Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah merilis pemeringkatan jalur pendakian gunung di Indonesia. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan panduan kepada para pendaki dan masyarakat dalam memilih jalur yang sesuai dengan kemampuan dan pengalaman mereka.
Total ada 81 jalur pendakian yang masuk dalam pemeringkatan ini, dibagi menjadi lima kategori atau grade berdasarkan tingkat risiko dan kesulitan.
Pemeringkatan ini terdiri dari Grade I hingga V, di mana semakin tinggi angkanya, semakin sulit dan berisiko jalur pendakian tersebut.
Grade I-II Jalur dalam kategori ini dianggap tidak terlalu sulit dan cocok untuk pendaki pemula atau mereka yang belum memiliki pengalaman.
Grade I
Contoh jalur Grade I meliputi Gunung Bromo (Jawa Timur) dan beberapa jalur di Taman Wisata Alam Malino (Sulawesi Selatan).
Berikut daftar lengkapnya:
1. Danau Slank – Lembah Rahma, jalur Lingkungan Panaikang (Taman Wisata Alam Malino – Sulawesi Selatan)
2. Lembah Ramma, jalur Lembanna (Taman Wisata Alam Malino – Sulawesi Selatan)
3. Gunung Permisan/Bukit Nenek, jalur Desa Gudang (Taman Wisata Alam Gunung Permisan, Bangka Belitung)
4. Gunung Bromo, jalur Pura-Puncak (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur)
Grade II
Sementara itu, Grade II memiliki tingkat kesulitan menengah-sulit, seperti jalur di Gunung Ijen (Jawa Timur) dan Gunung Merapi (DIY-Jawa Tengah), yang direkomendasikan untuk pendaki yang sudah memiliki sedikit pengalaman.
Berikut daftarnya:
5. Gunung Ijen, jalur Paltuding-Puncak (TWA Kawah Ijen, Jawa Timur)
6. Gunung Kaba, jalur Sumber Urip (TWA Bukit Kaba, Bengkulu)
7. Gunung Merapi, jalur Selo-Puncak (TN Gunung Merapi, DI Yogyakarta – Jawa Tengah)
8. Gunung Ambang, jalur Liberia-Puncak (TWA Gunung Ambang, Sulawesi Utara)
9. Gunung Bulubaria, jalur Dusun Pattiro-Puncak (TWA Malino, Sulawesi Selatan)
10. Bukit Kaba Puncak Hitam Bukit Hitam, jalur Air Sempiang (TWA Bukit Kaba, Bengkulu)
11. Danau Tanralili dan Lembah Lohe, jalur Dusun Bawakaraeng (TWA Malino, Sulawesi Selatan)
12. Gunung Tambora, jalur Piong via Jeep (TN Gunung Tambora, NTB)
13. Gunung Tambora, jalur Doro Ncanga via Jeep (TN Gunung Tambora, NTB)
14. Gunung Mambuliling – Gandang Dewata (TN Gandang Dewata, Sulawesi Barat)
15. Gunung Kelimutu, jalur Wologai (TN Kelimutu, NTT)
16. Gunung Kelimutu, jalur Niowula (TN Kelimutu, NTT)
17. Gunung Kelimutu, jalur Toba (TN Kelimutu, NTT)
18. Gunung Papandayan, jalur Kawah-Pondok Selada (TWA Gunung Papandayan, Jawa Barat)
19. Gunung Bulusaraung, jalur Desa Tompobulu-Puncak (TN Bantimurung Bulusaraung, Sulawesi Selatan)
20. Gunung Batur, jalur Bukit Selat-Puncak (TWA Gunung Batur Bukit Payang, Bali)
21. Gunung Batur, jalur Batu Monjol/Serongga-Puncak (TWA Gunung Batur Bukit Payang, Bali)
22. Gunung Batur, jalur Tukad Gede/Toya Bungkah-Puncak (TWA Gunung Batur Bukit Payang, Bali)
23. Gunung Batur, jalur Purajati-Puncak (TWA Gunung Batur Bukit Payang, Bali)
24. Gunung Maras, jalur Dalil (TN Gunung Maras, Bangka Belitung)
25. Gunung Maras, jalur Muriyan (TN Gunung Maras, Bangka Belitung)
26. Gunung Maras, jalur Berbura (TN Gunung Maras, Bangka Belitung)
27. Gunung Lembah Gedong, 7 Summits Sembalun (TN Gunung Rinjani, NTB)
28. Gunung Kondo, 7 Summits Sembalun (TN Gunung Rinjani, NTB)
29. Gunung Tandikat, jalur Singgalang Ganting-Puncak (TWA Singgalang Tandikat, Sumatera Barat)
30. Gunung Ambang, jalur Bongkudai (TWA Gunung Ambang, Sulawesi Utara)
Grade III
Jalur di kategori ini memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Contohnya termasuk jalur-jalur di Gunung Ciremai, Gunung Gede Pangrango, dan Gunung Merbabu di Jawa.
Pendaki yang memilih jalur ini disarankan telah berpengalaman dalam mendaki jalur dengan tingkat kesulitan di bawahnya.
Berikut daftarnya:
31. Gunung Ciremai, jalur Sadarehe-Puncak (TN Gunung Ciremai, Jawa Barat)
32. Gunung Ciremai, jalur Apuy-Puncak (TN Gunung Ciremai, Jawa Barat)
33. Gunung Ciremai, jalur Palutungan-Puncak (TN Gunung Ciremai, Jawa Barat)
34. Gunung Ciremai, jalur Linggasana-Puncak (TN Gunung Ciremai, Jawa Barat)
35. Gunung Ciremai, jalur Linggarjati-Puncak (TN Gunung Ciremai, Jawa Barat)
36. Gunung Merapi, jalur Sapuangin-Puncak (TN Gunung Merapi, DI Yogyakarta-Jawa Tengah)
37. Gunung Bawakaraeng, jalur Lembanna-Puncak (TWA Malino, Sulawesi Selatan)
38. Gunung Bawakaraeng, jalur Tasosso-Puncak (TWA Malino, Sulawesi Selatan)
39. Gunung Bawakaeraeng, jalur Lingkungan Bulubalea-Puncak (TWA Malino)
40. Gunung Tambora, jalur Pancasila-Puncak (TN Gunung Tambora, NTB)
41. Gunung Tambora, jalur Kawinda To’i-Puncak (TN Gunung Tambora, NTB)
42. Gunung Pangrango, jalur Cibodas-Puncak (TN Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat)
43. Gunung Gede, jalur Gunung Putri-Puncak (TN Gunung Gede Pangrango)
44. Gunung Gede, jalur Selabintana-Puncak (TN Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat)
45. Gunung Gede, jalur Cibodas-Puncak (TN Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat)
46. Gunung Halimun Salak, jalur Cidahu-Puncak (TN Gunung Halimun Salak, Jawa Barat)
47. Gunung Halimun Salak, jalur Cimalati-Puncak (TN Gunung Halimun Salak, Jawa Barat)
48. Gunung Halimun Salak, jalur Ajisaka-Puncak (TN Gunung Halimun Salak, Jawa Barat)
49. Gunung Halimun Salak, jalur Pasir Reungit-Puncak (TN Gunung Halimun Salak, Jawa Barat)
50. Gunung Kelimutu, jalur Ratebeke (TN Kelimutu, NTT)
51. Gunung Merbabu, jalur Cuntel-Puncak (TN Gunung Merbabu, Jawa Tengah)
52. Gunung Merbabu, jalur Suwanting-Puncak (TN Gunung Merbabu, Jawa Tengah)
53. Gunung Merbabu, jalur Selo-Puncak (TN Gunung Merbabu, Jawa Tengah)
54. Gunung Merbabu, jalur Thekelan-Puncak (TN Gunung Merbabu, Jawa Tengah)
55. Gunung Merbabu, jalur Wekas-Puncak (TN Gunung Merbabu, Jawa Tengah)
56. Gunung Nokilalaki, jalur Tongoa (TN Lore Lindu, Sulawesi Tengah)
57. Gunung Masurai, jalur Sungai Lalang (TN Kerinci Seblat, Jambi)
58. Gunung Tujuh Kerinci, jalur Pelompek (TN Kerinci Seblat, Jambi)
59. Gunung Kerinci, jalur Kersik Tuo (TN Kerinci Seblat, Jambi)
60. Gunung Singgalang, jalur Pandai Sikek-Puncak (TWA Singgalang Tandikat, Sumatera Barat)
61. Gunung marapi, jalur Aie Angek-Puncak (TWA Gunung Marapi, Sumatera Barat)
62. Gunung Kelam, jalur via ferrata segmen 1 (TWA Gunung Kelam, Kalimantan Barat)
Grade IV
Kategori ini menandakan jalur pendakian dengan tingkat kesulitan dan risiko yang sangat tinggi. Pendaki diwajibkan memiliki pengalaman mendaki jalur dengan grade di bawahnya.
Penggunaan pemandu dan porter juga menjadi syarat wajib untuk keselamatan. Beberapa jalur Grade IV yang terkenal adalah Gunung Rinjani (NTB) dan Gunung Semeru (Jawa Timur).
Berikut daftarnya:
63. Gunung Argopuro, jalur Baderan-Puncak-Bermi (Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang, Jawa Timur)
64. Gunung Bukit Raya, jalur Rantau Malam-Puncak (TN Bukit Baka Bukit Raya, Kalimantan Barat)
65. Gunung Bukit Raya, jalur Tumbang Habangoi-Puncak (TN Bukit Baka Bukit Raya, Kalimantan Barat)
66. Gunung Gandang Dewata, jalur Rante Pongko-Puncak (TN Gandang Dewata, Sulawesi Barat)
67. Gunung Gandang Dewata, jalur Paku-Puncak (TN Gandang Dewata, Sulawesi Barat)
68. Gunung Gandang Dewata, jalur Rante Pongko-Puncak (TN Gandang Dewata, Sulawesi Barat)
69. Gunung Semeru, jalur Ranupane-Puncak (TN Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur)
70. Gunung Kerinci, jalur Camping Ground Bukit Botak Solok Selatan (TN Kerinci Seblat, Jambi)
71. Gunung Binaiya, jalur Piliana-Puncak (TN Manusela, Maluku)
72. Gunung Binaiya, jalur Huwaulu-Puncak (TN Manusela, Maluku)
73. Gunung Rinjani, jalur Sembalun-Puncak-Torean (TN Gunung Rinjani, NTB)
74. Gunung Rinjani, jalur Torean-Puncak (TN Gunung Rinjani, NTB)
75. Gunung Rinjani, jalur Senaru-Puncak (TN Gunung Rinjani, NTB)
76. Gunung Rinjani, jalur Timbaluh-Puncak Sangar (TN Gunung Rinjani, NTB)
77. Gunung Rinjani, jalur Air Berik-Puncak (TN Gunung Rinjani, NTB)
78. Gunung Rinjani, jalur Tetebatu-Puncak (TN Gunung Rinjani, NTB)
Grade V
Sementara itu, Grade V yang merupakan tingkat tertinggi mencakup jalur ekstrem seperti Gunung Carstensz Pyramid (Papua).
Berikut daftarnya:
79. Gunung Leuser, jalur Blangkejeren (TN Gunung Leuser, DI Aceh)
80. Gunung Carstensz Pyramid, jalur Lembah Kuning-Puncak (TN Lorentz, Papua)
81. Gunung Trikora, jalur Habema-Puncak (TN Lorentz, Papua)
Dengan adanya pemeringkatan ini, Kemenhut berharap dapat meningkatkan kesadaran para pendaki akan risiko dan persiapan yang diperlukan, sehingga kegiatan pendakian di Indonesia menjadi lebih aman dan terstruktur.
Daftar lengkap jalur dan grade yang ditetapkan dapat menjadi referensi penting bagi para pendaki yang ingin menjelajahi keindahan alam Indonesia.

![Pantai Ora Maluku [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/68d3a7625e9d7-keindahan-pantai-ora-maluku_bali.jpg-300x169.webp)
![wisata sukabumi [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/1671867685_63a6ad2527f1c_3mkjumMlEEhWOOie3qmz-300x169.jpg)
