Search

Viral di TikTok! Kisah Bu Ijah, Guru Honorer yang Pensiun dengan Gaji Rp414.000 Setelah 40 Tahun Mengabdi

Selasa, 30 Juni 2026

Bu Ijah (kompas.com)

Jagat media sosial TikTok baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah unggahan video unboxing yang sukses menyayat hati netizen.

Bukan membuka paket barang mewah ala influencer, video viral tersebut memperlihatkan seorang guru honorer senior dengan nama pena Bu Ijah yang sedang membuka amplop gaji terakhirnya.

Pahitnya realitas terpampang nyata saat lembaran uang di dalam amplop tersebut dihitung: hanya sebesar Rp 414.000, sebuah upah yang ia terima setelah mendedikasikan hidupnya mengajar selama 40 tahun.

Sosok asli di balik akun Bu Ijah tersebut adalah Atrianil (63), seorang pendidik tangguh yang ditemui di kediamannya di wilayah Gondrong, Cipondoh, Tangerang.

Wanita inspiratif ini baru saja resmi mengakhiri masa baktinya pada 23 Juni 2026 lalu dari sebuah SMK swasta di kawasan Jakarta Barat setelah mengajar di sana selama 31 tahun.

Angka Rp414.000 yang bikin elus dada tersebut rupanya merupakan akumulasi dari sistem penghitungan jam mengajar, tunjangan, serta uang transportasi yang ia terima di bulan terakhirnya.

Menolak Jalur Belakang Demi Martabat dan Menjaga Marwah Hati Nurani

Sepanjang perjalanan kariernya yang dimulai sejak April 1986, Atrianil bukannya tidak pernah mendapatkan peluang atau kesempatan emas untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Namun, ia memilih untuk tetap bertahan di jalurnya yang lurus karena enggan menempuh jalur tidak resmi alias jalur belakang.

Pada awal tahun 2000-an, ia mengaku pernah ditawari posisi abdi negara tersebut dengan syarat wajib membayar uang pelicin atau sogokan sebesar Rp5 juta.

Prinsip kejujuran yang kokoh itu pula yang membuatnya rela melewatkan program Guru Bantu pemerintah.

Atrianil enggan memalsukan surat keterangan mengajar di jenjang SMP demi memenuhi syarat administrasi, karena faktanya saat itu ia sedang mengajar di tingkat SMK.

Baginya, integritas sebagai seorang pendidik jauh lebih berharga daripada status jabatan yang didapatkan dengan cara membohongi hati nurani serta melanggar ajaran agama.

Dilema Kesejahteraan Guru Senior dan Penghentian Bantuan Dana Hibah Pemprov

Kondisi kesejahteraan finansial wanita lulusan IKIP Padang ini dirasakan kian sulit dalam tiga tahun terakhir.

Hal ini terjadi setelah bantuan dana hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebesar Rp500.000 hingga Rp550.000 per triwulan mendadak terhenti karena aturan terbaru.

Regulasi anyar tersebut secara sepihak membatasi bahwa bantuan dana hibah hanya diperuntukkan bagi guru honorer yang berada di bawah usia 60 tahun.

Secara pribadi, Atrianil mengaku masih memiliki keberuntungan karena anak-anaknya sudah mandiri dan keluarga besarnya selalu siap mengulurkan bantuan.

Namun, fakta inilah yang mendasari kekhawatiran mendalamnya terhadap nasib rekan sejawat sesama honorer di pelosok Nusantara yang tidak memiliki sistem pendukung serupa.

Ia bahkan sempat menyaksikan langsung bagaimana pilunya guru di Jakarta yang harus mengganjal perut lapar hanya dengan memperbanyak minum teh manis.

Warisan Moral Lewat Karya Sastra Novel dan Pesan Menohok untuk Netizen

Seluruh kegelisahan batin dan potret buram perjuangan para pendidik yang terpinggirkan secara ekonomi telah ia tuangkan dalam sebuah karya sastra.

Atrianil menulis novel berjudul Lentera Putih: Kisah Sebuah Pengabdian yang diterbitkan oleh Gramata Publishing pada tahun 2011 silam.

Menggunakan nama pena Bu Ijah, ia masih menyimpan tujuh naskah novel lainnya dan memendam mimpi besar agar kisah perjuangan guru honorer ini kelak bisa diangkat ke layar lebar.

Sebelum mengakhiri perbincangan, Atrianil menitipkan pesan menohok kepada masyarakat luas agar berhenti meremehkan profesi guru non-ASN dengan nada sinis di media sosial.

Kata “oh honorer” yang sering dilontarkan netizen dirasakannya sangat menusuk dada dan tidak adil bagi mereka yang sudah bertaruh waktu demi mencerdaskan bangsa.

Menurutnya, publik harus mulai sadar bahwa akar masalah ini bukanlah pada kemalasan sang guru, melainkan pada sistem kelola yang keliru dan terkesan membiarkan.

3 Poin Penting:

  • Viral Video Unboxing Gaji: Atrianil, guru honorer yang dikenal sebagai Bu Ijah di TikTok, viral setelah memperlihatkan gaji pensiun terakhirnya sebesar Rp414.000 setelah mengabdi selama 40 tahun.

  • Menjaga Integritas dan Kejujuran: Sepanjang kariernya sejak 1986, Atrianil konsisten menolak jalur belakang menjadi PNS menggunakan uang pelicin Rp5 juta demi menjaga martabat dan hati nurani.

  • Desakan Evaluasi Batas Usia Hibah: Atrianil meminta Pemprov DKI Jakarta mengevaluasi aturan dana hibah yang terhenti di usia 60 tahun, serta berharap pemerintah memberikan “uang lelah” yang layak bagi guru non-ASN senior.

@buijah28

Cukup 40 th saja!#fyp#guru #gurutiktok

♬ suara asli – buijah28 – buijah28

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan