Search

Keluhan Ngeri Pembalap F1: Mobil Ground Effect Bikin Punggung Max Verstappen Hampir Patah

Jumat, 28 November 2025

Balapan F1 di GP Monaco (Motorsport.com)

Hmm, ternyata jadi pembalap F1 itu enggak melulu soal kemewahan dan kecepatan! Di balik mobil-mobil ground effect yang super kencang saat ini, tersimpan penderitaan fisik yang enggak main-main buat para driver.

Hanya tinggal dua balapan lagi, dan pembalap top seperti Fernando Alonso dan George Russell udah ngaku kalau mereka enggak akan rindu sama mobil generasi sekarang.

Kenapa? Masalahnya ada dua. Pertama, mobil ground effect ini terlalu berat dan besar sehingga susah banget bermanuver di tikungan lambat.

Kedua, nih yang paling ngeri, mobil ini menyebabkan ketidaknyamanan fisik yang parah. Demi memaksimalkan efek aerodinamika, ride height (ketinggian mobil) harus sangat rendah dan mobil harus super kaku.

Udah kayak naik gerobak, tapi dengan kecepatan jet!

Max Verstappen: “Punggung Saya Hampir Patah”

Juara bertahan F1, Max Verstappen, ikutan curhat dan setuju banget sama keluhan Alonso dan Russell. Bintang sekelas Max aja ngeluh!

Dia bahkan bilang hasil scan kesehatannya “tidak bagus” karena mobil tersebut. Keluhan dari pembalap ini memicu pertanyaan serius: Apakah FIA kebablasan meremehkan beban fisik mobil-mobil ini?

FIA Ngaku Salah: “Kami Tidak Mengharapkan Ini”

Pihak FIA akhirnya ngaku kalau mereka memang kecolongan dalam perhitungan desain mobil generasi ini.

Nikolas Tombazis, Kepala komite single seaters FIA, mengakui bahwa mereka tidak memperhitungkan sepenuhnya konsekuensi fisik dari regulasi ground effect yang ketat.

Kekakuan mobil yang ekstrem dan keharusan mengemudi sangat rendah ke tanah ternyata menyebabkan masalah fisik yang lebih besar, bahkan setelah masalah awal porpoising di tahun 2022 berhasil diatasi.

Intinya, mobil kencang tapi nyiksa badan pembalap.


Tapi, 2026 Diprediksi Lebih Aman dan Nyaman

Eits, jangan khawatir! Ada kabar baik buat para driver F1. Menurut Tombazis, masalah fisik ini seharusnya tidak lagi menjadi masalah pada regulasi tahun 2026 mendatang.

Dengan aerodinamika baru, hubungan antara aerodinamika dan ketinggian mobil akan sedikit berbeda.

Meskipun begitu, FIA tetap enggak mau jumawa karena masalah porpoising pun dulunya tidak diprediksi. Simone Resta dari Mercedes menambahkan bahwa tim F1 selalu belajar dari masalah, sama seperti yang mereka lakukan saat mengatasi porpoising pada tahun 2022.

Statement:

Max Verstappen (Juara Bertahan F1)

“Punggung saya seperti hampir patah dan kaki saya selalu sakit. Secara fisik, ini bukanlah yang terbaik.”

Nikolas Tombazis, Kepala komite single seaters FIA

“Secara umum, kami tidak mengharapkan hal ini terjadi pada mobil-mobil generasi sekarang.”

“Ketinggian optimal akan sedikit lebih tinggi dari sekarang. Selain itu, kami rasa tim-tim akan menggunakan mobil yang tidak terlalu kaku untuk mendapatkan cengkeraman mekanis yang cukup.”

3 Poin Penting

  1. Beban Fisik Akibat Regulasi: Para pembalap F1 (termasuk Max Verstappen, Alonso, dan Russell) mengeluhkan ketidaknyamanan fisik parah, seperti sakit punggung, karena mobil ground effect harus dikemudikan sangat rendah dan kaku.

  2. FIA Kecolongan Prediksi: FIA, melalui Nikolas Tombazis, mengakui bahwa mereka tidak mengharapkan dampak fisik sebesar ini terjadi pada mobil generasi sekarang, meskipun masalah porpoising sudah teratasi.

  3. Harapan Regulasi 2026: Regulasi baru tahun 2026 diprediksi akan lebih baik secara fisik bagi pembalap, karena ketinggian mobil optimal akan lebih tinggi dan tim diharapkan menggunakan mobil yang tidak terlalu kaku.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan