Komedian papan atas Tanah Air, Entis Sutisna alias Sule, baru-baru ini membagikan fakta mengejutkan mengenai perjalanan kariernya di dunia hiburan.
Meski dikenal sebagai salah satu seniman komedi paling populer di Indonesia, Sule ternyata secara konsisten memilih untuk menolak pinangan tampil sebagai komika tunggal (stand up comedy).
Padahal, berbagai instansi hingga perusahaan besar rela menggelontorkan bayaran fantastis demi menghadirkan aksi panggungnya.
Pengakuan jujur tersebut diungkapkan Sule saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube milik komedian senior Abdel Achrian.
Dalam perbincangan santai tersebut, Sule menceritakan bagaimana dirinya kerap mendapat tawaran untuk mengisi acara gathering perusahaan.
Banyak pihak memintanya berdiri sendirian di atas panggung untuk melakukan roasting atau mencela jajaran direksi, namun seluruh tawaran menggiurkan tersebut secara tegas ia tolak.
Honor Tinggi Jadi Beban Moral dan Takut Tidak Lucu di Panggung
Keputusan Sule yang menolak mentah-mentah tawaran berbayar mahal tersebut sempat membuat Abdel Achrian merasa terkejut. Namun, seniman berkulit khas Sunda ini mengungkapkan alasan di balik keputusannya yang cukup unik.
Menurut Sule, besaran honor fantastis yang ditawarkan justru menjadi beban moral yang sangat berat baginya jika nanti gagal mengocok perut para penonton.
Ia menjelaskan bahwa semakin besar bayaran yang diterima, semakin tinggi pula tuntutan untuk bisa menghibur audiens.
Bagi Sule, jika tarif penampilannya berada pada taraf sedang atau murah, rasa bersalah saat materi humor tidak meledak di panggung tidak akan seberat ketika menerima uang bernilai fantastis.
Hal ini menunjukkan betapa tingginya integritas Sule terhadap profesi yang telah membesarkan namanya.
Mengutamakan Kepuasan Batin Dibanding Sekadar Mengejar Materi
Sebagai seorang seniman sejati yang tumbuh dari panggung ke panggung, Sule menegaskan bahwa prinsip utamanya dalam berkarya adalah mengejar kepuasan batin, bukan semata-mata mengumpulkan pundi-pundi materi.
Ia mengaku akan merasa sangat bersalah dan terbebani secara psikologis apabila gagal memberikan penampilan terbaik yang bisa membuat penonton tertawa lepas.
Rasa bersalah tersebut menjadi alasan utama mengapa ia sangat selektif dalam menerima pekerjaan yang di luar zona nyamannya.
Bagi ayah dari Rizky Febian ini, kebahagiaan saat berhasil menyajikan kelakar yang tulus jauh lebih berharga dibandingkan nilai nominal uang yang masuk ke dalam rekeningnya tanpa memberikan kepuasan performa di atas panggung.
Kebiasaan Tampil Berkelompok Buat Mental Solo Belum Teruji
Selain masalah beban honor yang tinggi, Sule secara blak-blakan mengakui bahwa dirinya masih belum memiliki keberanian mental yang cukup untuk tampil solo sebagai komika tunggal.
Sejak mengawali karier di dunia seni peran dan komedi, ia sudah sangat terbiasa beraksi dalam format grup atau bermitra dengan komedian lain di atas panggung.
Tampil sendirian di atas panggung stand up comedy membutuhkan kesiapan mental serta penyampaian materi yang sangat berbeda dibandingkan komedi sketsa atau grup.
Keterbiasaan berinteraksi dan melempar umpan komedi bersama rekan duet membuat Sule merasa perlu persiapan ekstra jika harus berdiri seorang diri menghadapi ratusan pasang mata penonton.
Tetap Rendah Hati Belajar Teknik Stand Up Comedy dari Keresahan
Meski saat ini masih enggan mengambil pekerjaan stand up comedy, Sule menegaskan bahwa ia tidak menutup diri untuk terus berkembang.
Komedian serbabisa ini mengaku tetap bersemangat memperdalam ilmu dan teknik komedi tunggal, karena menurutnya format seni tersebut sangat menarik dan penuh dengan tantangan baru.
Ia terus mempelajari bagaimana meracik materi humor yang bersumber dari keresahan personal maupun fenomena sosial di sekitar kita.
Sule menilai komedi tunggal merupakan wadah yang sangat efektif untuk menyampaikan berbagai pesan moral kepada masyarakat, dan ia berharap suatu saat nanti siap untuk menjajal panggung tersebut dengan persiapan yang matang.
Statement:
Sule, Komedian Indonesia
“Beban kalau enggak lucu. Ya kalau sedang (honornya) mah enggak apa-apa lah. Misal duitnya murah, kan enggak lucu juga enggak masalah. Maksudnya ada kepuasan batin. Secara mental kan belum (berani), kan sendiri. Kita kebiasaan grup.”
3 Poin Penting:
-
Penolakan Job Honor Tinggi: Sule memilih menolak berbagai tawaran tampil stand up comedy di acara perusahaan meskipun ditawari bayaran mahal karena takut beban jika tidak lucu.
-
Prioritas Kepuasan Batin: Sule lebih mengutamakan kepuasan batin dan rasa tanggung jawab profesional sebagai seniman dibandingkan sekadar mengejar keuntungan materi semata.
-
Proses Belajar & Mental Solo: Merasa terbiasa dengan format komedi grup, Sule mengaku masih mengasah mental solo dan terus mempelajari teknik stand up comedy dari keresahan.



