Search

Kisah Pelayan Hotel yang Menjadi CEO Gegara Leonardo DiCaprio

Rabu, 15 Oktober 2025

Leonardo DiCaprio (AFP via getty images)

Jauh sebelum menjabat sebagai CEO Everhaus Group yang berbasis di Singapura, Abel Ariza memiliki seragam yang berbeda—seragam pelayan hotel di Ritz-Carlton Barcelona, Spanyol.

Melalui unggahan yang menyentuh hati di LinkedIn, Abel membagikan perjalanan karier awalnya yang mungkin dipandang sebelah mata, namun justru menjadi fondasi emas bagi kesuksesannya saat ini.

Pekerjaan mengurus bagasi tamu tersebut membawanya pada interaksi singkat, tetapi sangat berharga, dengan deretan tokoh paling sukses dan terkenal di dunia, seperti Leonardo DiCaprio, Bill Clinton, dan Nelson Mandela.

Interaksi singkat dengan para tokoh dunia ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sesi pelatihan kepemimpinan yang intensif.

Dari mereka, Abel mempelajari karakter, disiplin, dan prinsip yang kemudian ia adaptasi dan terapkan langsung ke dalam perusahaan perhotelan yang kini ia pimpin.

Ia membuktikan bahwa pelajaran kepemimpinan paling berharga tidak selalu didapat dari ruang kuliah, melainkan dari sikap rendah hati dan perhatian saat melayani orang lain.

Bahkan, dorongan semangat untuk mengejar mimpinya ia dapatkan dari aktor Hollywood, Leonardo DiCaprio.

Makna Sebuah Chip Kasino dari Leonardo DiCaprio

Salah satu momen paling berkesan Abel adalah pertemuan dengan Leonardo DiCaprio. Saat berusia 23 tahun, Abel bertugas mengurus bagasi sang aktor.

Ia memperhatikan bagaimana DiCaprio, meskipun terikat protokol ketat hotel, memilih melanggar aturan dan menggunakan lift khusus tamu untuk kenyamanannya—sebuah pelajaran tentang fleksibilitas dan prioritas yang tidak biasa.

Puncak dari pertemuan singkat itu terjadi ketika DiCaprio memberikan tip yang tak terduga: sisa chip kasino. DiCaprio hanya menatap Abel dan berkata: “Simpan ini. Dan ciptakan sesuatu yang kamu yakini.”

Bagi Abel, tindakan DiCaprio itu jauh melampaui hadiah uang; itu adalah simbol kepercayaan dan dorongan nyata untuk Abel memulai sesuatu yang ia yakini dari hati.

Bermula dari dorongan simbolis itulah, Abel mulai menyusun langkah untuk mewujudkan mimpinya membangun jaringan perusahaan perhotelan sendiri.

Disiplin Kopi Pagi dan Perhatian dari Tokoh Dunia

Pelajaran kepemimpinan Abel tidak berhenti pada chip kasino. Ia juga mengingat betul interaksinya dengan tokoh-tokoh besar lainnya yang mengajarkannya tentang esensi perhatian dan disiplin.

Abel terkesan dengan mantan Presiden AS Bill Clinton, yang meski tampak lelah, tetap meluangkan waktu untuk bersalaman dengan seluruh staf hotel.

Sikap ini mengajarkan Abel tentang perhatian dan menghargai setiap individu, terlepas dari jabatan atau peran mereka.

Sementara itu, Nelson Mandela meninggalkan kesan mendalam tentang pentingnya disiplin. Abel mengingat kebiasaan unik Mandela yang selalu memesan kopi tepat pada pukul 6:15 pagi.

Kebiasaan ini mengajarkan Abel bahwa disiplin—bahkan dalam rutinitas kecil—adalah kunci untuk mencapai tujuan besar.

Pengalaman-pengalaman ini memperkuat keyakinan Abel bahwa kemewahan dan kepemimpinan sejati terletak pada cara kita memandang dan menghargai orang, bukan lingkungan sekitar.

Kepemimpinan Sejati Berbasis Empati

Kini, memimpin Everhaus Group yang beroperasi di Singapura, Malaysia, dan Vietnam, Abel mengadaptasi seluruh pengalaman masa lalunya dalam membentuk gaya kepemimpinan yang efektif.

Ia menekankan perlunya manajemen untuk fokus pada tujuan, kolaborasi lintas budaya, serta memperhatikan dan menghargai orang di setiap tingkatan.

Rekam jejak Abel ini mendapat sambutan luar biasa di dunia digital, menginspirasi ribuan pengguna LinkedIn. Banyak yang menyoroti betapa pentingnya hubungan antar-manusia dan empati dalam kepemimpinan modern.

Kisah pelayan hotel yang menjadi CEO ini adalah pengingat humanis bahwa latar belakang pekerjaan tidak menentukan batas mimpi seseorang.

Kepemimpinan sejati dibentuk oleh pengalaman hidup, pelajaran dari interaksi, dan tindakan-tindakan kecil penuh empati.

Abel Ariza adalah bukti bahwa kesuksesan bukan hanya tentang angka, tetapi tentang bagaimana kita belajar dari orang-orang hebat, bahkan dalam pertemuan singkat di lobi hotel.

Statement:

Abel Ariza, CEO Everhaus Group

“Saya membangun Everhaus dengan prinsip yang sama seperti yang saya pelajari di Ritz, yakni disiplin, rendah hati, dan fokus pada orang, bukan jabatan. Kemewahan sejati dan kepemimpinan ada pada bagaimana kita memperlakukan dan menghargai orang lain.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan