Search

Kepunahan Massal Ancam Separuh Lebih Spesies Kura-kura di Dunia

Kamis, 28 Agustus 2025

kura-kura (istimewa)

Sebuah laporan terbaru dari Turtle Conservation Coalition mengungkapkan bahwa lebih dari separuh dari 364 spesies kura-kura di dunia menghadapi ancaman kepunahan.

Dari total tersebut, 134 spesies berada dalam status terancam punah (endangered) atau kritis (critically endangered), dengan 66 spesies di antaranya menghadapi risiko kepunahan yang paling mendesak.

Krisis Global Berpusat di Asia

Laporan tersebut menyoroti Asia sebagai pusat krisis kepunahan kura-kura, di mana 32 dari 66 spesies yang paling terancam berada.

Perburuan intensif menjadi penyebab utama, membuat populasi kura-kura dan telurnya terus menyusut.

Contohnya, kura-kura kotak berkepala emas di Cina sudah tidak terlihat di alam liar sejak 2013 dan kini hanya bertahan di penangkaran.

Krisis ini juga melanda wilayah lain, seperti Madagaskar, di mana terdapat lima spesies paling terancam termasuk kura-kura ploughshare.

Di Meksiko, kura-kura lumpur Vallarta, spesies terkecil di dunia, kini hanya bertahan di lahan basah yang luasnya kurang dari 25 hektare akibat pembangunan.

Perdagangan Ilegal dan Peran Manusia

Faktor lain yang memperburuk situasi adalah “ekonomi kepunahan” yang kejam, di mana kelangkaan spesies justru meningkatkan nilai jualnya di pasar gelap.

Perdagangan ilegal kura-kura menjadi isu serius, dengan banyak kasus penyelundupan yang terungkap, seperti ditemukannya 20 ekor kura-kura langka yang disembunyikan dalam kaus kaki saat hendak diselundupkan ke Tiongkok.

Meski kura-kura memiliki cangkang keras, gerakan lambatnya membuat mereka mudah ditangkap manusia. Selain itu, hanya sedikit dari ratusan telur yang mereka hasilkan setiap musim yang berhasil bertahan hingga dewasa.

Upaya Konservasi Menunjukkan Harapan

Meskipun tantangan besar, intervensi manusia terbukti dapat memulihkan populasi kura-kura.

Di Australia, program penangkaran berhasil meningkatkan populasi kura-kura rawa barat dari kurang dari 30 ekor menjadi sekitar 300.

Di Kolombia, pembelian lahan seluas 220 hektare berhasil melindungi 30% keragaman genetik kura-kura kepala kodok.

Pelibatan masyarakat lokal juga menjadi kunci. Di Aceh, Indonesia, nelayan menerima insentif uang untuk melindungi sarang kura-kura tuntong laut yang kritis.

Program ini berhasil melindungi 110 sarang dengan lebih dari 1.900 telur pada tahun 2024 saja, menunjukkan bahwa kolaborasi manusia dapat menjadi solusi nyata untuk menyelamatkan kura-kura.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan