Search

Klarifikasi Panas Pengacara Sarwendah, Bongkar Fakta Pembagian Harta hingga Tudingan Eksploitasi Anak

Senin, 22 Juni 2026

Sarwendah (ist)

Isu miring seputar kehidupan para selebritas tanah air memang selalu sukses menjadi konsumsi publik dan perbincangan hangat di berbagai lini masa media sosial.

Belakangan ini, nama artis Sarwendah kembali mencuat ke permukaan setelah diterpa berbagai rumor kurang sedap terkait kelanjutan hubungan domestiknya.

Menanggapi situasi yang makin simpang siur, pihak kuasa hukum akhirnya memutuskan untuk angkat bicara demi meluruskan segala spekulasi liar yang telanjur beredar.

Melalui sebuah wawancara yang digelar secara daring, pengacara kondang Chris secara khusus menyoroti rumor pembagian harta bersama yang kembali dikaitkan dengan konflik hak asuh anak.

Chris secara tegas menyatakan bahwa urusan finansial dan pembagian aset sejatinya sudah mencapai titik temu yang komplet tanpa menyisakan perselisihan lagi.

Kedua belah pihak dilaporkan telah menyepakati seluruh poin pembagian secara damai dan transparan sebelum hal ini menjadi konsumsi publik.

Status Rumah Cicilan dan Prioritas Masa Depan Buat Sang Buah Hati

Dalam keterangannya, Chris membeberkan secara rinci mengenai pembagian aset yang sudah disepakati, di mana pos harta tertentu kini sah menjadi milik masing-masing pihak.

Menariknya, rumah megah yang saat ini ditempati oleh Sarwendah bersama anak-anaknya ternyata masih berada dalam status proses cicilan aktif berjalan.

Kendati demikian, hak kepemilikan penuh atas hunian tersebut dipastikan sudah jatuh ke tangan mantan personel girlband tersebut.

Lebih lanjut, Chris menegaskan bahwa seluruh aset yang diterima oleh kliennya dari hasil kesepakatan tersebut sama sekali tidak digunakan untuk kepentingan pribadi.

Sarwendah dikabarkan memiliki komitmen yang sangat kuat untuk memprioritaskan seluruh harta yang didapatkannya demi masa depan anak-anak.

Hal tersebut menjadi bukti otentik bahwa di tengah badai persoalan yang menerpa, fokus utamanya tetap tertuju pada kesejahteraan buah hatinya.

Alasan Bekerja dari Rumah hingga Bantahan Keras Tudingan Cari Rating

Pihak pengacara juga memanfaatkan momentum ini untuk menjawab berbagai kritik miring dari warganet terkait aktivitas bisnis kliennya.

Sebagaimana diketahui, publik kerap menyoroti Sarwendah yang aktif melakukan pekerjaan serta siaran langsung dagangannya secara intensif dari dalam rumah.

Chris meluruskan bahwa pilihan memanfaatkan rumah sebagai basis utama bekerja sengaja diambil agar sang ibu bisa terus memantau tumbuh kembang anak-anak dari jarak dekat.

Dengan sistem kerja domestik ini, anak-anak memiliki akses penuh untuk berinteraksi langsung dan menemui ibunya kapan saja tanpa batasan waktu.

Kehadiran buah hati yang sesekali muncul dalam tayangan siaran langsung pun dipastikan murni karena mereka tinggal di atap yang sama.

Chris membantah keras anggapan miring yang menyebut bahwa anak-anak sengaja dijadikan alat jualan atau senjata ampuh demi mendongkrak popularitas semata.

Kebebasan Tanpa Skenario Usaha demi Kenyamanan Maksimal Anak

Menepis tuduhan eksploitasi, Chris menjelaskan bahwa definisi hukum mengenai eksploitasi anak sangat jauh berbeda dengan situasi riil yang terjadi di kediaman kliennya.

Unsur pemaksaan sama sekali tidak pernah ada dalam setiap aktivitas harian maupun kegiatan bisnis yang berjalan di rumah tersebut.

Anak-anak justru diberikan kebebasan penuh layaknya penguasa di rumah mereka sendiri tanpa adanya pengekangan atau aturan yang kaku.

Tidak ada naskah ataupun perencanaan bisnis yang sengaja melibatkan anak-anak ke dalam konsep skenario komersial usaha mandiri milik Sarwendah.

Kondisi yang fleksibel dan penuh kehangatan ini dinilai justru membuat anak-anak merasa sangat nyaman karena kebutuhan afeksi mereka terpenuhi setiap saat.

Pengacara memastikan bahwa perhatian yang dicurahkan oleh Sarwendah kepada buah hatinya tetap berjalan penuh selama 24 jam tanpa berkurang sedikit pun.

Statement:

Chris, Pengacara Sarwendah

“Harta A untuk Sarwendah, harta B untuk Ruben. Sebenarnya sudah clear, termasuk rumah yang ditempati yang ternyata masih dalam cicilan itu juga sebenarnya sudah menjadi hak Sarwendah. Sarwendah berkali-kali menyampaikan bahwa semua aset yang dia dapat hanya untuk anak.”

“Dia pastikan kepada saya semuanya untuk anak, termasuk yang paling utama adalah rumah. Jangan dipelintir, seakan-akan anak itu dijadikan senjata untuk menaikkan rating. Tidak. Anak itu memang tinggal di rumah tersebut sehingga, terbuka untuk datang kapan pun. Eksploitasi anak itu bukan seperti itu. Eksploitasi anak itu kalau setiap acaranya dipaksa untuk ikut. Perhatian terhadap anaknya itu sama sekali diberikan 24 jam sama klien kami.”

3 Poin Penting:

  • Harta Bersama Sudah Clear: Proses pembagian harta antara kedua belah pihak dinyatakan telah selesai disepakati, termasuk kepemilikan rumah tinggal yang saat ini statusnya masih dicicil oleh Sarwendah.

  • Aset Diprioritaskan untuk Anak: Sarwendah berkomitmen penuh bahwa semua aset finansial maupun properti yang ia dapatkan dari hasil kesepakatan akan dialokasikan seluruhnya untuk masa depan anak-anaknya.

  • Tebas Isu Eksploitasi Anak: Kehadiran anak-anak dalam siaran langsung di rumah bukan merupakan bentuk eksploitasi atau setelan skenario untuk menaikkan rating, melainkan wujud kebebasan anak menemui ibunya yang bekerja dari rumah.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan