Search

Keraton Surakarta Berduka: Sinuhun Paku Buwono XIII Mangkat, Warisan Sejarah Terhenti Sejenak

Minggu, 2 November 2025

Keraton Surakarta (wikipedia)

Kabar duka menyelimuti bumi Mataram. Raja Keraton Surakarta Hadiningrat, Sinuhun Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi, mangkat pada usia 77 tahun setelah menjalani perawatan intensif di RS Indriati Solobaru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (2/11/2025).

Kepergian Sinuhun PB XIII meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga keraton, tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang menghormati warisan budaya dan sejarah Jawa.

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh kerabat terdekat keraton. Adik ipar PB XIII, R.Ay Febri Hapsari Dipokusumo, membenarkan berita tersebut melalui pesan singkat.

Kerabat lainnya, Kanjeng Pangeran Haryo KPH Eddy S Wirabhumi, juga mengonfirmasi bahwa Raja telah berpulang sekitar pukul 07.40 WIB di rumah sakit.

Prosesi Adat dan Peristirahatan Abadi di Imogiri

Meskipun dalam suasana duka, pihak keraton segera menyiapkan prosesi pemakaman yang akan diselenggarakan sesuai dengan tradisi dan adat istiadat Keraton Surakarta yang kental.

KPH Eddy S Wirabhumi menegaskan, “Ada acara adat, semua sesuai upacara adat,” menunjukkan komitmen untuk menghormati leluhur dan tradisi kerajaan.

Jenazah PB XIII, putra pertama PB XII, direncanakan akan dimakamkan di tempat peristirahatan terakhir para raja Mataram, yaitu di Makam Raja-Raja Imogiri, DIY.

Prosesi pemakaman besar ini kemungkinan akan dilaksanakan pada, Selasa (4/11/2025), yang kebetulan bertepatan dengan hari Selasa Kliwon—sebuah hari yang dianggap istimewa dalam kalender Jawa.

Sebelum dibawa ke Imogiri, jenazah akan disemayamkan terlebih dahulu di belakang Pendopo Utama Keraton.

Keheningan di Kamandungan: Menunggu Kepulangan Sang Raja

Hingga berita ini diturunkan, jenazah Sinuhun PB XIII masih berada di rumah sakit, menunggu proses administrasi dan persiapan kepulangan ke keraton.

Meski demikian, situasi di area Kamandungan Keraton Surakarta dilaporkan masih berjalan dengan normal, tetapi diselimuti aura kesedihan yang tak terhindarkan.

Persiapan pemakaman yang melibatkan adat istiadat tinggi ini memerlukan koordinasi yang cermat, memastikan semua tahap dilalui dengan penghormatan tertinggi kepada mendiang Raja.

Mengenang Jasa dan Warisan Budaya

Kepergian Sinuhun PB XIII menandai berakhirnya satu era kepemimpinan di Keraton Surakarta Hadiningrat. Selama masa kepemimpinannya, beliau berjuang untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya Jawa yang kaya.

Hal itu menjadikan Keraton Surakarta sebagai magnet kebudayaan yang terus menarik perhatian masyarakat luas, seperti yang terlihat dalam berbagai kegiatan adat tahunan.

Kini, seluruh kerabat dan masyarakat Surakarta bersatu dalam doa dan penghormatan terakhir. Prosesi adat yang akan datang tidak hanya menjadi pemakaman, tetapi juga panggung untuk mengenang jasa-jasa beliau dalam menjaga marwah dan keluhuran budaya Jawa di tengah arus modernisasi.

Statement:

R.Ay Febri Hapsari Dipokusumo, Adik Ipar PB XIII

“Njih, nyuwun doanya (Iya, minta doanya). (Proses pemakaman) Ini sedang dalam pembicaraan, akan dimakamkan di Imogiri. Kemungkinan besar di Selasa besok ($\text{4/11}$), kebetulan Selasa Kliwon. Ada acara adat, semua sesuai upacara adat.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan