau hemoroid adalah kondisi di mana pembuluh darah vena di anus dan rektum bawah mengalami pembengkakan, yang dapat menimbulkan gejala berupa rasa gatal, nyeri, benjolan, hingga pendarahan.

Selain mengejan berlebihan—yang merupakan penyebab paling umum—penelitian ini menunjukkan bahwa perpanjangan waktu duduk di toilet, yang diakibatkan oleh penggunaan ponsel, menjadi pemicu baru yang signifikan.

Penelitian Ungkap Risiko 48% Lebih Tinggi

Penelitian ini melibatkan 125 orang dewasa yang menjalani prosedur kolonoskopi.

Para responden diminta mengisi survei mendalam mengenai kebiasaan BAB mereka, termasuk durasi dan apakah mereka sering menggunakan ponsel saat berada di toilet.

Faktor-faktor lain seperti rutinitas olahraga, asupan serat, dan kebiasaan mengejan juga dimasukkan untuk mendapatkan hasil yang komprehensif.

Hasilnya cukup mencengangkan. Sebanyak 66% responden mengaku sering bermain ponsel saat BAB, dan 37% di antaranya menghabiskan waktu lebih dari lima menit.

Setelah menganalisis data, peneliti menemukan bahwa penggunaan ponsel saat BAB secara teratur dapat meningkatkan risiko wasir hingga 48%.

Angka ini menyoroti bahwa ‘kecanduan’ digital di toilet bukanlah sekadar masalah waktu, tetapi masalah kesehatan serius.

Dudukan Toilet dan Postur Memperburuk Tekanan

Para ahli menjelaskan bahwa risiko wasir meningkat saat seseorang duduk terlalu lama di toilet, yang secara struktural berbeda dengan duduk di kursi biasa.

Dudukan toilet yang terbuka menekan area rektum, menempatkan bokong pada posisi yang lebih rendah. Menurut penulis utama studi, Trisha Pasricha dari Gut-Brain Research Institute, “Saat Anda duduk di toilet, Anda tidak mendapat dukungan dasar panggul.”

Peningkatan tekanan yang terjadi seiring waktu ini dapat memicu penggumpalan darah di rektum.

Masalah diperparah oleh postur tubuh yang buruk saat menggunakan ponsel. Ahli bedah kolorektal Amerika Serikat (AS), Hilma Ghanta, menyoroti bahwa pengguna ponsel cenderung membungkuk saat melihat layar.

Postur ini sangat tidak ideal untuk BAB karena menyebabkan rektum dan anus melengkung. Para ahli menyarankan posisi jongkok sebagai pilihan yang jauh lebih baik karena mampu meluruskan rektum, memfasilitasi proses BAB yang lancar.

Pelajaran Berharga dari Perubahan Sudut dan Gaya Hidup

Temuan ini membawa kita pada sebuah ironi modern: teknologi yang dirancang untuk mempercepat komunikasi justru memperlambat kita di tempat yang salah.

Kebiasaan duduk terlalu lama di toilet—sebuah kebiasaan yang diperburuk oleh ponsel—menjadi faktor utama yang memperburuk masalah kesehatan yang seharusnya bisa dihindari.

Ahli menyarankan agar waktu di toilet dibatasi hanya seperlunya saja.

Studi ini menjadi pelajaran berharga bahwa dalam urusan biologis, terkadang kembali ke cara-cara tradisional dan membatasi gangguan digital adalah pilihan terbaik untuk menjaga kesehatan.

Statement:

Trisha Pasricha, Penulis Utama Studi dari Gut-Brain Research Institute

“Orang-orang kehilangan waktu di kamar mandi saat mereka menggunakan ponsel. Saat Anda duduk di toilet, Anda tidak mendapat dukungan dasar panggul.”

Hilma Ghanta, Ahli bedah kolorektal Amerika Serikat (AS)

“Orang-orang yang dulunya [BAB] harus jongkok cenderung tidak mengalami banyak masalah. Tapi, [dengan toilet duduk] kita mengubah sudut dan duduk lebih lama. Hal ini menjadi faktor yang memperburuk wasir.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan